Ratusan UMKM Ikuti Program Desa Emas 2026 Majalengka
Selasa, 24 Februari 2026 - 20:41 WIB
loading...
Peserta Program Desa EMAS (Ekonomi Maju & Sejahtera) 2026 Majalengka diberdayakan dengan mengikuti pelatihan pembuatan produk inovatif. Workshop ini diprakarsai Inotek Foundation dan Yayasan Indonesia Setara. Foto: Ist
A
A
A
MAJALENGKA - Lebih dari 40 warga peserta Program Desa EMAS (Ekonomi Maju & Sejahtera) 2026 Majalengka diberdayakan dengan mengikuti pelatihan pembuatan produk inovatif sehingga dapat meningkatkan taraf ekonomi maupun penciptaan lapangan kerja. Workshop dan Optimalisasi Pelatihan Pembuatan Hampers hingga pemasaran tersebut diprakarsai INOTEK Foundation dan Yayasan Indonesia Setara di Kabupaten Majalengka, belum lama ini.
Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS) Sandiaga Uno mengatakan, kegiatan kick off ini merupakan langkah awal peluncuran program dengan tujuan dengan dukungan dari stakeholder pemerintah desa, UPD terkait, dan peserta yang telah lolos kurasi.
Baca juga: Ketua DPD RI Hadiri Launching Program Desa Emas dan Bertemu Kiai Kampung se-Lampung
"Program ini bertujuan memberikan edukasi dan pengalaman praktik keterampilan pembuatan hampers produk hilirisasi untuk mengoptimalkan pemasaran di Hari Raya Idulfitri. Melalui workshop ini dapat meningkatkan peluang pendapatan bagi kelompok usaha desa khususnya di Majalengka," ujar Sandiaga, Selasa (24/2/2026).
Program Desa EMAS diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian desa dengan memberdayakan pelaku masyarakat melalui pengembangan produk unggulan yang berbasis pada potensi lokal.
"Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, program ini dapat menjadi langkah signifikan menuju kemandirian ekonomi desa," katanya.
Wakil Bupati Majalengka Dena Muhamad Ramdhan mengatakan pembangunan Kabupaten Majalengka saat ini berlandaskan visi Majalengka Langkung Sae. Visi ini menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai pilar utama dengan sektor UMKM sebagai salah satu motor penggerak utamanya.
"Mengembangkan ekonomi inklusif dan produktif, meningkatkan kemandirian pangan, memberikan kesempatan serta manfaat nyata bagi seluruh kalangan, terutama pelaku UMKM di desa," ujar Dena.
Menjalankan berbagai program yang selaras dengan Desa EMAS di antaranya GASIK (Gerakan Start-Up Inovatif & Kompetitif) yang melibatkan 144 pelaku usaha dengan pemberian bantuan modal senilai Rp10 juta bagi 25 pemenang untuk mendorong UMKM naik kelas.
Melalui kolaborasi antara Yayasan Indonesia Setara Inotek, Dompet Dhuafa, dan Pemkab Majalengka diharapkan program ini menjadi katalisator percepatan pembangunan ekonomi desa dan pengentasan kemiskinan.
Aulia Putri dari KWT Mulya Mukti mengaku sangat tertolong dengan mengikuti program Desa Emas Majalengka. Kegiatan tersebut selain mengajak masyarakat dapat menjadi entrepreneur sekaligus melatih UMKM dapat berinovasi agar produknya dapat bersaing dengan produk lain dari segi kualitas, rasa, packaging, hingga pemasaran.
Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS) Sandiaga Uno mengatakan, kegiatan kick off ini merupakan langkah awal peluncuran program dengan tujuan dengan dukungan dari stakeholder pemerintah desa, UPD terkait, dan peserta yang telah lolos kurasi.
Baca juga: Ketua DPD RI Hadiri Launching Program Desa Emas dan Bertemu Kiai Kampung se-Lampung
"Program ini bertujuan memberikan edukasi dan pengalaman praktik keterampilan pembuatan hampers produk hilirisasi untuk mengoptimalkan pemasaran di Hari Raya Idulfitri. Melalui workshop ini dapat meningkatkan peluang pendapatan bagi kelompok usaha desa khususnya di Majalengka," ujar Sandiaga, Selasa (24/2/2026).
Program Desa EMAS diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian desa dengan memberdayakan pelaku masyarakat melalui pengembangan produk unggulan yang berbasis pada potensi lokal.
"Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, program ini dapat menjadi langkah signifikan menuju kemandirian ekonomi desa," katanya.
Wakil Bupati Majalengka Dena Muhamad Ramdhan mengatakan pembangunan Kabupaten Majalengka saat ini berlandaskan visi Majalengka Langkung Sae. Visi ini menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai pilar utama dengan sektor UMKM sebagai salah satu motor penggerak utamanya.
"Mengembangkan ekonomi inklusif dan produktif, meningkatkan kemandirian pangan, memberikan kesempatan serta manfaat nyata bagi seluruh kalangan, terutama pelaku UMKM di desa," ujar Dena.
Menjalankan berbagai program yang selaras dengan Desa EMAS di antaranya GASIK (Gerakan Start-Up Inovatif & Kompetitif) yang melibatkan 144 pelaku usaha dengan pemberian bantuan modal senilai Rp10 juta bagi 25 pemenang untuk mendorong UMKM naik kelas.
Melalui kolaborasi antara Yayasan Indonesia Setara Inotek, Dompet Dhuafa, dan Pemkab Majalengka diharapkan program ini menjadi katalisator percepatan pembangunan ekonomi desa dan pengentasan kemiskinan.
Aulia Putri dari KWT Mulya Mukti mengaku sangat tertolong dengan mengikuti program Desa Emas Majalengka. Kegiatan tersebut selain mengajak masyarakat dapat menjadi entrepreneur sekaligus melatih UMKM dapat berinovasi agar produknya dapat bersaing dengan produk lain dari segi kualitas, rasa, packaging, hingga pemasaran.
(jon)
Lihat Juga :