Pramono Ngaku Tidak Mengulang Pendekatan Lama soal Penanganan Banjir Jakarta
Jum'at, 23 Januari 2026 - 13:24 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku tidak mengulang pendekatan gubernur sebelumnya dalam penanganan banjir. Foto/Nur Khabibi
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku tidak mengulang pendekatan gubernur sebelumnya dalam penanganan banjir. Hal tersebut dikatakannya menanggapi kritikan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) terhadap penanganan banjir Jakarta.
WALHI dan LBH menganggap Pramono mengulang kebiasaan lama gubernur sebelumnya dlam penanganan banjir. Pramono mengaku tak keberatan dikritik.
"Memang kalau teman-teman LBH nggak ngeritik itu menurut saya kurang, jadi saya memang pengen dikritik juga," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Baca juga: Nestapa Warga Korban Banjir Kebon Pala Jakarta Timur
Di era kepemimpinannya, ia mengklaim tak tidak sepenuhnya mengulang cara lama dalam penanganan banjir. Sebagai contoh, Pemprov DKI Jakarta melakukan normalisasi kali yang selama ini belum pernah dilakukan.
"Sebenarnya saya tidak mengulang hal yang lama, termasuk untuk normalisasi Ciliwung, normalisasi Krukut, normalisasi Kali Cakung Lama itu belum pernah dilakukan," ucap dia.
Pramono mengatakan, strategi normalisasi sungai merupakan kebijakan jangka panjang yang membutuhkan biaya besar. Kegiatan itu juga berpotensi menimbulkan dampak sosial karena haru melakukan relokasi warga.
"Ini memerlukan biaya yang cukup tinggi, dan itu saya akan lakukan dan ini pasti nggak populer karena apa? Harus memindahkan masyarakat, harus menyiapkan rumah susun dan sebagainya dan pasti nanti di lapangan mau tidak mau suka tidak suka pasti ada singgungannya," tuturnya.
Adapun, salah satu yang disorot WALHI dan LBH dalam penanganan banjir Jakarta yakni kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dianggap tidak menyentuh akar persoalan banjir.
"Yang kami tangani dengan modifikasi cuaca ini kan memang bersifat jangka pendek karena cuacanya ini kan given, bukan kita yang membuat. Cuaca ekstrem ini kan apa alam yang memberikan sehingga dengan demikian kami yang tangani itu," pungkasnya.
WALHI dan LBH menganggap Pramono mengulang kebiasaan lama gubernur sebelumnya dlam penanganan banjir. Pramono mengaku tak keberatan dikritik.
"Memang kalau teman-teman LBH nggak ngeritik itu menurut saya kurang, jadi saya memang pengen dikritik juga," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Baca juga: Nestapa Warga Korban Banjir Kebon Pala Jakarta Timur
Di era kepemimpinannya, ia mengklaim tak tidak sepenuhnya mengulang cara lama dalam penanganan banjir. Sebagai contoh, Pemprov DKI Jakarta melakukan normalisasi kali yang selama ini belum pernah dilakukan.
"Sebenarnya saya tidak mengulang hal yang lama, termasuk untuk normalisasi Ciliwung, normalisasi Krukut, normalisasi Kali Cakung Lama itu belum pernah dilakukan," ucap dia.
Pramono mengatakan, strategi normalisasi sungai merupakan kebijakan jangka panjang yang membutuhkan biaya besar. Kegiatan itu juga berpotensi menimbulkan dampak sosial karena haru melakukan relokasi warga.
"Ini memerlukan biaya yang cukup tinggi, dan itu saya akan lakukan dan ini pasti nggak populer karena apa? Harus memindahkan masyarakat, harus menyiapkan rumah susun dan sebagainya dan pasti nanti di lapangan mau tidak mau suka tidak suka pasti ada singgungannya," tuturnya.
Adapun, salah satu yang disorot WALHI dan LBH dalam penanganan banjir Jakarta yakni kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dianggap tidak menyentuh akar persoalan banjir.
"Yang kami tangani dengan modifikasi cuaca ini kan memang bersifat jangka pendek karena cuacanya ini kan given, bukan kita yang membuat. Cuaca ekstrem ini kan apa alam yang memberikan sehingga dengan demikian kami yang tangani itu," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :