Guru Tewas Diserang KKB di Yahukimo, MPSI: Ini Kejahatan Kemanusiaan
Senin, 09 Februari 2026 - 11:53 WIB
loading...
A
A
A
"Jika kita lihat dari video kejadian yang beredar luas, korban sempat berupaya menyelamatkan diri dengan masuk ke ruang guru, namun para pelaku memaksa masuk dan melakukan pemarangan hingga korban meninggal dunia di tempat," jelasnya.
Lihat video: Satgas Damai Cartenz Evakuasi Korban Penganiayaan di Yahukimo, Diduga Ulah Simpatisan KKB
Para pelaku bukan hanya membunuh guru saja. Setelah memastikan korban tewas, para pelaku melakukan perusakan terhadap kendaraan milik kepala sekolah serta memecahkan kaca ruang kelas Sekolah Yakpesmi Yahukimo dengan lemparan batu.
"Aksi biadab ini terjadi saat proses belajar mengajar masih berlangsung, sehingga guru-guru harus mengamankan para siswa dan memulangkan mereka lebih awal,” tegasnya.
Noor Azhari menilai tindakan tersebut menunjukkan pola kekerasan yang disengaja dengan menjadikan sekolah dan tenaga pendidik sebagai sasaran teror demi menunjukkan eksistensi kelompok bersenjata.
“Sekolah merupakan ruang sipil yang seharusnya dilindungi. Ketika guru dibunuh di ruang kelas, itu menandakan teror terhadap masa depan anak-anak Papua,” ujarnya.
Lihat video: Satgas Damai Cartenz Evakuasi Korban Penganiayaan di Yahukimo, Diduga Ulah Simpatisan KKB
Para pelaku bukan hanya membunuh guru saja. Setelah memastikan korban tewas, para pelaku melakukan perusakan terhadap kendaraan milik kepala sekolah serta memecahkan kaca ruang kelas Sekolah Yakpesmi Yahukimo dengan lemparan batu.
"Aksi biadab ini terjadi saat proses belajar mengajar masih berlangsung, sehingga guru-guru harus mengamankan para siswa dan memulangkan mereka lebih awal,” tegasnya.
Noor Azhari menilai tindakan tersebut menunjukkan pola kekerasan yang disengaja dengan menjadikan sekolah dan tenaga pendidik sebagai sasaran teror demi menunjukkan eksistensi kelompok bersenjata.
“Sekolah merupakan ruang sipil yang seharusnya dilindungi. Ketika guru dibunuh di ruang kelas, itu menandakan teror terhadap masa depan anak-anak Papua,” ujarnya.
Lihat Juga :