Pemulihan Akses dan Penanganan Banjir dan Longsor di Sumut Dipercepat
Rabu, 17 Desember 2025 - 06:14 WIB
loading...
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) membantu menekan curah hujan di wilayah terdampak banjir–longsor Sumatera Utara, Selasa (16/12/2025). Foto/BNPB
A
A
A
SILANGIT - Penanganan darurat bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut) masih terus berlangsung, Selasa (16/12/2025). Upaya percepatan dilakukan pada operasi pencarian dan pertolongan korban, pemulihan akses dan infrastruktur terdampak, serta distribusi bantuan dan penanganan pengungsi.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, dampak bencana di beberapa kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Utara masih cukup besar. “Data terbaru mencatat adanya penambahan 5 korban meninggal dunia di Kabupaten Tapanuli Tengah, sehingga total korban meninggal dunia mencapai 360 jiwa,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/12/2025).
Selain korban jiwa, kata dia, bencana juga mengakibatkan warga harus mengungsi. Jumlah pengungsi tercatat sebanyak 21.579 jiwa, dengan konsentrasi terbesar berada di Kabupaten Tapanuli Tengah sebanyak 10.887 jiwa dan Kabupaten Tapanuli Selatan sebanyak 5.197 jiwa.
Baca juga: Prabowo Izinkan 125.000 Baju Reject Batal Ekspor Disalurkan untuk Korban Bencana
Dia menuturkan, seiring dengan proses pendataan yang terus dilakukan, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) masih berlangsung di empat sektor prioritas, meliputi Kecamatan Sibabangun dan Aloban Bair di Kabupaten Tapanuli Tengah, Desa Garoga Kecamatan Batang Toru di Kabupaten Tapanuli Selatan, serta wilayah Pancuran Gerobak di Kota Sibolga.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, dampak bencana di beberapa kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Utara masih cukup besar. “Data terbaru mencatat adanya penambahan 5 korban meninggal dunia di Kabupaten Tapanuli Tengah, sehingga total korban meninggal dunia mencapai 360 jiwa,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/12/2025).
Selain korban jiwa, kata dia, bencana juga mengakibatkan warga harus mengungsi. Jumlah pengungsi tercatat sebanyak 21.579 jiwa, dengan konsentrasi terbesar berada di Kabupaten Tapanuli Tengah sebanyak 10.887 jiwa dan Kabupaten Tapanuli Selatan sebanyak 5.197 jiwa.
Baca juga: Prabowo Izinkan 125.000 Baju Reject Batal Ekspor Disalurkan untuk Korban Bencana
Dia menuturkan, seiring dengan proses pendataan yang terus dilakukan, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) masih berlangsung di empat sektor prioritas, meliputi Kecamatan Sibabangun dan Aloban Bair di Kabupaten Tapanuli Tengah, Desa Garoga Kecamatan Batang Toru di Kabupaten Tapanuli Selatan, serta wilayah Pancuran Gerobak di Kota Sibolga.
Lihat Juga :