Waka MPR Ibas: Kelancaran Irigasi Kunci Sukses Ketahanan Pangan Nasional
Jum'at, 27 Februari 2026 - 18:05 WIB
loading...
A
A
A
“Kita harus memastikan produksi pertanian terus meningkat agar mampu menopang program ketahanan pangan nasional. Irigasi yang baik menjadi fondasi utama untuk mewujudkan hal tersebut,” tegasnya.
Ibas turut mendorong penguatan peran P3A sebagai garda depan pengelolaan irigasi berbasis gotong royong, sesuai Pasal 33 ayat (1) UUD 1945 tentang asas kekeluargaan dalam perekonomian. “Gotong royong adalah teknologi sosial paling kuat milik bangsa Indonesia,” ujarnya.
Ke depan, dia mendorong modernisasi sistem irigasi melalui digital monitoring, pintu air otomatis, dan pemetaan debit berbasis data. Ibas juga mengajak generasi muda untuk terlibat dalam pengelolaan pertanian dan sumber daya air dengan pendekatan teknologi.
“Yang menguasai air, menguasai masa depan. Pertanian hari ini harus presisi, berbasis data, dan melibatkan anak muda,” katanya. Dalam suasana Ramadan, EBY mengajak masyarakat menjadikan momentum puasa sebagai refleksi atas pentingnya air bagi kehidupan.
“Ramadan mengajarkan kita menahan haus. Petani setiap hari merasakan pentingnya air. Maka pengelolaan air harus adil dan berpihak,” ujarnya. Sebagai bagian dari kegiatan sosial, dalam kunjungan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan sembako kepada masyarakat.
EBY menutup kegiatan dengan penegasan komitmen pengawalan rehabilitasi jaringan irigasi, penguatan anggaran yang tepat sasaran, serta kolaborasi pusat dan daerah. “Jika irigasi lancar, petani tenang. Jika petani tenang, panen makmur. Jika panen makmur, rakyat bahagia. Ramadan religi, menguatkan negeri,” pungkasnya.
Ibas turut mendorong penguatan peran P3A sebagai garda depan pengelolaan irigasi berbasis gotong royong, sesuai Pasal 33 ayat (1) UUD 1945 tentang asas kekeluargaan dalam perekonomian. “Gotong royong adalah teknologi sosial paling kuat milik bangsa Indonesia,” ujarnya.
Modernisasi dan Peran Generasi Muda
Ke depan, dia mendorong modernisasi sistem irigasi melalui digital monitoring, pintu air otomatis, dan pemetaan debit berbasis data. Ibas juga mengajak generasi muda untuk terlibat dalam pengelolaan pertanian dan sumber daya air dengan pendekatan teknologi.
“Yang menguasai air, menguasai masa depan. Pertanian hari ini harus presisi, berbasis data, dan melibatkan anak muda,” katanya. Dalam suasana Ramadan, EBY mengajak masyarakat menjadikan momentum puasa sebagai refleksi atas pentingnya air bagi kehidupan.
“Ramadan mengajarkan kita menahan haus. Petani setiap hari merasakan pentingnya air. Maka pengelolaan air harus adil dan berpihak,” ujarnya. Sebagai bagian dari kegiatan sosial, dalam kunjungan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan sembako kepada masyarakat.
EBY menutup kegiatan dengan penegasan komitmen pengawalan rehabilitasi jaringan irigasi, penguatan anggaran yang tepat sasaran, serta kolaborasi pusat dan daerah. “Jika irigasi lancar, petani tenang. Jika petani tenang, panen makmur. Jika panen makmur, rakyat bahagia. Ramadan religi, menguatkan negeri,” pungkasnya.
(shf)
Lihat Juga :