Ibas Ajak Perkuat Ekonomi Syariah Berkeadilan untuk Indonesia Sejahtera
Selasa, 03 Maret 2026 - 20:09 WIB
loading...
A
A
A
Ia menjelaskan bahwa tantangan utama pengembangan ekonomi syariah saat ini masih berkaitan dengan rendahnya literasi keuangan, keterbatasan akses pembiayaan, serta belum optimalnya integrasi antara dunia pendidikan, lembaga keuangan, dan pelaku usaha. Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting agar ekonomi syariah benar-benar inklusif.
Baca juga: GP Ansor Siap Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Syariah dan UMKM
Dalam kesempatan tersebut, dia juga menyoroti pentingnya kemudahan akses modal bagi UMKM melalui skema pembiayaan syariah maupun Kredit Usaha Rakyat. Ia menegaskan bahwa negara terus mendorong kebijakan pembiayaan dengan bunga rendah serta prosedur yang lebih sederhana agar pelaku usaha kecil dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Permodalan harus mudah diakses, tidak dipersulit, namun tetap produktif dan bertanggung jawab. Pembiayaan yang tepat akan membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi lokal,” jelas anggota DPR Dapil Jawa Timur VII dari Fraksi Partai Demokrat ini.
Sementara itu, Nanang, dosen Universitas Muhammadiyah Ponorogo menyampaikan harapan agar pengembangan ekonomi syariah memberikan perhatian khusus terhadap UMKM. Melalui dukungan pembiayaan yang lebih ringan sehingga pelaku usaha kecil dapat bertahan dan berkembang.
Sedangkan Dyah, mahasiswa peserta forum, menyoroti besarnya kontribusi perempuan yang mencapai sekitar 64 persen pelaku UMKM nasional dan menanyakan strategi penguatan peran perempuan dalam pengembangan ekonomi syariah berbasis kemaslahatan.
Baca juga: GP Ansor Siap Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Syariah dan UMKM
Dalam kesempatan tersebut, dia juga menyoroti pentingnya kemudahan akses modal bagi UMKM melalui skema pembiayaan syariah maupun Kredit Usaha Rakyat. Ia menegaskan bahwa negara terus mendorong kebijakan pembiayaan dengan bunga rendah serta prosedur yang lebih sederhana agar pelaku usaha kecil dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Permodalan harus mudah diakses, tidak dipersulit, namun tetap produktif dan bertanggung jawab. Pembiayaan yang tepat akan membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi lokal,” jelas anggota DPR Dapil Jawa Timur VII dari Fraksi Partai Demokrat ini.
Sementara itu, Nanang, dosen Universitas Muhammadiyah Ponorogo menyampaikan harapan agar pengembangan ekonomi syariah memberikan perhatian khusus terhadap UMKM. Melalui dukungan pembiayaan yang lebih ringan sehingga pelaku usaha kecil dapat bertahan dan berkembang.
Sedangkan Dyah, mahasiswa peserta forum, menyoroti besarnya kontribusi perempuan yang mencapai sekitar 64 persen pelaku UMKM nasional dan menanyakan strategi penguatan peran perempuan dalam pengembangan ekonomi syariah berbasis kemaslahatan.
Lihat Juga :