Kali Ciliwung Meluap, Ratusan Rumah di Pejaten Timur Terendam Banjir
Sabtu, 24 Januari 2026 - 10:31 WIB
loading...
A
A
A
"Sebelum banjir tiba dari hulu sungai kawasan Bogor, warga yang terdampak sudah mengungsi terlebih dahulu ke tempat yang lebih aman," ujar Kendar.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebenarnya telah berupaya menekan intensitas hujan dengan melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau yang dikenal sebagai UMC. Langkah ini telah dilakukan selama sepekan terakhir, termasuk hingga hari ini di wilayah Selat Sunda, guna memecah awan hujan agar tidak masuk secara ekstrem ke wilayah Jakarta.
Hingga berita ini diturunkan, sejumlah petugas SAR gabungan masih bersiaga di lokasi banjir. Petugas terus memantau pergerakan debit air dan memastikan keamanan warga yang masih berada di sekitar lokasi.
Meskipun sebagian warga sudah mengungsi, petugas tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Sementara, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyebut penanganan persoalan banjir di Jakarta membutuhkan solusi jangka panjang.
"Memang ini harus dikerjakan secara panjang, tidak bisa dalam waktu lima tahun," kata Rano, dikutip Sabtu (24/1/2026).
Menurut Rano, upaya teknis di lapangan telah dilakukan, salah satunya di kawasan Perumahan Taman Kota, Kelurahan Kedaung Kali Angke, Cengkareng, Jakarta Barat. Seluruh pompa stasioner di dua rumah pompa (Rupom) di sekitar lokasi telah dioperasikan. Namun, genangan tetap sulit surut karena debit air Kali Mokevart sedang tinggi.
"Bila diterjunkan pompa mobile pun tidak akan banyak berpengaruh, terhadap upaya pengentasan genangan," tuturnya.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebenarnya telah berupaya menekan intensitas hujan dengan melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau yang dikenal sebagai UMC. Langkah ini telah dilakukan selama sepekan terakhir, termasuk hingga hari ini di wilayah Selat Sunda, guna memecah awan hujan agar tidak masuk secara ekstrem ke wilayah Jakarta.
Hingga berita ini diturunkan, sejumlah petugas SAR gabungan masih bersiaga di lokasi banjir. Petugas terus memantau pergerakan debit air dan memastikan keamanan warga yang masih berada di sekitar lokasi.
Meskipun sebagian warga sudah mengungsi, petugas tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Solusi Jangka Panjang
Sementara, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyebut penanganan persoalan banjir di Jakarta membutuhkan solusi jangka panjang.
"Memang ini harus dikerjakan secara panjang, tidak bisa dalam waktu lima tahun," kata Rano, dikutip Sabtu (24/1/2026).
Menurut Rano, upaya teknis di lapangan telah dilakukan, salah satunya di kawasan Perumahan Taman Kota, Kelurahan Kedaung Kali Angke, Cengkareng, Jakarta Barat. Seluruh pompa stasioner di dua rumah pompa (Rupom) di sekitar lokasi telah dioperasikan. Namun, genangan tetap sulit surut karena debit air Kali Mokevart sedang tinggi.
"Bila diterjunkan pompa mobile pun tidak akan banyak berpengaruh, terhadap upaya pengentasan genangan," tuturnya.
Lihat Juga :