Sejumlah Daerah Dilanda Banjir Imbas Hujan Ekstrem
Minggu, 28 Desember 2025 - 18:46 WIB
loading...
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah daerah di Indonesia dilanda banjir akibat cuaca ekstrem. Foto: Ist
A
A
A
GARUT - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah daerah dilanda banjir akibat cuaca ekstrem. Laporan pertama yang tercatat hujan ekstrem melanda Kabupaten Garut, Sabtu (27/12/2025).
Kondisi ini diawali dengan hujan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang. Sedikitnya 17 rumah di dua desa di Kecamatan Kadungora yaitu Desa Cikembulan dan Desa Neglasari terdampak. Kejadian ini juga mengakibatkan 22 Kepala Keluarga (KK) atau 73 jiwa terdampak.
Baca juga: Menelusuri Akar Masalah Banjir Sumatera: Sawit, Tambang, atau Kertas?
"BPBD Kabupaten Garut menerjunkan tim untuk meninjau lokasi terdampak dan melakukan assessment tingkat kerusakan rumah yang terdampak. Selain itu, BPBD juga membantu warga membersihkan material runtuhan atap rumah pascakejadian," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari (Aam), Minggu (28/12/2025).
Kemudian, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) dilanda banjir pada Sabtu (27/12/2025) setelah dipicu hujan deras. Akibat peristiwa ini sebanyak 386 KK di Desa Persiapan Awang, Kecamatan Pujut terdampak.
Di Kalimantan Selatan, banjir melanda 4 kabupaten dan kota di waktu yang hampir bersamaan. Peristiwa pertama terjadi di Kabupaten Balangan setelah hujan mengguyur, Jumat (26/12/2025) mengakibatkan meluapnya air sungai dan menggenangi permukiman warga.
"Ketinggian muka air yang mencapai satu meter ini berdampak di tiga kecamatan yakni Tebing Tinggi, delapan desa di Kecamatan Awayan, dan tiga desa di Kecamatan Halong. Sebanyak 102 KK atau 264 jiwa terdampak. Banjir juga merendam dua akses jalan penghubung antardesa," katanya.
Kabupaten lainnya di Kalsel yang dilanda banjir yakni Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Sabtu (27/12/2025). Akibat banjir ini 4 kelurahan dan 3 desa di Kecamatan Kandangan dan Kecamatan Loksado terdampak.
“Berdasarkan pendataan yang dilakukan BPBD setempat sebanyak 2.946 rumah di dua kecamatan terdampak," ucapnya.
Banjir juga melanda Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Jumat (26/12/2025). Banjir dipicu kenaikan debit air di beberapa sungai wilayah setempat akibat hujan dengan intensitas tinggi. Hal ini membuat permukiman warga yang berada dekat bantaran sungai terendam banjir dengan tinggi muka air mulai dari 1-2 meter. "Sebanyak 283 KK atau 785 jiwa di delapan desa dari empat kecamatan terdampak," kata Aam.
Masih di Kalimantan Selatan, banjir melanda Kota Banjarbaru akibat luapan air sungai. Akibatnya permukiman warga di Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka terdampak. Sebanyak 96 KK atau 131 jiwa terdampak.
Kondisi ini diawali dengan hujan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang. Sedikitnya 17 rumah di dua desa di Kecamatan Kadungora yaitu Desa Cikembulan dan Desa Neglasari terdampak. Kejadian ini juga mengakibatkan 22 Kepala Keluarga (KK) atau 73 jiwa terdampak.
Baca juga: Menelusuri Akar Masalah Banjir Sumatera: Sawit, Tambang, atau Kertas?
"BPBD Kabupaten Garut menerjunkan tim untuk meninjau lokasi terdampak dan melakukan assessment tingkat kerusakan rumah yang terdampak. Selain itu, BPBD juga membantu warga membersihkan material runtuhan atap rumah pascakejadian," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari (Aam), Minggu (28/12/2025).
Kemudian, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) dilanda banjir pada Sabtu (27/12/2025) setelah dipicu hujan deras. Akibat peristiwa ini sebanyak 386 KK di Desa Persiapan Awang, Kecamatan Pujut terdampak.
Di Kalimantan Selatan, banjir melanda 4 kabupaten dan kota di waktu yang hampir bersamaan. Peristiwa pertama terjadi di Kabupaten Balangan setelah hujan mengguyur, Jumat (26/12/2025) mengakibatkan meluapnya air sungai dan menggenangi permukiman warga.
"Ketinggian muka air yang mencapai satu meter ini berdampak di tiga kecamatan yakni Tebing Tinggi, delapan desa di Kecamatan Awayan, dan tiga desa di Kecamatan Halong. Sebanyak 102 KK atau 264 jiwa terdampak. Banjir juga merendam dua akses jalan penghubung antardesa," katanya.
Kabupaten lainnya di Kalsel yang dilanda banjir yakni Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Sabtu (27/12/2025). Akibat banjir ini 4 kelurahan dan 3 desa di Kecamatan Kandangan dan Kecamatan Loksado terdampak.
“Berdasarkan pendataan yang dilakukan BPBD setempat sebanyak 2.946 rumah di dua kecamatan terdampak," ucapnya.
Banjir juga melanda Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Jumat (26/12/2025). Banjir dipicu kenaikan debit air di beberapa sungai wilayah setempat akibat hujan dengan intensitas tinggi. Hal ini membuat permukiman warga yang berada dekat bantaran sungai terendam banjir dengan tinggi muka air mulai dari 1-2 meter. "Sebanyak 283 KK atau 785 jiwa di delapan desa dari empat kecamatan terdampak," kata Aam.
Masih di Kalimantan Selatan, banjir melanda Kota Banjarbaru akibat luapan air sungai. Akibatnya permukiman warga di Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka terdampak. Sebanyak 96 KK atau 131 jiwa terdampak.
(jon)
Lihat Juga :