Program Kota EMAS 2026 Dimulai di Surakarta, Sandi Uno: Usaha Kecil Naik Kelas
Rabu, 04 Februari 2026 - 23:43 WIB
loading...
INOTEK Foundation bersama Indonesia Setara Foundation menggelar Kick Off Program Kota EMAS 2026 (Kota Ekonomi Maju dan Sejahtera) di PLUT-KUMKM Surakarta, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, belum lama ini. Foto: Ist
A
A
A
SURAKARTA - INOTEK Foundation bersama Indonesia Setara Foundation menggelar Kick Off Program Kota EMAS 2026 (Kota Ekonomi Maju dan Sejahtera) di PLUT-KUMKM Surakarta, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta , belum lama ini. Kegiatan ini diikuti 27 pelaku UMKM sektor kerajinan di Kota Surakarta yang menandai dimulainya pelaksanaan Program Kota EMAS 2026 di Surakarta.
Program ini dirancang sebagai upaya pemberdayaan UMKM melalui pengembangan produk unggulan berbasis potensi lokal guna mendorong pertumbuhan ekonomi kota yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca juga: YIS Gelar Bazar Sembako Murah untuk Warga Terdampak Bencana Sumbar
Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS) Sandiaga Uno mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah awal untuk menyosialisasikan program kepada seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah kota, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, hingga para pelaku UMKM yang telah lolos proses kurasi.
"Kick off ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh mengenai Program Kota EMAS sekaligus membekali peserta dengan edukasi dan pengalaman praktik keterampilan, salah satunya melalui workshop pembuatan resin," ujar Sandiaga Uno, Rabu (4/2/2026).
Program Kota EMAS diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah dengan meningkatkan nilai tambah produk UMKM serta memperluas akses pasar. Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, program ini dinilai dapat menjadi langkah strategis menuju kemandirian ekonomi kota.
Mewakili Wali Kota Surakarta Respati Ardi, Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian (Diskopukmperin) Kota Surakarta Agung Riyadi mengapresiasi Yayasan Indonesia Setara dan INOTEK Foundation. "Kepercayaan ini menunjukkan bahwa potensi ekonomi lokal Kota Surakarta dinilai cukup kuat dan menjanjikan," ujar Agung.
Dia menekankan pentingnya pembaruan model pendampingan bagi pelaku UMKM. Apalagi UMKM di Surakarta telah cukup sering mendapatkan pelatihan, dia berharap Program Kota EMAS mampu menghadirkan terobosan baru yang lebih konkret dan berdampak langsung terhadap peningkatan skala usaha.
UMKM ditegaskan sebagai pilar utama perekonomian Surakarta, terutama dalam penyerapan tenaga kerja dan menjaga ketahanan ekonomi daerah.
Program Kota EMAS diharapkan dapat menjadi motor penggerak agar pelaku UMKM semakin inovatif dan produktif, memiliki daya saing di tengah tantangan ekonomi global, serta mampu naik kelas menuju kemandirian usaha.
"Pemerintah Kota Surakarta berkomitmen mendukung penuh pemberdayaan UMKM melalui sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas. Kami mengajak seluruh peserta memanfaatkan momentum Program Kota EMAS sebagai sarana transformasi usaha menuju pengelolaan yang lebih profesional dan berkelanjutan," ujarnya.
Program ini dirancang sebagai upaya pemberdayaan UMKM melalui pengembangan produk unggulan berbasis potensi lokal guna mendorong pertumbuhan ekonomi kota yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca juga: YIS Gelar Bazar Sembako Murah untuk Warga Terdampak Bencana Sumbar
Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS) Sandiaga Uno mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah awal untuk menyosialisasikan program kepada seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah kota, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, hingga para pelaku UMKM yang telah lolos proses kurasi.
"Kick off ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh mengenai Program Kota EMAS sekaligus membekali peserta dengan edukasi dan pengalaman praktik keterampilan, salah satunya melalui workshop pembuatan resin," ujar Sandiaga Uno, Rabu (4/2/2026).
Program Kota EMAS diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah dengan meningkatkan nilai tambah produk UMKM serta memperluas akses pasar. Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, program ini dinilai dapat menjadi langkah strategis menuju kemandirian ekonomi kota.
Mewakili Wali Kota Surakarta Respati Ardi, Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian (Diskopukmperin) Kota Surakarta Agung Riyadi mengapresiasi Yayasan Indonesia Setara dan INOTEK Foundation. "Kepercayaan ini menunjukkan bahwa potensi ekonomi lokal Kota Surakarta dinilai cukup kuat dan menjanjikan," ujar Agung.
Dia menekankan pentingnya pembaruan model pendampingan bagi pelaku UMKM. Apalagi UMKM di Surakarta telah cukup sering mendapatkan pelatihan, dia berharap Program Kota EMAS mampu menghadirkan terobosan baru yang lebih konkret dan berdampak langsung terhadap peningkatan skala usaha.
UMKM ditegaskan sebagai pilar utama perekonomian Surakarta, terutama dalam penyerapan tenaga kerja dan menjaga ketahanan ekonomi daerah.
Program Kota EMAS diharapkan dapat menjadi motor penggerak agar pelaku UMKM semakin inovatif dan produktif, memiliki daya saing di tengah tantangan ekonomi global, serta mampu naik kelas menuju kemandirian usaha.
"Pemerintah Kota Surakarta berkomitmen mendukung penuh pemberdayaan UMKM melalui sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas. Kami mengajak seluruh peserta memanfaatkan momentum Program Kota EMAS sebagai sarana transformasi usaha menuju pengelolaan yang lebih profesional dan berkelanjutan," ujarnya.
(jon)
Lihat Juga :