KPK: Bupati Pati Sudewo Diduga Patok Harga Pengisian Jabatan Perangkat Desa
Selasa, 20 Januari 2026 - 14:26 WIB
loading...
KPK mengungkap bahwa Bupati Pati Sudewo diduga melakukan tindak pidana korupsi berkaitan dengan pengisian jabatan perangkat di lingkungan pemerintah desa. Foto/Isra Triansyah
A
A
A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap perkara dugaan korupsi yang menyeret Bupati Pati, Sudewo. KPK mengungkap, Sudewo melakukan tindak pidana korupsi berkaitan dengan pengisian jabatan perangkat di lingkungan pemerintah desa.
"Jadi ini berkaitan dengan dugaan tindakan pidana korupsi dalam pengisian jabatan khususnya di lingkungan pemerintah desa," ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo kepada wartawan, Selasa (20/1/2026).
Baca juga: Dalam Sehari, 2 Kepala Daerah Kena OTT KPK
Budi menambahkan Sudewo diduga mematok harga agar seseorang bisa menempati jabatan-jabatan seperti Kepala Urusan, Kepala Seksi hingga Sekretaris Desa (Sekdes). Kendati demikian, Budi belum merinci berapa nilai yang dipatok Sudewo.
"Jadi setiap jabatan itu ada nilainya juga, nilainya yang dipatok," tambah dia.
Kendati demikian, Budi belum bisa memastikan apakah perkara dugaan korupsi ini berkaitan dengan suap atau pemerasan. Yang jelas, kata dia, penyidik KPK tengah melakukan pemeriksaan intensif melalui sejumlah uang yang diterima Sudewo.
"Termasuk pasal yang digunakan, nanti akan kami sampaikan secara lengkap dalam konferensi persnya. Jadi ini berkaitan dengan penerimaan oleh bupati, berkaitan dengan pengisian jabatan di lingkungan pemerintah desa," jelas Budi.
Baca juga: Dalam Sehari, 2 Kepala Daerah Kena OTT KPK
Adapun Budi menyebut penyidik KPK juga berhasil menyita uang tunai yang nilainya mencapai miliaran rupiah. Budi mengatakan KPK selanjutnya akan menentukan status hukum dari Sudewo.
Sebagai informasi, Bupati Pati, Sudewo tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT), Selasa (20/1/2026).
Berdasarkan pantauan SindoNews di lokasi, rombongan penyidik KPK yang membawa Sudewo tiba pada pukul 10.34 WIB. Kemudian Sudewo terlihat diturunkan di area lobby utama.
Sudewo tampak mengenakan kemeja berwarna putih dibalut jaket berwarna hitam. Politikus Gerindra itu terlihat hanya terdiam dan enggan memberikan keterangan apapun ke media, ia hanya memberikan gestur salam namaste ke arah awak media.
Selain Sudewo, tampak juga tiga orang lainnya yang ikut diturunkan di area lobby utama. Ketiga orang ini diduga merupakan sosok yang ikut terjaring dalam operasi senyap saat Sudewo ditangkap.
"Jadi ini berkaitan dengan dugaan tindakan pidana korupsi dalam pengisian jabatan khususnya di lingkungan pemerintah desa," ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo kepada wartawan, Selasa (20/1/2026).
Baca juga: Dalam Sehari, 2 Kepala Daerah Kena OTT KPK
Budi menambahkan Sudewo diduga mematok harga agar seseorang bisa menempati jabatan-jabatan seperti Kepala Urusan, Kepala Seksi hingga Sekretaris Desa (Sekdes). Kendati demikian, Budi belum merinci berapa nilai yang dipatok Sudewo.
"Jadi setiap jabatan itu ada nilainya juga, nilainya yang dipatok," tambah dia.
Kendati demikian, Budi belum bisa memastikan apakah perkara dugaan korupsi ini berkaitan dengan suap atau pemerasan. Yang jelas, kata dia, penyidik KPK tengah melakukan pemeriksaan intensif melalui sejumlah uang yang diterima Sudewo.
"Termasuk pasal yang digunakan, nanti akan kami sampaikan secara lengkap dalam konferensi persnya. Jadi ini berkaitan dengan penerimaan oleh bupati, berkaitan dengan pengisian jabatan di lingkungan pemerintah desa," jelas Budi.
Baca juga: Dalam Sehari, 2 Kepala Daerah Kena OTT KPK
Adapun Budi menyebut penyidik KPK juga berhasil menyita uang tunai yang nilainya mencapai miliaran rupiah. Budi mengatakan KPK selanjutnya akan menentukan status hukum dari Sudewo.
Sebagai informasi, Bupati Pati, Sudewo tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT), Selasa (20/1/2026).
Berdasarkan pantauan SindoNews di lokasi, rombongan penyidik KPK yang membawa Sudewo tiba pada pukul 10.34 WIB. Kemudian Sudewo terlihat diturunkan di area lobby utama.
Sudewo tampak mengenakan kemeja berwarna putih dibalut jaket berwarna hitam. Politikus Gerindra itu terlihat hanya terdiam dan enggan memberikan keterangan apapun ke media, ia hanya memberikan gestur salam namaste ke arah awak media.
Selain Sudewo, tampak juga tiga orang lainnya yang ikut diturunkan di area lobby utama. Ketiga orang ini diduga merupakan sosok yang ikut terjaring dalam operasi senyap saat Sudewo ditangkap.
(shf)
Lihat Juga :