Bahan Bakar Nabati Karya Anak Bangsa Bakal Dipasarkan di Timor Leste, Bobibos Siap Produksi Massal
Minggu, 28 Desember 2025 - 16:33 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai kader Gerindra, ia berkata, komunikasi dengan Presiden Prabowo tidak dilakukan secara personal, melainkan mengikuti mekanisme dua fungsi, yakni partai dan legislasi. Menurutnya, langkah tersebut penting agar tidak menimbulkan kesan melampaui kewenangan.
Lebih lanjut, ia mengatakan, Timor Leste menjadi negara pertama yang secara konkret merealisasikan penggunaan Bobibos. Setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU), Bobibos dan mitra di Timor-Leste langsung menyusun perjanjian kerja sama lanjutan berupa rencana aksi, kerangka waktu, penanggung jawab, hingga kebutuhan produksi.
Baca juga: Setara dengan Pertamax Turbo, Ini Fakta Ilmiah Bobibos BBM Buatan Jonggol
Bahkan, Pemerintah Timor Leste juga memberikan dukungan penuh berupa fasilitas pabrik serta lahan bahan baku seluas 25.000 hektare. Untuk tahap awal, sekitar 5.700 hektare telah disiapkan. Kapasitas produksi masih dalam tahap pembahasan karena bergantung pada volume yang diinginkan, ketersediaan bahan baku, serta pembangunan mesin produksi di lokasi.
"Target kami paling lambat Februari sudah produksi, tapi kami upayakan Januari sudah mulai. Produksi perdana akan diluncurkan langsung oleh pemerintah Timor-Leste," terang Mulyadi.
Lebih lanjut, ia mengatakan, Timor Leste menjadi negara pertama yang secara konkret merealisasikan penggunaan Bobibos. Setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU), Bobibos dan mitra di Timor-Leste langsung menyusun perjanjian kerja sama lanjutan berupa rencana aksi, kerangka waktu, penanggung jawab, hingga kebutuhan produksi.
Baca juga: Setara dengan Pertamax Turbo, Ini Fakta Ilmiah Bobibos BBM Buatan Jonggol
Bahkan, Pemerintah Timor Leste juga memberikan dukungan penuh berupa fasilitas pabrik serta lahan bahan baku seluas 25.000 hektare. Untuk tahap awal, sekitar 5.700 hektare telah disiapkan. Kapasitas produksi masih dalam tahap pembahasan karena bergantung pada volume yang diinginkan, ketersediaan bahan baku, serta pembangunan mesin produksi di lokasi.
"Target kami paling lambat Februari sudah produksi, tapi kami upayakan Januari sudah mulai. Produksi perdana akan diluncurkan langsung oleh pemerintah Timor-Leste," terang Mulyadi.
Lihat Juga :