Banjir Rob Rendam Jalan RE Martadinata Jakarta Utara
Sabtu, 03 Januari 2026 - 11:48 WIB
loading...
Banjir rob mengancam pesisir Jakarta Utara imbas adanya air pasang. Bahkan pantauan BPBD DKI Jakarta, saat ini kawasan Jalan RE Martadinata sudah terendam rob. Foto/Ari Sandita
A
A
A
JAKARTA UTARA - Banjir rob mengancam wilayah pesisir Jakarta Utara imbas adanya air pasang. Bahkan pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, saat ini kawasan Jalan RE Martadinata sudah terendam banjir rob.
"BPBD mencatat saat ini terdapat 1 ruas jalan tergenang, yakni Jalan RE Martadinata (Depan JIS), Papanggo, Jakarta Utara dengan ketinggian 15 cm imbas ROB," ujar Kapusdatin BPBD DKI Jakarta, Mohammad Yohan dalam keterangannya, Sabtu (3/1/2026).
Baca juga: Banjir Rob Berpotensi Terjadi hingga 10 Januari 2026, Ini Wilayah Terdampak
Dia menjelaskan, BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah. Selain itu mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan.
Pihaknya bersama dengan para lurah dan camat setempat menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga terdampak. Dia menyebut, genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat.
"Berdasarkan informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok tentang Peringatan Dini Banjir Pesisir (Rob) tanggal 30 Desember 2025 hingga 7 Januari 2026," tuturnya.
Baca juga: Banjir Rob Capai 1 Meter, Bongkar Muat di Pelabuhan Sunda Kelapa Terganggu
Yohan menambahkan, adanya fenomena pasang maksimum air laut bersamaan dengan fenomena fase Bulan Purnama dan Perigee yang berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum berupa banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir utara Jakarta.
Hal tersebut menyebabkan kenaikan Pintu Air Pasar Ikan Bahaya/Siaga 1 pada Sabtu (03/01) pukul 08.00 WIB dan terjadinya beberapa genangan di wilayah DKI Jakarta.
"BPBD mencatat saat ini terdapat 1 ruas jalan tergenang, yakni Jalan RE Martadinata (Depan JIS), Papanggo, Jakarta Utara dengan ketinggian 15 cm imbas ROB," ujar Kapusdatin BPBD DKI Jakarta, Mohammad Yohan dalam keterangannya, Sabtu (3/1/2026).
Baca juga: Banjir Rob Berpotensi Terjadi hingga 10 Januari 2026, Ini Wilayah Terdampak
Dia menjelaskan, BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah. Selain itu mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan.
Pihaknya bersama dengan para lurah dan camat setempat menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga terdampak. Dia menyebut, genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat.
"Berdasarkan informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok tentang Peringatan Dini Banjir Pesisir (Rob) tanggal 30 Desember 2025 hingga 7 Januari 2026," tuturnya.
Baca juga: Banjir Rob Capai 1 Meter, Bongkar Muat di Pelabuhan Sunda Kelapa Terganggu
Yohan menambahkan, adanya fenomena pasang maksimum air laut bersamaan dengan fenomena fase Bulan Purnama dan Perigee yang berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum berupa banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir utara Jakarta.
Hal tersebut menyebabkan kenaikan Pintu Air Pasar Ikan Bahaya/Siaga 1 pada Sabtu (03/01) pukul 08.00 WIB dan terjadinya beberapa genangan di wilayah DKI Jakarta.
(shf)
Lihat Juga :