Nataru, Dishub Jakarta Siagakan 2.500 Personel Jaga Terminal hingga Tempat Wisata
Rabu, 17 Desember 2025 - 14:17 WIB
loading...
Perayaan pergantian tahun 2024 ke 2025 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur. Foto/Dok SindoNews/Aldhi Chandra
A
A
A
JAKARTA - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengerahkan 2.500 personel untuk mengamankan mobilitas masyarakat selama masa Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Pengamanan difokuskan di terminal angkutan umum hingga kawasan wisata yang diprediksi ramai pengunjung.
Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo menyebutkan, ribuan personel itu disiagakan di darat maupun di laut. Untuk pelayanan transportasi laut, Dishub DKI Jakarta melakukan pengamanan dan pengaturan perjalanan menuju Kepulauan Seribu.
"Total kita kerahkan 2.500 personel. Jadi terkait dengan pengaturan di laut tentu pelayanan ke masyarakat Pulau Seribu. Juga di darat ada terminal, kita ada 4 terminal utama dan 3 terminal bantuan," kata Syafrin kepada wartawan, Rabu (17/12/2025).
Baca Juga: Jelang Nataru 2026, Dharma Jaya Pastikan Stok Daging di Jakarta
Syafrin menjelaskan, pihaknya menyiapkan empat terminal utama dan tiga terminal bantuan untuk melayani pergerakan masyarakat keluar dan masuk Jakarta selama Nataru.
"Terminal utamanya itu ada di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Kalideres, dan Terminal Tanjung Priok. Sementara terminal bantuannya itu ada Terminal Muara Angke,” ujarnya.
Baca Juga: Bansos Pakai DTSEN, Komisi IV Kota Bogor Minta Penyaluran Tepat Sasaran
Selain itu, ada Terminal Grogol dan Terminal Lebak Bulus. "Tentu kita harapkan dengan keberadaan terminal ini, tiga terminal bantuan untuk pergerakan masyarakat dari dan keluar Jakarta ini bisa terfasilitasi dengan baik."
Selain terminal, lanjut dia, pengamanan juga difokuskan di sejumlah lokasi wisata yang diperkirakan dipadati pengunjung. Dishub DKI Jakarta menyiapkan manajemen dan rekayasa lalu lintas di kawasan Ragunan, Monas, Ancol, Pantai Indah Kapuk (PIK), Setu Babakan, Kota Tua, hingga Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
"Jadi tentu Taman Mini juga kita sudah koordinasikan untuk bagaimana pengaturan lalu lintasnya apabila terjadi crowd terkait dengan kunjungan masyarakat ke lokasi-lokasi wisata ini," katanya.
Syafrin menambahkan, pihaknya menyiagakan 80 unit derek, 46 mobil patroli, serta dua unit kendaraan VMS mobile untuk memberikan informasi lalu lintas kepada masyarakat secara langsung di lapangan.
Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo menyebutkan, ribuan personel itu disiagakan di darat maupun di laut. Untuk pelayanan transportasi laut, Dishub DKI Jakarta melakukan pengamanan dan pengaturan perjalanan menuju Kepulauan Seribu.
"Total kita kerahkan 2.500 personel. Jadi terkait dengan pengaturan di laut tentu pelayanan ke masyarakat Pulau Seribu. Juga di darat ada terminal, kita ada 4 terminal utama dan 3 terminal bantuan," kata Syafrin kepada wartawan, Rabu (17/12/2025).
Baca Juga: Jelang Nataru 2026, Dharma Jaya Pastikan Stok Daging di Jakarta
Syafrin menjelaskan, pihaknya menyiapkan empat terminal utama dan tiga terminal bantuan untuk melayani pergerakan masyarakat keluar dan masuk Jakarta selama Nataru.
"Terminal utamanya itu ada di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Kalideres, dan Terminal Tanjung Priok. Sementara terminal bantuannya itu ada Terminal Muara Angke,” ujarnya.
Baca Juga: Bansos Pakai DTSEN, Komisi IV Kota Bogor Minta Penyaluran Tepat Sasaran
Selain itu, ada Terminal Grogol dan Terminal Lebak Bulus. "Tentu kita harapkan dengan keberadaan terminal ini, tiga terminal bantuan untuk pergerakan masyarakat dari dan keluar Jakarta ini bisa terfasilitasi dengan baik."
Selain terminal, lanjut dia, pengamanan juga difokuskan di sejumlah lokasi wisata yang diperkirakan dipadati pengunjung. Dishub DKI Jakarta menyiapkan manajemen dan rekayasa lalu lintas di kawasan Ragunan, Monas, Ancol, Pantai Indah Kapuk (PIK), Setu Babakan, Kota Tua, hingga Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
"Jadi tentu Taman Mini juga kita sudah koordinasikan untuk bagaimana pengaturan lalu lintasnya apabila terjadi crowd terkait dengan kunjungan masyarakat ke lokasi-lokasi wisata ini," katanya.
Syafrin menambahkan, pihaknya menyiagakan 80 unit derek, 46 mobil patroli, serta dua unit kendaraan VMS mobile untuk memberikan informasi lalu lintas kepada masyarakat secara langsung di lapangan.
(zik)
Lihat Juga :