Soal Bantuan ke Pedagang Kalibata, Pramono: Tunggu Proses di Kepolisian Rampung
Minggu, 14 Desember 2025 - 15:57 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung masih menunggu proses di Kepolisian rampung terkait pembakaran kios pedagang di kawasan TMP Kalibata. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung masih menunggu proses di Kepolisian rampung terkait pembakaran kios pedagang di kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.
Hal itu disampaikan Pramono saat disinggung perihal bantuan kepada pedagang yang kiosnya ludes dibakar imbas pengeroyokan yang menewaskan dua mata elang (matel).
"Jadi persoalan yang ada di Kalibata kan masih ditangani pihak kepolisian. Ada pedagang, ada mata elang, dan sebagainya. Jadi kami menunggu sampai kemudian selesai hal yang berkaitan dengan persoalan hukumnya," kata Pramono di daerah Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Minggu (14/12/2025).
Baca juga: 9 Motor dan 1 Mobil Dibakar Massa usai 2 Debt Collector Tewas Dikeroyok di Kalibata
Pramono mengamini lokasi kios yang terbakar berada di lahan milik Pemprov DKI Jakarta. Namun, Pramono menegaskan akan menunggu proses di Kepolisian terkait langkah selanjutnya. "Memang lokasinya itu lokasi Pemda DKI. Nanti pada saatnya saya akan sampaikan setelah ini clear, ya. Saya enggak mau ber-statement sebelum ini urusannya clear," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, polisi mengungkapkan kerugian akibat kerusuhan berujung pembakaran warung dan kendaraan di dekat TMP Kalibata, Jakarta Selatan, imbas dua debt collector atau mata elang (matel) tewas dikeroyok. Kerugian mencapai Rp1,2 miliar.
Baca juga: Kerugian Akibat Pembakaran Buntut 2 Debt Collector Tewas Capai Rp1,2 Miliar
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut kerugian itu diakibatkan sejumlah kendaraan, lapak usaha, dan fasilitas umum yang dirusak oleh massa terafiliasi dua matel yang dikeroyok.
"Secara umum sudah dilakukan estimasi penghitungan lebih kurang hampir Rp1,2 miliar dari total kerugian yang warung, sepeda motor dan mobil serta kaca warga kemarin," kata Budi dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Sabtu, 13 Desember 2025. Nur Khabibi
Hal itu disampaikan Pramono saat disinggung perihal bantuan kepada pedagang yang kiosnya ludes dibakar imbas pengeroyokan yang menewaskan dua mata elang (matel).
"Jadi persoalan yang ada di Kalibata kan masih ditangani pihak kepolisian. Ada pedagang, ada mata elang, dan sebagainya. Jadi kami menunggu sampai kemudian selesai hal yang berkaitan dengan persoalan hukumnya," kata Pramono di daerah Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Minggu (14/12/2025).
Baca juga: 9 Motor dan 1 Mobil Dibakar Massa usai 2 Debt Collector Tewas Dikeroyok di Kalibata
Pramono mengamini lokasi kios yang terbakar berada di lahan milik Pemprov DKI Jakarta. Namun, Pramono menegaskan akan menunggu proses di Kepolisian terkait langkah selanjutnya. "Memang lokasinya itu lokasi Pemda DKI. Nanti pada saatnya saya akan sampaikan setelah ini clear, ya. Saya enggak mau ber-statement sebelum ini urusannya clear," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, polisi mengungkapkan kerugian akibat kerusuhan berujung pembakaran warung dan kendaraan di dekat TMP Kalibata, Jakarta Selatan, imbas dua debt collector atau mata elang (matel) tewas dikeroyok. Kerugian mencapai Rp1,2 miliar.
Baca juga: Kerugian Akibat Pembakaran Buntut 2 Debt Collector Tewas Capai Rp1,2 Miliar
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut kerugian itu diakibatkan sejumlah kendaraan, lapak usaha, dan fasilitas umum yang dirusak oleh massa terafiliasi dua matel yang dikeroyok.
"Secara umum sudah dilakukan estimasi penghitungan lebih kurang hampir Rp1,2 miliar dari total kerugian yang warung, sepeda motor dan mobil serta kaca warga kemarin," kata Budi dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Sabtu, 13 Desember 2025. Nur Khabibi
(cip)
Lihat Juga :