Anjing Pelacak K9 Dikerahkan Cari Korban Longsor Cisarua Bandung Barat
Minggu, 25 Januari 2026 - 21:59 WIB
loading...
Polri mengerahkan anjing pelacak atau K9 untuk proses pencarian dan evakuasi korban longsor di Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar). Foto/Dok Polri
A
A
A
BANDUNG BARAT - Polri mengerahkan anjing pelacak atau K9 untuk proses pencarian dan evakuasi korban longsor di Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar). Dalam bencana ini, sebanyak enam K9 dikerahkan ke lokasi.
Mereka antara lain Walet, Ari, Rubin, Dasa, Gyra, dan Sita. Mereka memiliki keahlian utama dalam pencarian korban meninggal dunia atau cadaver search.
Untuk mendukung mobilitas dan efektivitas di medan bencana, tim K9 SAR juga dilengkapi dengan satu unit truk boks dan empat unit kendaraan ransus Navara K9.
Baca juga: 11 Jenazah Korban Longsor Cisarua Bandung Barat Teridentifikasi, Ini Identitasnya
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan menyebut bahwa pengerahan Den K9 SAR merupakan langkah strategis Polri untuk mempercepat proses pencarian korban di medan longsor yang memiliki tingkat kesulitan tinggi.
“Seluruh sumber daya kami kerahkan secara maksimal, cepat, dan terukur agar proses pencarian korban dapat berlangsung efektif, sekaligus memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Hendra, Minggu (25/1/2026).
Berdasarkan data resmi Posko Utama dan Pos DVI hingga Minggu, 25 Januari 2026, dari total 105 laporan orang hilang, tim SAR gabungan telah mengevakuasi sebanyak 25 kantong jenazah, bertambah tiga jenazah utuh dari hasil pencarian terbaru.
Dari jumlah tersebut, 11 korban telah berhasil diidentifikasi, terdiri dari 10 jenazah utuh dan satu potongan tubuh.
Korban yang telah teridentifikasi masing-masing atas nama Suryana (57), Jajang Tarta (35), Dadang Apung (60), Nining (40), Nurhayati (42), Lina Lismayanti (43), M. Kori (30) yang teridentifikasi dari potongan tubuh berupa tangan, AI Sumarni (35), Koswara (40), Koswara (26), dan Ayu Yuniarti (31).
Sementara itu, sepuluh jenazah dan satu bagian tubuh lainnya masih dalam proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri melalui pemeriksaan post mortem dan ante mortem.
Mereka antara lain Walet, Ari, Rubin, Dasa, Gyra, dan Sita. Mereka memiliki keahlian utama dalam pencarian korban meninggal dunia atau cadaver search.
Untuk mendukung mobilitas dan efektivitas di medan bencana, tim K9 SAR juga dilengkapi dengan satu unit truk boks dan empat unit kendaraan ransus Navara K9.
Baca juga: 11 Jenazah Korban Longsor Cisarua Bandung Barat Teridentifikasi, Ini Identitasnya
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan menyebut bahwa pengerahan Den K9 SAR merupakan langkah strategis Polri untuk mempercepat proses pencarian korban di medan longsor yang memiliki tingkat kesulitan tinggi.
“Seluruh sumber daya kami kerahkan secara maksimal, cepat, dan terukur agar proses pencarian korban dapat berlangsung efektif, sekaligus memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Hendra, Minggu (25/1/2026).
Berdasarkan data resmi Posko Utama dan Pos DVI hingga Minggu, 25 Januari 2026, dari total 105 laporan orang hilang, tim SAR gabungan telah mengevakuasi sebanyak 25 kantong jenazah, bertambah tiga jenazah utuh dari hasil pencarian terbaru.
Dari jumlah tersebut, 11 korban telah berhasil diidentifikasi, terdiri dari 10 jenazah utuh dan satu potongan tubuh.
Korban yang telah teridentifikasi masing-masing atas nama Suryana (57), Jajang Tarta (35), Dadang Apung (60), Nining (40), Nurhayati (42), Lina Lismayanti (43), M. Kori (30) yang teridentifikasi dari potongan tubuh berupa tangan, AI Sumarni (35), Koswara (40), Koswara (26), dan Ayu Yuniarti (31).
Sementara itu, sepuluh jenazah dan satu bagian tubuh lainnya masih dalam proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri melalui pemeriksaan post mortem dan ante mortem.
(rca)
Lihat Juga :