Suhu Ekstrem di Surabaya Diprediksi Berlanjut, Ruang Publik Didorong Miliki Mitigasi Panas

Kamis, 18 Desember 2025 - 21:04 WIB
loading...
Suhu Ekstrem di Surabaya...
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, hadir bersama Konsul Jenderal Jepang Takonai Susumu dalam peresmian Balai Warga RW 04 Ketandan. Foto/Dok. SindoNews
A A A
SURABAYA - Kota Surabaya menjadi salah satu yang paling rentan terhadap dampak panas ekstrem dengan suhu harian yang kerap 34–36°C di musim kemarau. Panas ini terjadi akibat terjadinya kelembaban tinggi.

Menurut Profesor Riset Bidang Iklim dan Cuaca Ekstrem Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN Prof. Erma Yulihastin, panas ekstrem di wilayah Surabaya berpotensi terus berlanjut. Hal tersebut merujuk pada hasil riset terkait kenaikan suhu maksimum di kawasan Surabaya Raya meliputi Surabaya, Gresik, Lamongan, Sidoarjo, Mojokerto, dan Bangkalan, yang diproyeksikan dapat mencapai kenaikan hingga ≥5°C dalam periode tertentu. Gelombang panas yang melanda Surabaya tidak hanya berdampak pada kondisi fisik masyarakat, tetapi juga pada aspek psikologis.

Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Surabaya, Marini menyebutkan, paparan suhu udara yang tinggi memiliki korelasi dengan meningkatnya tingkat stres, kelelahan emosional, hingga agresivitas, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi produktivitas dan kualitas interaksi sosial masyarakat.

Menanggapi risiko panas ekstrem beserta dampaknya terhadap kenyamanan dan produktivitas warga, PT Daikin Airconditioning Indonesia (DAIKIN) memandang perlunya kehadiran ruang komunal yang lebih adaptif terhadap iklim.

Hal ini yang kemudian menjadi landasan DAIKIN dalam mendukung renovasi Balai Warga RW 04 Kampung Ketandan, Surabaya pada awal bulan Desember lalu, terutama di tengah keterbatasan fasilitas publik yang memiliki fitur mitigasi panas.

Renovasi balai warga ini merupakan hasil kolaborasi antara DAIKIN, Center for Southeast Asian Studies (CSEAS) Kyoto University Jepang, dan Operations for Habitat Studies (OHS) untuk menciptakan contoh ruang publik yang mampu memperkuat ketahanan warga terhadap cuaca panas ekstrem.

Direktur PT Daikin Airconditioning Indonesia dan PT Daikin Industries Indonesia Budi Mulia menjelaskan, melalui renovasi Balai Warga RW 04 Ketandan ini, DAIKIN berupaya mengembangkan teknik pendinginan yang lebih sesuai dengan karakter bangunan dan pola penggunaan AC di Asia Tenggara.

“Inisiatif ini kami wujudkan melalui balai warga yang dirancang sebagai ruang aman menghadapi panas ekstrem sekaligus contoh nyata bagaimana desain publik dapat membantu masyarakat beradaptasi terhadap perubahan iklim,” ujar Budi.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, yang hadir bersama Konsul Jenderal Jepang Takonai Susumu dalam peresmian Balai Warga RW 04 Ketandan, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi lintas lembaga tersebut. Menurutnya, inisiatif ini tidak hanya relevan untuk menjawab tantangan iklim di Surabaya, tetapi juga membuka ruang baru bagi warga Ketandan untuk berkegiatan, mulai dari seni hingga pengembangan produk UMKM lokal.

Emil juga menyoroti salah satu fitur baru hasil renovasi, yakni sistem prabayar penggunaan AC melalui aplikasi khusus. Melalui aplikasi ini, warga dapat memilih durasi pemakaian AC dan melakukan pembayaran secara mandiri, di mana dana yang terkumpul akan masuk pada kas RW untuk menutup biaya listrik dan perawatan rutin.

“Model ini bukan sekadar inovasi teknis, tetapi mencerminkan semangat gotong-royong. Warga bisa menikmati kenyamanan ruangan sekaligus turut menjaga keberlanjutan operasional balai warga,” ujarnya.

Renovasi dilakukan dengan menggabungkan teknologi pendinginan pasif dan aktif. Pendinginan pasif diterapkan melalui penempatan ventilasi dan peninggian atap untuk mengalirkan udara sejuk sekaligus mendorong udara panas ke bagian atas bangunan, yang kemudian diperkuat dengan exhaust untuk membantu pembuangan udara panas. “Sirkulasi udara yang lebih baik ini bertujuan menjaga kenyamanan ruang meski tanpa bantuan teknologi pendinginan,” tambah Budi.

Sementara itu, pendinginan aktif diwujudkan melalui pemasangan AC DAIKIN pada dua ruang balai warga, yang masing-masing mampu menampung empat hingga delapan orang. Kedua ruangan ini juga dapat digabungkan untuk kegiatan yang membutuhkan area lebih luas.

DAIKIN merancang ruangan tersebut sebagai bagian dari riset penggunaan energi, dengan perbandingan langsung antara AC inverter dan non-inverter melalui pengoperasian bergantian dalam periode tertentu.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak berharap Balai Warga RW 04 Ketandan dapat menjadi percontohan bagi pengembangan ruang publik yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim. “Kami berharap balai warga ini dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak komunitas di daerah lain,” ujar Emil.

Sejalan dengan harapan tersebut, Direktur PT Daikin Airconditioning Indonesia dan PT Daikin Industries Indonesia Budi Mulia, menyampaikan bahwa DAIKIN terbuka untuk mendorong lahirnya lebih banyak inisiatif serupa di tingkat komunitas.

“Kami berharap apa yang diterapkan di Balai Warga RW 04 Ketandan ini dapat menginspirasi komunitas lain untuk mulai memikirkan mitigasi panas di ruang publik mereka. DAIKIN siap mendukung dan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan lokal, mulai dari tokoh masyarakat hingga pemerintah daerah, untuk menghadirkan ruang-ruang komunal yang lebih aman, nyaman, dan adaptif terhadap suhu ekstrem,” tuturnya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BMKG Peringatkan Siklon...
BMKG Peringatkan Siklon Tropis Mekkhala Menguat, Wilayah Ini Berpotensi Diterjang Gelombang Tinggi
BMKG: Indonesia Bagian...
BMKG: Indonesia Bagian Selatan Makin Kering, Musim Kemarau Meluas
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
BMKG Sebut Siklon Tropis...
BMKG Sebut Siklon Tropis Jangmi Menguat, Ini Dampak Cuacanya bagi Indonesia
Siklon Tropis Jangmi...
Siklon Tropis Jangmi Terdeteksi, BMKG: Picu Potensi Hujan Lebat di Sebagian Indonesia
Pakar ITB Sebut Cuaca...
Pakar ITB Sebut Cuaca Berperan Besar dalam Blackout Sumatera
Piala Dunia 2026 Masuk...
Piala Dunia 2026 Masuk Zona Bahaya
Pesawat Ini 2 Kali Gagal...
Pesawat Ini 2 Kali Gagal Mendarat di Bandara Puncak Gunung, Penumpang Menangis dan Pingsan
Cuaca Ekstrem, Jemaah...
Cuaca Ekstrem, Jemaah Haji Indonesia Diimbau Tak Lempar Jumrah Pukul 10.00-14.00
Rekomendasi
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Kejaksaan Kabulkan Penangguhan...
Kejaksaan Kabulkan Penangguhan Penahanan, Dokter Tifa: Kebenaran Tak Padam di Negara Kita
Ade Darmawan Yakin Jokowi...
Ade Darmawan Yakin Jokowi Kecewa Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Kejari Jaksel
Berita Terkini
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
7 Tahun Warga Mengungsi,...
7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bersama Ewindo Perkuat Pengembangan Pertanian Perkotaan
Tak Punya Izin, DPRD...
Tak Punya Izin, DPRD Kota Bogor Desak Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
Diresmikan Pramono dan...
Diresmikan Pramono dan Dudy, Stasiun JIS Resmi Beroperasi
Sahroni Desak Polisi...
Sahroni Desak Polisi Tangkap Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Wanita di Bandung: Hukum Berat!
Infografis
Orang Asing Pemegang...
Orang Asing Pemegang Golden Visa Bisa Miliki Tanah di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved