Selama April 2020, Jatim Mengalami Deflasi 0,12 Persen
Senin, 04 Mei 2020 - 16:06 WIB
loading...
A
A
A
"Dari sebelas kelompok pengeluaran, dua kelompok memberikan sumbangan deflasi, dua kelompok memberi sumbangan inflasi, dan tujuh kelompok tidak mengalami perubahan," ujar Satriyo.
Pakaian dan alas kaki tidak mengalami perubahan indeks dibandingkan dengan indeks bulan Maret 2020 sebesar 102,81. Dari dua subkelompok pada kelompok ini, subkelompok pakaian mengalami inflasi sebesar 0,02 persen dan subkelompok alas kaki mengalami deflasi sebesar 0,11 persen.
Untuk perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, tidak mengalami perubahan indeks dibandingkan dengan indeks bulan Maret 2020 sebesar 102,82. Dari empat subkelompok pada kelompok ini, seluruhnya tidak mengalami perubahan.
Secara rinci, hasil penghitungan angka inflasi di delapan kota IHK di Jatim menunjukkan, inflasi tertinggi terjadi di Banyuwangi yaitu mencapai 0,24 persen. Diikuti Sumenep sebesar 0,15 persen, Kediri sebesar 0,08 persen, dan Probolinggo sebesar 0,05 persen. Kota yang mengalami deflasi yaitu Madiun sebesar 0,19 persen, Surabaya sebesar 0,16 persen, Jember sebesar 0,13 persen, dan Malang sebesar 0,12 persen.
Jika dibandingkan tingkat inflasi tahun kalender (Januari - April) 2020 di 8 kota IHK Jatim sampai dengan bulan April 2020 Sumenep merupakan kota dengan inflasi tahun kalender tertinggi yaitu mencapai 1,24 persen. Sedangkan kota yang mengalami inflasi tahun kalender terendah adalah Malang yang mengalami inflasi sebesar 0,17 persen.
Pakaian dan alas kaki tidak mengalami perubahan indeks dibandingkan dengan indeks bulan Maret 2020 sebesar 102,81. Dari dua subkelompok pada kelompok ini, subkelompok pakaian mengalami inflasi sebesar 0,02 persen dan subkelompok alas kaki mengalami deflasi sebesar 0,11 persen.
Untuk perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, tidak mengalami perubahan indeks dibandingkan dengan indeks bulan Maret 2020 sebesar 102,82. Dari empat subkelompok pada kelompok ini, seluruhnya tidak mengalami perubahan.
Secara rinci, hasil penghitungan angka inflasi di delapan kota IHK di Jatim menunjukkan, inflasi tertinggi terjadi di Banyuwangi yaitu mencapai 0,24 persen. Diikuti Sumenep sebesar 0,15 persen, Kediri sebesar 0,08 persen, dan Probolinggo sebesar 0,05 persen. Kota yang mengalami deflasi yaitu Madiun sebesar 0,19 persen, Surabaya sebesar 0,16 persen, Jember sebesar 0,13 persen, dan Malang sebesar 0,12 persen.
Jika dibandingkan tingkat inflasi tahun kalender (Januari - April) 2020 di 8 kota IHK Jatim sampai dengan bulan April 2020 Sumenep merupakan kota dengan inflasi tahun kalender tertinggi yaitu mencapai 1,24 persen. Sedangkan kota yang mengalami inflasi tahun kalender terendah adalah Malang yang mengalami inflasi sebesar 0,17 persen.
(eyt)
Lihat Juga :