Banjir dan Longsor Sumatera Berdampak ke Area Pemakaman, Sejumlah Jasad Ditemukan Tim Pencarian
Senin, 15 Desember 2025 - 05:32 WIB
loading...
Banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumut dan Sumbar juga berdampak pada area pemakaman. Tim pencarian bahkan mengevakuasi jasad di lokasi tersebut. Foto/Dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Bencana alam banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) juga berdampak pada area pemakaman. Tim pencarian bahkan mengevakuasi jasad di lokasi tersebut dan tercatat sebagai korban jiwa dalam musibah banjir.
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari menegaskan bahwa jasad yang dievakuasi di tempat peristirahatan terakhir itu telah meninggal dunia sebelum musibah banjir.
Baca juga: Update Korban Bencana Sumatera, 1.016 Korban Meninggal Dunia dan 212 Masih Hilang
"Karena ada beberapa situasi seperti yang kemarin kami sampaikan banjir dan longsor juga berdampak di area pemakaman. Ini kemudian diidentifikasi beberapa korban yang sebelumnya sudah meninggal, tetapi karena area pemakaman terdampak kemudian jasadnya ditemukan oleh tim gabungan pencarian," ucap Abdul Muhari yang akrab disapa Aam dalam konferensi pers, dikutip Senin (15/12/2025).
Aam menyampaikan bahwa tim gabungan berhasil mengevakuasi 10 jasad akibat bencana banjir ini. Dengan bertambahnya 10 jasad, total korban meninggal dunia bencana banjir di Aceh, Sumut dan Sumbar tembus 1.016 jiwa.
"Untuk per hari ini hasil pencarian dan pertolongan ini bertambah 10 jasad yang ditemukan khususnya itu ada di Aceh 9 dan 1 Kabupaten Agam. Sehingga total yang kemarin rekapitulasi jumlah ditiga Provinsi itu 1.006 jiwa hari ini bertambah 10 menjadi 1.016 jiwa," kata Abdul.
Dia menambahkan bahwa jumlah korban hilang akibat musibah itu kini berjumlah 212 orang. Dia menyampaikan perbedaan data korban hilang terjadi karena pencatatan bersifat dinamis.
Baca juga: Prabowo Pastikan Penanganan Bencana Sumatera Dipercepat, TNI-Polri Jadi Garda Terdepan
"Untuk data korban hilang ini kemarin 217 saat ini 212, kenapa tidak sinkron kalau yang meninggalnya itu ada, bertambah 10 harusnya yang hilang berkurang 10," ucapnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, data korban hilang tidak semata-mata berdasarkan temuan terbaru di lapangan. Namun juga hasil pembaruan identifikasi korban yang sebelumnya sudah ditemukan.
"Data dari korban hilang ini tidak mesti dari data yang ditemukan di lapangan tetapi juga data penambahan identifikasi dari korban yang sebelumnya sudah ditemukan kemudian dikonfirmasi ternyata misalkan ternyata bukan dari warga kabupaten A pindah ke kabupaten B," katanya.
Sementara jumlah pengungsi menurutnya berkurang 29.972 orang. Namun jumlah tersebut masih dinamis dan terus dikonfirmasi.
"Untuk jumlah pengungsi dari 654.642 per kemarin (13/12) hari ini 624.670 jadi ada pengurangan dan ini terus kita konfirmasi mana pengurangan ini yang memang benar kembali ke rumah masing-masing," ujarnya.
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari menegaskan bahwa jasad yang dievakuasi di tempat peristirahatan terakhir itu telah meninggal dunia sebelum musibah banjir.
Baca juga: Update Korban Bencana Sumatera, 1.016 Korban Meninggal Dunia dan 212 Masih Hilang
"Karena ada beberapa situasi seperti yang kemarin kami sampaikan banjir dan longsor juga berdampak di area pemakaman. Ini kemudian diidentifikasi beberapa korban yang sebelumnya sudah meninggal, tetapi karena area pemakaman terdampak kemudian jasadnya ditemukan oleh tim gabungan pencarian," ucap Abdul Muhari yang akrab disapa Aam dalam konferensi pers, dikutip Senin (15/12/2025).
Aam menyampaikan bahwa tim gabungan berhasil mengevakuasi 10 jasad akibat bencana banjir ini. Dengan bertambahnya 10 jasad, total korban meninggal dunia bencana banjir di Aceh, Sumut dan Sumbar tembus 1.016 jiwa.
"Untuk per hari ini hasil pencarian dan pertolongan ini bertambah 10 jasad yang ditemukan khususnya itu ada di Aceh 9 dan 1 Kabupaten Agam. Sehingga total yang kemarin rekapitulasi jumlah ditiga Provinsi itu 1.006 jiwa hari ini bertambah 10 menjadi 1.016 jiwa," kata Abdul.
Dia menambahkan bahwa jumlah korban hilang akibat musibah itu kini berjumlah 212 orang. Dia menyampaikan perbedaan data korban hilang terjadi karena pencatatan bersifat dinamis.
Baca juga: Prabowo Pastikan Penanganan Bencana Sumatera Dipercepat, TNI-Polri Jadi Garda Terdepan
"Untuk data korban hilang ini kemarin 217 saat ini 212, kenapa tidak sinkron kalau yang meninggalnya itu ada, bertambah 10 harusnya yang hilang berkurang 10," ucapnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, data korban hilang tidak semata-mata berdasarkan temuan terbaru di lapangan. Namun juga hasil pembaruan identifikasi korban yang sebelumnya sudah ditemukan.
"Data dari korban hilang ini tidak mesti dari data yang ditemukan di lapangan tetapi juga data penambahan identifikasi dari korban yang sebelumnya sudah ditemukan kemudian dikonfirmasi ternyata misalkan ternyata bukan dari warga kabupaten A pindah ke kabupaten B," katanya.
Sementara jumlah pengungsi menurutnya berkurang 29.972 orang. Namun jumlah tersebut masih dinamis dan terus dikonfirmasi.
"Untuk jumlah pengungsi dari 654.642 per kemarin (13/12) hari ini 624.670 jadi ada pengurangan dan ini terus kita konfirmasi mana pengurangan ini yang memang benar kembali ke rumah masing-masing," ujarnya.
(shf)
Lihat Juga :