Waka MPR: Dari Pesantren Lahir Pemimpin Berilmu, Beriman, dan Siap Mengabdi
Selasa, 03 Maret 2026 - 15:03 WIB
loading...
A
A
A
Dia menegaskan komitmennya melalui MPR untuk terus mengawal penguatan pesantren melalui dukungan anggaran pendidikan, akses teknologi, serta pemberdayaan ekonomi santri. “Kami akan mendorong kemandirian ekonomi pesantren, akses pelatihan, dan penguatan pendidikan karakter agar santri mampu menjadi penjaga moral dan persatuan bangsa,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ia juga mengingatkan pentingnya penguatan Empat Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ibas mengapresiasi kedisiplinan para santri yang dinilainya memiliki adab, etika, moral, serta karakter kuat yang sangat dibutuhkan dalam membentuk kepemimpinan generasi masa depan Indonesia. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap dunia pendidikan pesantren, dia turut memberikan apresiasi kepada sepuluh santri dan sepuluh santriwati berprestasi melalui bantuan Al-Qur’an, sajadah, mukena, serta satu unit perangkat komputer guna menunjang kegiatan pembelajaran di lingkungan pesantren.
Dia optimistis bahwa dari pesantren akan lahir ulama, negarawan, dan pemimpin masa depan yang berilmu, beriman, serta siap mengabdi untuk Indonesia.
Khoirul Fata, salah satu dosen UNIDA Gontor dan pengajar Mahad AL Muqoddasah menyampaikan kedatangan Ibas merupakan semangat baru bagi para santri yang sedang menuntut ilmu agar kelak dapat menjadi generasi penerus bangsa yang berhasil dengan tetap memegang teguh nilai-nilai Islam.
Dalam kesempatan tersebut, Ia juga mengingatkan pentingnya penguatan Empat Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ibas mengapresiasi kedisiplinan para santri yang dinilainya memiliki adab, etika, moral, serta karakter kuat yang sangat dibutuhkan dalam membentuk kepemimpinan generasi masa depan Indonesia. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap dunia pendidikan pesantren, dia turut memberikan apresiasi kepada sepuluh santri dan sepuluh santriwati berprestasi melalui bantuan Al-Qur’an, sajadah, mukena, serta satu unit perangkat komputer guna menunjang kegiatan pembelajaran di lingkungan pesantren.
Dia optimistis bahwa dari pesantren akan lahir ulama, negarawan, dan pemimpin masa depan yang berilmu, beriman, serta siap mengabdi untuk Indonesia.
Khoirul Fata, salah satu dosen UNIDA Gontor dan pengajar Mahad AL Muqoddasah menyampaikan kedatangan Ibas merupakan semangat baru bagi para santri yang sedang menuntut ilmu agar kelak dapat menjadi generasi penerus bangsa yang berhasil dengan tetap memegang teguh nilai-nilai Islam.
(shf)
Lihat Juga :