Keluarga Almarhum Mitra Kerja PLTU Ketapang Terima Santunan
Sabtu, 31 Januari 2026 - 19:01 WIB
loading...
Manajemen PLTU Ketapang Sukabangun, Kalimantan Barat menyampaikan duka cita mendalam kepada dua keluarga almarhum atas kejadian yang menimpa pegawai mitra kerja. Foto/Ist
A
A
A
KETAPANG - Manajemen PLTU Ketapang Sukabangun, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat menyampaikan duka cita mendalam kepada dua keluarga almarhum atas kejadian yang menimpa pegawai mitra kerja. Saat ini keluarga almarhum telah menerima santunan.
Manajer PLTU Ketapang Sukabangun Zais Ariono telah berkoordinasi secara aktif dengan PT Limas Anugrah Steel untuk memastikan pemenuhan hak-hak karyawan yang mengalami musibah. Seluruh kewajiban normatif, termasuk manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) melalui BPJS Ketenagakerjaan, telah diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku, serta disertai pemberian santunan duka tambahan.
Baca juga: PLTU Ketapang Perkuat Kesadaran Bahaya Kecelakaan Kerja Lewat Edukasi dan Pencegahan Berkelanjutan
“Kami akan terus melakukan evaluasi guna menegaskan dan memperketat pengawasan standar keselamatan kerja bagi seluruh mitra kerja, termasuk dari PT Limas Anugrah Steel,” kata Zais, Sabtu (31/1/2026).
Direktur PT Limas Anugrah Steel Hari menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan maksimal kepada keluarga almarhum sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian perusahaan.
Keluarga almarhum menyampaikan apresiasi atas respons cepat dan iktikad baik perusahaan, serta menerima kejadian ini sebagai musibah yang telah diselesaikan secara kekeluargaan.
Baca juga: Ketat, Begini Pengelolaan Pasokan Batu Bara untuk PLTU PLN
“Kami telah berbicara dari hati ke hati dengan manajemen untuk berdamai secara kekeluargaan, karena kami melihat itikad baik dan tanggung jawab moral yang besar yang telah memenuhi hak-hak almarhum sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Evatasari, istri salah satu pekerja.
Dia berharap, para pihak juga tidak menyebar informasi kejadian ini dan dapat memahami kondisi yang dialami dirinya beserta keluarga agar dirinya dapat menjalani masa duka dengan lebih khusyuk dan tenang.
Seperti diketahui telah terjadi insiden kerja di area operasional PLTU Sukabangun pada 21 Januari 2026. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua pekerja meninggal dunia saat menjalankan tugas.
Manajer PLTU Ketapang Sukabangun Zais Ariono telah berkoordinasi secara aktif dengan PT Limas Anugrah Steel untuk memastikan pemenuhan hak-hak karyawan yang mengalami musibah. Seluruh kewajiban normatif, termasuk manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) melalui BPJS Ketenagakerjaan, telah diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku, serta disertai pemberian santunan duka tambahan.
Baca juga: PLTU Ketapang Perkuat Kesadaran Bahaya Kecelakaan Kerja Lewat Edukasi dan Pencegahan Berkelanjutan
“Kami akan terus melakukan evaluasi guna menegaskan dan memperketat pengawasan standar keselamatan kerja bagi seluruh mitra kerja, termasuk dari PT Limas Anugrah Steel,” kata Zais, Sabtu (31/1/2026).
Direktur PT Limas Anugrah Steel Hari menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan maksimal kepada keluarga almarhum sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian perusahaan.
Keluarga almarhum menyampaikan apresiasi atas respons cepat dan iktikad baik perusahaan, serta menerima kejadian ini sebagai musibah yang telah diselesaikan secara kekeluargaan.
Baca juga: Ketat, Begini Pengelolaan Pasokan Batu Bara untuk PLTU PLN
“Kami telah berbicara dari hati ke hati dengan manajemen untuk berdamai secara kekeluargaan, karena kami melihat itikad baik dan tanggung jawab moral yang besar yang telah memenuhi hak-hak almarhum sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Evatasari, istri salah satu pekerja.
Dia berharap, para pihak juga tidak menyebar informasi kejadian ini dan dapat memahami kondisi yang dialami dirinya beserta keluarga agar dirinya dapat menjalani masa duka dengan lebih khusyuk dan tenang.
Seperti diketahui telah terjadi insiden kerja di area operasional PLTU Sukabangun pada 21 Januari 2026. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua pekerja meninggal dunia saat menjalankan tugas.
(shf)
Lihat Juga :