Kongres IAP Jakarta, Direktur BPODT Raja Malem Tarigan Terima Anugerah Karyanagara
Rabu, 17 Desember 2025 - 18:57 WIB
loading...
Direktur IPKK Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Raja Malem Tarigan mendapatkan Anugerah Karyanagara dari Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Jakarta. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Jakarta memberikan penghargaan Anugerah Karyanagara kepada Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan (IPKK) Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Raja Malem Tarigan. Penghargaan diberikan dalam Kongres IAP DKI Jakarta yang digelar di Universitas Tarumanagara, Jakarta, Selasa (16/12/2025) yang mengangkat tema “Jakarta 500: Planning the Global Future.”
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Raja Malem Tarigan dalam bidang perencanaan wilayah dan kota. Sekaligus dedikasinya dalam penguatan organisasi dan profesi perencana melalui IAP.
Sebagai Direktur di BPODT, Raja Malem Tarigan bertanggung jawab terhadap implementasi masterplan Toba Caldera Resort (Kawasan otorita BPODT), perumusan strategi investasi pariwisata, pengembangan kawasan, serta pengelolaan dan optimalisasi aset di kawasan otorita Danau Toba . Pendekatan yang diterapkan menekankan keterpaduan antara tata ruang, pengembangan properti, investasi, dan prinsip keberlanjutan. Baca juga: Kongres IAP Jakarta 2025, Mewujudkan Kota Global di Usia 500 Tahun
Menanggapi penghargaan tersebut, Raja Malem Tarigan menegaskan pentingnya peran perencanaan dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan. “Perencanaan bukan sekadar menyusun dokumen, tetapi memastikan setiap kebijakan, investasi, dan pemanfaatan aset publik benar-benar memberi nilai tambah jangka panjang bagi masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam pengembangan kota dan kawasan. Perencana harus mampu menjembatani kepentingan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. ”Tanpa kolaborasi, perencanaan tidak akan efektif menjawab tantangan urban yang semakin kompleks,” ujarnya.
Raja Malem Tarigan memiliki latar belakang sebagai alumni Perencanaan Wilayah dan Kota (Planologi) Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2002. Ia memiliki keahlian di bidang perencanaan wilayah dan kota, pengembangan properti, optimalisasi aset, serta investasi kawasan.
Selain berkiprah di pemerintahan, ia juga aktif dalam organisasi profesi. Di lingkungan Ikatan Ahli Perencanaan (IAP), ia memiliki rekam jejak panjang, antara lain pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal IAP DKI Jakarta selama dua periode, yaitu periode Tahun 2016-2019 dan 2019-2022, dan saat ini merupakan Pengurus Nasional IAP.
Dalam bidang Realestat Raja Malem juga merupakan Wasekjen DPP REI Periode 2023 - 2027. Dalam lingkup internasional Raja Malem Tarigan aktif dalam jejaring profesional internasional EAROPH (Eastern Regional Organization for Planning and Housing).
Baca juga: Indonesia Promosikan Pariwisata Danau Toba di Dubai Business Forum 2025
Tema kongres “Jakarta 500: Planning the Global Future” dipilih sebagai refleksi atas momentum peringatan 500 tahun Jakarta pada 2027. Forum ini menekankan pentingnya perencanaan jangka panjang yang adaptif dalam menghadapi transformasi ekonomi, urbanisasi, perubahan iklim, dan dinamika global.
Memasuki usia lima abad pada 2027, Jakarta menargetkan penguatan posisinya sebagai kota global dan masuk dalam Top 50 kota global dunia. Transformasi tersebut diarahkan pada penguatan peran Jakarta sebagai kota jasa, pusat ekonomi kreatif, dan peningkatan kualitas hidup perkotaan. Perencanaan wilayah dan kota dipandang sebagai fondasi utama untuk memastikan proses transformasi berjalan inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Raja Malem Tarigan dalam bidang perencanaan wilayah dan kota. Sekaligus dedikasinya dalam penguatan organisasi dan profesi perencana melalui IAP.
Sebagai Direktur di BPODT, Raja Malem Tarigan bertanggung jawab terhadap implementasi masterplan Toba Caldera Resort (Kawasan otorita BPODT), perumusan strategi investasi pariwisata, pengembangan kawasan, serta pengelolaan dan optimalisasi aset di kawasan otorita Danau Toba . Pendekatan yang diterapkan menekankan keterpaduan antara tata ruang, pengembangan properti, investasi, dan prinsip keberlanjutan. Baca juga: Kongres IAP Jakarta 2025, Mewujudkan Kota Global di Usia 500 Tahun
Menanggapi penghargaan tersebut, Raja Malem Tarigan menegaskan pentingnya peran perencanaan dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan. “Perencanaan bukan sekadar menyusun dokumen, tetapi memastikan setiap kebijakan, investasi, dan pemanfaatan aset publik benar-benar memberi nilai tambah jangka panjang bagi masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam pengembangan kota dan kawasan. Perencana harus mampu menjembatani kepentingan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. ”Tanpa kolaborasi, perencanaan tidak akan efektif menjawab tantangan urban yang semakin kompleks,” ujarnya.
Raja Malem Tarigan memiliki latar belakang sebagai alumni Perencanaan Wilayah dan Kota (Planologi) Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2002. Ia memiliki keahlian di bidang perencanaan wilayah dan kota, pengembangan properti, optimalisasi aset, serta investasi kawasan.
Selain berkiprah di pemerintahan, ia juga aktif dalam organisasi profesi. Di lingkungan Ikatan Ahli Perencanaan (IAP), ia memiliki rekam jejak panjang, antara lain pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal IAP DKI Jakarta selama dua periode, yaitu periode Tahun 2016-2019 dan 2019-2022, dan saat ini merupakan Pengurus Nasional IAP.
Dalam bidang Realestat Raja Malem juga merupakan Wasekjen DPP REI Periode 2023 - 2027. Dalam lingkup internasional Raja Malem Tarigan aktif dalam jejaring profesional internasional EAROPH (Eastern Regional Organization for Planning and Housing).
Baca juga: Indonesia Promosikan Pariwisata Danau Toba di Dubai Business Forum 2025
Tema kongres “Jakarta 500: Planning the Global Future” dipilih sebagai refleksi atas momentum peringatan 500 tahun Jakarta pada 2027. Forum ini menekankan pentingnya perencanaan jangka panjang yang adaptif dalam menghadapi transformasi ekonomi, urbanisasi, perubahan iklim, dan dinamika global.
Memasuki usia lima abad pada 2027, Jakarta menargetkan penguatan posisinya sebagai kota global dan masuk dalam Top 50 kota global dunia. Transformasi tersebut diarahkan pada penguatan peran Jakarta sebagai kota jasa, pusat ekonomi kreatif, dan peningkatan kualitas hidup perkotaan. Perencanaan wilayah dan kota dipandang sebagai fondasi utama untuk memastikan proses transformasi berjalan inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
(poe)
Lihat Juga :