Program Desa Sejahtera Astra Tingkatkan Produksi Batik Masyarakat Singkawang
Rabu, 14 Januari 2026 - 20:18 WIB
loading...
Program Desa Sejahtera Astra tingkatkan produksi dan kemandirian batik masyarakat Singkawang, Kalimantan Barat. Foto/istimewa
A
A
A
KALBAR - Program Desa Sejahtera Astra tingkatkan produksi dan kemandirian batik masyarakat Singkawang, Kalimantan Barat. Apalagi aktivitas membatik merupakan sumber penghidupan bagi masyarakat desa.
Di Singkawang, keterampilan membatik telah tumbuh dan dijalankan oleh masyarakat sebagai bagian dari aktivitas ekonomi lokal. Agar manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas dan berkelanjutan diperlukan penguatan pengelolaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pembangunan sistem produksi yang lebih terstruktur.
Sejak 2021, Program Desa Sejahtera Astra hadir mendampingi masyarakat di Singkawang untuk memperkuat sumber daya manusia serta membangun fondasi produksi yang lebih mandiri berbasis potensi lokal.
Baca juga: Dibalut Busana Batik Biru, Pesona Miss World 2025 Opal Suchata Semakin Memikat
“Pendampingan yang dilakukan melalui Desa Sejahtera Astra bertujuan untuk membangun kapasitas masyarakat serta membangun sistem kerja dan produksi yang dikelola secara bersama, sehingga aktivitas ekonomi desa dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Inisiatif di Desa Sejahtera Astra Singkawang diharapkan dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa,” ujar Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro, Rabu (14/1/2026).
Dalam mengembangkan batik di Singkawang, penggerak desa Priska Yeniriatno memiliki peran yang sangat penting. Berangkat dari pengalaman membangun kegiatan membatik secara mandiri, Priska mendorong penguatan sumber daya manusia agar keterampilan membatik tidak berhenti pada individu, melainkan dapat ditransfer, direplikasi, dan dikelola bersama oleh masyarakat.
Baca juga: Batik, Identitas dan Warisan Budaya Indonesia yang Diakui Dunia
Hingga kini, kegiatan membatik berkontribusi pada peningkatan aktivitas produksi masyarakat sebesar 50% dan membuka peluang penghidupan yang lebih berkelanjutan bagi warga Desa Sejahtera Astra Singkawang.
"Bagi saya, dampak yang paling terasa adalah konsistensi warga untuk tetap produktif dalam membatik. Kini, sebagian dari mereka bahkan telah membuka workshop sendiri serta menerima berbagai kegiatan dari luar untuk berbagi pengetahuan tentang batik yang mereka kembangkan. Menurut saya, inilah dampak yang paling luar biasa,” tutur Penggerak Desa Sejahtera Astra Priska Yeniriatno.
Hingga saat ini, program telah melibatkan lebih dari 240 pelaku batik yang tergabung dalam 18 kelompok produksi aktif, serta mendorong tumbuhnya workshop mandiri dan kegiatan edukasi membatik di lingkungan sekitar.
Semangat Astra untuk terus mendukung penguatan masyarakat berbasis potensi lokal melalui Desa Sejahtera Astra sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.
Di Singkawang, keterampilan membatik telah tumbuh dan dijalankan oleh masyarakat sebagai bagian dari aktivitas ekonomi lokal. Agar manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas dan berkelanjutan diperlukan penguatan pengelolaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pembangunan sistem produksi yang lebih terstruktur.
Sejak 2021, Program Desa Sejahtera Astra hadir mendampingi masyarakat di Singkawang untuk memperkuat sumber daya manusia serta membangun fondasi produksi yang lebih mandiri berbasis potensi lokal.
Baca juga: Dibalut Busana Batik Biru, Pesona Miss World 2025 Opal Suchata Semakin Memikat
“Pendampingan yang dilakukan melalui Desa Sejahtera Astra bertujuan untuk membangun kapasitas masyarakat serta membangun sistem kerja dan produksi yang dikelola secara bersama, sehingga aktivitas ekonomi desa dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Inisiatif di Desa Sejahtera Astra Singkawang diharapkan dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa,” ujar Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro, Rabu (14/1/2026).
Dalam mengembangkan batik di Singkawang, penggerak desa Priska Yeniriatno memiliki peran yang sangat penting. Berangkat dari pengalaman membangun kegiatan membatik secara mandiri, Priska mendorong penguatan sumber daya manusia agar keterampilan membatik tidak berhenti pada individu, melainkan dapat ditransfer, direplikasi, dan dikelola bersama oleh masyarakat.
Baca juga: Batik, Identitas dan Warisan Budaya Indonesia yang Diakui Dunia
Hingga kini, kegiatan membatik berkontribusi pada peningkatan aktivitas produksi masyarakat sebesar 50% dan membuka peluang penghidupan yang lebih berkelanjutan bagi warga Desa Sejahtera Astra Singkawang.
"Bagi saya, dampak yang paling terasa adalah konsistensi warga untuk tetap produktif dalam membatik. Kini, sebagian dari mereka bahkan telah membuka workshop sendiri serta menerima berbagai kegiatan dari luar untuk berbagi pengetahuan tentang batik yang mereka kembangkan. Menurut saya, inilah dampak yang paling luar biasa,” tutur Penggerak Desa Sejahtera Astra Priska Yeniriatno.
Hingga saat ini, program telah melibatkan lebih dari 240 pelaku batik yang tergabung dalam 18 kelompok produksi aktif, serta mendorong tumbuhnya workshop mandiri dan kegiatan edukasi membatik di lingkungan sekitar.
Semangat Astra untuk terus mendukung penguatan masyarakat berbasis potensi lokal melalui Desa Sejahtera Astra sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.
(cip)
Lihat Juga :