Pertumbuhan Ekonomi DKI Jakarta 2025 Lampaui Nasional
Kamis, 05 Februari 2026 - 23:46 WIB
loading...
A
A
A
Secara rinci, Iwan menjelaskan peningkatan konsumsi rumah tangga sebesar 5,51% didorong oleh momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru, penyelenggaraan berbagai event dan kegiatan MICE pada akhir tahun, serta didukung oleh perbaikan pendapatan masyarakat seiring dengan implementasi paket insentif pemerintah, seperti bantuan sosial dan diskon pajak.
Selain itu, adanya investasi juga turut menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Jakarta dengan laju pertumbuhan sebesar 6,81%, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya 3,67%.
Lihat video: Q3, Ekonomi jakarta Tumbuh 4,93 Persen
"Peningkatan investasi didukung oleh tingginya realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), akselerasi penyelesaian proyek menjelang tutup buku akhir tahun, berlanjutnya pembangunan berbagai proyek strategis Pemerintah dan swasta yang bersifat multitahun, serta meningkatnya impor barang modal," jelas Iwan, Kamis (5/2/2026).
Sekalipun konsumsi Pemerintah tetap tumbuh positif sebesar 8,60%, namun mengalami perlambatan secara tahunan dibandingkan triwulan sebelumnya 19,96%. Perlambatan tersebut dipengaruhi oleh akselerasi pelaksanaan program prioritas pemerintah yang telah dilakukan sejak triwulan III 2025, frontloading realisasi belanja pada triwulan sebelumnya yang tercermin dari tingginya pertumbuhan konsumsi Pemerintah pada triwulan III 2025, serta lebih rendahnya realisasi belanja modal non-bangunan.
Begitupun dengan ekspor tetap tumbuh sebesar 7,62 persen, meskipun melambat dibandingkan triwulan sebelumnya 8,62 persen. Pertumbuhan ekspor terutama ditopang oleh ekspor otomotif, pakaian, produk kimia, dan barang manufaktur. Sementara, impor tumbuh sebesar 8,67% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya (7,96%; yoy), terutama dari impor barang konsumsi, serta impor barang modal dan bahan baku.
Selain itu, adanya investasi juga turut menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Jakarta dengan laju pertumbuhan sebesar 6,81%, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya 3,67%.
Lihat video: Q3, Ekonomi jakarta Tumbuh 4,93 Persen
"Peningkatan investasi didukung oleh tingginya realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), akselerasi penyelesaian proyek menjelang tutup buku akhir tahun, berlanjutnya pembangunan berbagai proyek strategis Pemerintah dan swasta yang bersifat multitahun, serta meningkatnya impor barang modal," jelas Iwan, Kamis (5/2/2026).
Sekalipun konsumsi Pemerintah tetap tumbuh positif sebesar 8,60%, namun mengalami perlambatan secara tahunan dibandingkan triwulan sebelumnya 19,96%. Perlambatan tersebut dipengaruhi oleh akselerasi pelaksanaan program prioritas pemerintah yang telah dilakukan sejak triwulan III 2025, frontloading realisasi belanja pada triwulan sebelumnya yang tercermin dari tingginya pertumbuhan konsumsi Pemerintah pada triwulan III 2025, serta lebih rendahnya realisasi belanja modal non-bangunan.
Begitupun dengan ekspor tetap tumbuh sebesar 7,62 persen, meskipun melambat dibandingkan triwulan sebelumnya 8,62 persen. Pertumbuhan ekspor terutama ditopang oleh ekspor otomotif, pakaian, produk kimia, dan barang manufaktur. Sementara, impor tumbuh sebesar 8,67% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya (7,96%; yoy), terutama dari impor barang konsumsi, serta impor barang modal dan bahan baku.
Lihat Juga :