Waka MPR Ibas: Kelancaran Irigasi Kunci Sukses Ketahanan Pangan Nasional
Jum'at, 27 Februari 2026 - 18:05 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai salah satu lumbung pangan Jawa Timur, Ngawi dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Namun, ia juga mengakui masih terdapat tantangan di lapangan, seperti sedimentasi saluran, kebocoran tanggul, kerusakan pintu air, hingga distribusi yang belum merata.
Baca juga: Dukung Swasembada Pangan, Mendagri Minta Pemda Periksa Kondisi Irigasi di Daerah
Pada kesempatan tersebut, Ibas mengimbau masyarakat untuk turut menjaga kelestarian lingkungan di sekitar wilayah irigasi dan pertanian. Ia menekankan bahwa keberlanjutan sumber air sangat bergantung pada kepedulian bersama terhadap lingkungan.
“Lingkungan harus kita jaga bersama. Air yang mengalir ke sawah berasal dari alam yang sehat. Jika lingkungannya rusak, maka pertanian juga akan terdampak,” ujarnya. Dia juga menyoroti keberadaan Museum Trinil di Ngawi yang memiliki nilai sejarah dan ilmiah tinggi serta tidak dimiliki daerah lain di Indonesia.
“Ngawi memiliki warisan besar seperti Museum Trinil yang menjadi kebanggaan kita bersama. Karena itu, kelestarian lingkungan di sekitarnya harus dijaga bersama agar manfaatnya dapat dirasakan generasi sekarang dan masa depan,” tambahnya.
Ibas menjelaskan bahwa irigasi yang lancar memungkinkan petani menanam dua hingga tiga kali dalam setahun. Peningkatan indeks pertanaman akan berdampak langsung pada pendapatan petani.
“Jika produktivitas naik satu ton per hektare saja, dengan luasan ratusan hektare, nilai tambahnya bisa mencapai miliaran rupiah. Ini bukan angka kecil. Ini penghasilan rakyat,” katanya. Ia juga menegaskan bahwa peningkatan produksi pertanian harus terus didorong guna mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo.
Baca juga: Dukung Swasembada Pangan, Mendagri Minta Pemda Periksa Kondisi Irigasi di Daerah
Pada kesempatan tersebut, Ibas mengimbau masyarakat untuk turut menjaga kelestarian lingkungan di sekitar wilayah irigasi dan pertanian. Ia menekankan bahwa keberlanjutan sumber air sangat bergantung pada kepedulian bersama terhadap lingkungan.
“Lingkungan harus kita jaga bersama. Air yang mengalir ke sawah berasal dari alam yang sehat. Jika lingkungannya rusak, maka pertanian juga akan terdampak,” ujarnya. Dia juga menyoroti keberadaan Museum Trinil di Ngawi yang memiliki nilai sejarah dan ilmiah tinggi serta tidak dimiliki daerah lain di Indonesia.
“Ngawi memiliki warisan besar seperti Museum Trinil yang menjadi kebanggaan kita bersama. Karena itu, kelestarian lingkungan di sekitarnya harus dijaga bersama agar manfaatnya dapat dirasakan generasi sekarang dan masa depan,” tambahnya.
Dampak Ekonomi Nyata
Ibas menjelaskan bahwa irigasi yang lancar memungkinkan petani menanam dua hingga tiga kali dalam setahun. Peningkatan indeks pertanaman akan berdampak langsung pada pendapatan petani.
“Jika produktivitas naik satu ton per hektare saja, dengan luasan ratusan hektare, nilai tambahnya bisa mencapai miliaran rupiah. Ini bukan angka kecil. Ini penghasilan rakyat,” katanya. Ia juga menegaskan bahwa peningkatan produksi pertanian harus terus didorong guna mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo.
Lihat Juga :