Kemendukbangga/BKKBN Kerahkan TPK Atasi Trauma Keluarga Terdampak Bencana Sumatera
Rabu, 31 Desember 2025 - 07:28 WIB
loading...
A
A
A
“Maka, kita hadir untuk memastikan anak-anak jangan mengalami trauma. Perempuan jangan mengalami trauma. Lansia juga jangan mengalami trauma. Karena siapapun, anak-anak ini bagian dari masa depan kita.”
Baca juga: 25 Mayjen TNI Dimutasi Jelang Akhir 2025, Ini Daftar Lengkapnya
Menurut Wihaji, Tim Pendamping Keluarga (TPK) dihadapkan pada situasi cukup kompleks pada upaya pemulihan trauma pasca bencana ini. Di satu sisi ada sebagian TPK yang juga terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor, namun di sisi lain sebagai relawan keluarga, kiprah TPK bersama Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) juga menjadi bukti negara hadir pada rehabilitasi psikologis pasca trauma.
Menteri Wihaji menginstruksikan kepada Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, BKKBN Sumatera Utara dan BKKBN Sumatera Barat untuk mendata dan membantu TPK yang terkena bencana serta menggerakkan para TPK yang lebih aman dari bencana untuk memberikan uluran tangan memulihkan psikis korban bencana di sekitarnya.
TPK pula yang paling mengerti, perlakuan seperti apa yang cocok diterapkan untuk mengurangi luka batin masyarakat di wilayahnya.
“Tentu kita akan menyesuaikan. Aceh, Sumatera Utara, Sumbar, tentu traumanya juga beda-beda, kelasnya juga beda-beda, peristiwanya juga beda-beda. Artinya metode trauma healing disesuaikan dengan sebab dan lokasi serta budaya di masing-masing tempat,” ucapnya.
Baca juga: 25 Mayjen TNI Dimutasi Jelang Akhir 2025, Ini Daftar Lengkapnya
Menurut Wihaji, Tim Pendamping Keluarga (TPK) dihadapkan pada situasi cukup kompleks pada upaya pemulihan trauma pasca bencana ini. Di satu sisi ada sebagian TPK yang juga terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor, namun di sisi lain sebagai relawan keluarga, kiprah TPK bersama Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) juga menjadi bukti negara hadir pada rehabilitasi psikologis pasca trauma.
Menteri Wihaji menginstruksikan kepada Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, BKKBN Sumatera Utara dan BKKBN Sumatera Barat untuk mendata dan membantu TPK yang terkena bencana serta menggerakkan para TPK yang lebih aman dari bencana untuk memberikan uluran tangan memulihkan psikis korban bencana di sekitarnya.
TPK pula yang paling mengerti, perlakuan seperti apa yang cocok diterapkan untuk mengurangi luka batin masyarakat di wilayahnya.
“Tentu kita akan menyesuaikan. Aceh, Sumatera Utara, Sumbar, tentu traumanya juga beda-beda, kelasnya juga beda-beda, peristiwanya juga beda-beda. Artinya metode trauma healing disesuaikan dengan sebab dan lokasi serta budaya di masing-masing tempat,” ucapnya.
Lihat Juga :