Pramono Tunda Perbaikan Jalan Berlubang di Jakarta karena Curah Hujan Masih Tinggi
Selasa, 27 Januari 2026 - 13:40 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap perbaikan jalan berlubang di Jakarta ditunda karena curah hujan masih tinggi. Foto ilustrasi/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap alasan pihaknya belum mau memperbaiki jalan berlubang pascabanjir ini. Pramono menyebut, curah hujan tinggi membuat perbaikan tidak akan berjalan efektif.
Pramono mengaku, Dinas Bina Marga sebetulnya ingin melakukan penambalan atau penanganan jalan-jalan yang berlubang. Akan tetapi karena cuaca ekstrem akan berlangsung sampai 1 Februari 2026, maka proses pengerjaan ditunda sementara.
"Tetapi sekali lagi, karena sampai dengan tanggal 1 curah hujannya itu akan tinggi, kalau kita lakukan sekarang pasti satu-dua hari akan terkelupas kembali," ujar Pramono di Jakarta Utara, Selasa (27/1/2026).
Baca juga: Andalkan Normalisasi Tekan Risiko Banjir, Pramono: Daya Tampung Sungai Jakarta Cuma 150 Mm
Pramono mencontohkan, proses perbaikan yang tidak optimal di Jalan Gatot Subroto, karena dikerjakan ketika kondisi masih intensitas hujan tinggi. Menurutnya lubang yang telah diperbaiki kini rusak kembali. "Itu terjadi kemarin yang ada di Jalan Gatot Subroto. Karena saya memerintahkan secara langsung," ucapnya.
Pramono menyebut penanganan jalan berlubang tidak hanya dilakukan dengan penambalan tapi juga dilaksanakan pengaspalan baru. Pramono menegaskan, perbaikan Jalan berlubang akan segera dikerjakan bila tidak lagi cuaca ekstrem yang panjang.
Lihat video: Pramono Anung Siap Pasang Badan Soal Operasi Modifikasi Cuaca di Jakarta
"Kenapa kemudian harus dilakukan yang lebih, bukan hanya menambal, tetapi membuat apa, aspal yang baru dan itu perlu waktu. Saya akan minta kepada Dinas Bina Marga begitu curah hujannya berkurang untuk dilakukan," ujarnya.
Adapun, terkait biaya perbaikan Jalan ini, hal demikian bukan menjadi masalah bagi Pemprov DKI Jakarta. Sebab anggarannya telah disediakan. "Karena budget-nya enggak jadi masalah untuk Jakarta," ucapnya.
Pramono mengaku, Dinas Bina Marga sebetulnya ingin melakukan penambalan atau penanganan jalan-jalan yang berlubang. Akan tetapi karena cuaca ekstrem akan berlangsung sampai 1 Februari 2026, maka proses pengerjaan ditunda sementara.
"Tetapi sekali lagi, karena sampai dengan tanggal 1 curah hujannya itu akan tinggi, kalau kita lakukan sekarang pasti satu-dua hari akan terkelupas kembali," ujar Pramono di Jakarta Utara, Selasa (27/1/2026).
Baca juga: Andalkan Normalisasi Tekan Risiko Banjir, Pramono: Daya Tampung Sungai Jakarta Cuma 150 Mm
Pramono mencontohkan, proses perbaikan yang tidak optimal di Jalan Gatot Subroto, karena dikerjakan ketika kondisi masih intensitas hujan tinggi. Menurutnya lubang yang telah diperbaiki kini rusak kembali. "Itu terjadi kemarin yang ada di Jalan Gatot Subroto. Karena saya memerintahkan secara langsung," ucapnya.
Pramono menyebut penanganan jalan berlubang tidak hanya dilakukan dengan penambalan tapi juga dilaksanakan pengaspalan baru. Pramono menegaskan, perbaikan Jalan berlubang akan segera dikerjakan bila tidak lagi cuaca ekstrem yang panjang.
Lihat video: Pramono Anung Siap Pasang Badan Soal Operasi Modifikasi Cuaca di Jakarta
"Kenapa kemudian harus dilakukan yang lebih, bukan hanya menambal, tetapi membuat apa, aspal yang baru dan itu perlu waktu. Saya akan minta kepada Dinas Bina Marga begitu curah hujannya berkurang untuk dilakukan," ujarnya.
Adapun, terkait biaya perbaikan Jalan ini, hal demikian bukan menjadi masalah bagi Pemprov DKI Jakarta. Sebab anggarannya telah disediakan. "Karena budget-nya enggak jadi masalah untuk Jakarta," ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :