Banjir di Kebon Pala Jakarta Timur Masih Setinggi 80 Cm
Jum'at, 30 Januari 2026 - 21:32 WIB
loading...
Banjir yang merendam permukiman warga di Kebon Pala, Jatinegara, Jakarta Timur pada Jumat (30/1/2026) malam berangsur surut. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Banjir yang merendam permukiman warga di Kebon Pala, Jatinegara, Jakarta Timur pada Jumat (30/1/2026) malam berangsur surut. Meski demikian, ketinggian air masih mencapai sekitar 80 cm.
Sebelumnya, banjir sempat mencapai ketinggian lebih dari dua meter, tepatnya sekitar 225 sentimeter, sejak Jumat pagi. Penurunan debit air mulai terjadi sejak siang hari dan berlangsung secara perlahan hingga malam.
Pantauan di lokasi, genangan air masih merendam sejumlah rumah warga. Meski begitu, sebagian warga sudah mulai membersihkan lumpur dan sisa material banjir di dalam rumah mereka agar tidak mengendap dan menimbulkan bau tak sedap.
Baca juga: Pramono: Kondisi Sosial Ekonomi Jakarta Adem Ayem, tapi Lagi Diuji Cuaca Ekstrem
Ketua RT setempat Sanusi, mengatakan banjir disebabkan meluapnya aliran Kali Ciliwung yang berada di belakang permukiman warga. Luapan terjadi setelah adanya kiriman air dari wilayah Bogor, Jawa Barat.
“Puncak ketinggian air terjadi sejak pagi sekitar pukul enam, mencapai dua meter dua puluh lima sentimeter. Sekarang sudah mulai surut, tinggal sekitar satu meter, paling tinggi satu meter,” ujar Sanusi.
Sanusi menambahkan, kondisi aliran Kali Ciliwung kini sudah mulai normal sehingga air di permukiman warga berangsur cepat surut. Meski demikian, warga diminta tetap waspada terhadap potensi hujan di wilayah hulu yang dapat kembali meningkatkan debit air.
Sebelumnya, banjir sempat mencapai ketinggian lebih dari dua meter, tepatnya sekitar 225 sentimeter, sejak Jumat pagi. Penurunan debit air mulai terjadi sejak siang hari dan berlangsung secara perlahan hingga malam.
Pantauan di lokasi, genangan air masih merendam sejumlah rumah warga. Meski begitu, sebagian warga sudah mulai membersihkan lumpur dan sisa material banjir di dalam rumah mereka agar tidak mengendap dan menimbulkan bau tak sedap.
Baca juga: Pramono: Kondisi Sosial Ekonomi Jakarta Adem Ayem, tapi Lagi Diuji Cuaca Ekstrem
Ketua RT setempat Sanusi, mengatakan banjir disebabkan meluapnya aliran Kali Ciliwung yang berada di belakang permukiman warga. Luapan terjadi setelah adanya kiriman air dari wilayah Bogor, Jawa Barat.
“Puncak ketinggian air terjadi sejak pagi sekitar pukul enam, mencapai dua meter dua puluh lima sentimeter. Sekarang sudah mulai surut, tinggal sekitar satu meter, paling tinggi satu meter,” ujar Sanusi.
Sanusi menambahkan, kondisi aliran Kali Ciliwung kini sudah mulai normal sehingga air di permukiman warga berangsur cepat surut. Meski demikian, warga diminta tetap waspada terhadap potensi hujan di wilayah hulu yang dapat kembali meningkatkan debit air.
(rca)
Lihat Juga :