Brigjen Pol Umar Fana Ingin Perbakin DKI Berprestasi, Beretika, dan Bersih
Minggu, 14 Desember 2025 - 11:31 WIB
loading...
Brigjen Pol Umar Surya Fana terpilih menjadi Ketua Umum Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) DKI Jakarta periode 2026-2030. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Brigjen Pol Umar Surya Fana terpilih menjadi Ketua Umum Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia ( Perbakin ) DKI Jakarta periode 2026-2030 dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) 2025 di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Sabtu (13/12/2025). Sebagai pemimpin, dia menargetkan Perbakin DKI Jakarta bisa meraih juara umum di setiap ajang perlombaan.
"Program utama kami jelas, Perbakin DKI harus jadi barometer nasional. Tahun depan targetnya juara umum. Bukan runner up lagi," kata Brigjen Umar saat memberi sambutan dalam Musprov.
Brigjen Umar juga ingin menjadikan Perbakin DKI tidak sekadar unggul soal medali, melainkan juga soal tata kelola organisasi yang harus naik kelas. "Jakarta harus jadi contoh. Prestasi jalan, etika jalan, tata kelola juga harus rapi," kata Brigjen Umar.
Baca juga: Sindikat Pembuatan Senpi Ilegal di Lampung Dibongkar, Ketua Perbakin Purbalingga Diamankan
Ia mengingatkan, organisasi olahraga tak boleh hidup karena figur. Yang utama adalah transparansi sistem, tertib, dan bisa dipertanggungjawabkan.
Umar menegaskan AD/ART wajib jadi kitab suci organisasi. Bukan kepentingan pribadi, apalagi kelompok. Budaya patronase pun ia coret.
Menurutnya, Perbakin harus dihormati karena aturan, bukan karena siapa orangnya. "Tidak perlu hormati Umar-nya, hormati organisasinya," jelasnya.
Dalam urusan pembinaan, Umar menempatkan klub sebagai jantung Perbakin. Dari sanalah atlet, pelatih, juri, hingga ofisial lahir.
"Klub itu bukan cuma urusan administrasi. Klub adalah pusat pembinaan," katanya.
Klub aktif akan difasilitasi, klub lemah dibina, dan klub bermasalah ditertibkan. Semua diperlakukan sama tanpa tebang pilih.
Umar menyebut dirinya hanya nakhoda. Kapalnya besar, isinya klub-klub dan atlet-atlet yang jadi mesin penggerak utama.
"Saya tidak mungkin bekerja sendiri tanpa klub. Perbakin ini rumah kita bersama," katanya.
Berkaitan dengan tata kelola, Brigjen Umar mengedepankan zero tolerance terkait penyalahgunaan dana, apalagi yang bersumber dari APBD dan KONI. "Dana publik harus bersih, tidak ada kompromi," tegasnya.
Penguatan fasilitas latihan berstandar nasional turut jadi prioritas, agar atlet berlatih dengan aman dan terukur. Umar mendorong jejaring nasional dengan Perbakin daerah lain agar pembinaan dan kompetisi makin berkualitas.
Dirinya memastikan sistem kompetisi harus adil dan transparan. Tak boleh ada atlet karbitan karena orang dalam.
"Program utama kami jelas, Perbakin DKI harus jadi barometer nasional. Tahun depan targetnya juara umum. Bukan runner up lagi," kata Brigjen Umar saat memberi sambutan dalam Musprov.
Brigjen Umar juga ingin menjadikan Perbakin DKI tidak sekadar unggul soal medali, melainkan juga soal tata kelola organisasi yang harus naik kelas. "Jakarta harus jadi contoh. Prestasi jalan, etika jalan, tata kelola juga harus rapi," kata Brigjen Umar.
Baca juga: Sindikat Pembuatan Senpi Ilegal di Lampung Dibongkar, Ketua Perbakin Purbalingga Diamankan
Ia mengingatkan, organisasi olahraga tak boleh hidup karena figur. Yang utama adalah transparansi sistem, tertib, dan bisa dipertanggungjawabkan.
Umar menegaskan AD/ART wajib jadi kitab suci organisasi. Bukan kepentingan pribadi, apalagi kelompok. Budaya patronase pun ia coret.
Menurutnya, Perbakin harus dihormati karena aturan, bukan karena siapa orangnya. "Tidak perlu hormati Umar-nya, hormati organisasinya," jelasnya.
Dalam urusan pembinaan, Umar menempatkan klub sebagai jantung Perbakin. Dari sanalah atlet, pelatih, juri, hingga ofisial lahir.
"Klub itu bukan cuma urusan administrasi. Klub adalah pusat pembinaan," katanya.
Klub aktif akan difasilitasi, klub lemah dibina, dan klub bermasalah ditertibkan. Semua diperlakukan sama tanpa tebang pilih.
Umar menyebut dirinya hanya nakhoda. Kapalnya besar, isinya klub-klub dan atlet-atlet yang jadi mesin penggerak utama.
"Saya tidak mungkin bekerja sendiri tanpa klub. Perbakin ini rumah kita bersama," katanya.
Berkaitan dengan tata kelola, Brigjen Umar mengedepankan zero tolerance terkait penyalahgunaan dana, apalagi yang bersumber dari APBD dan KONI. "Dana publik harus bersih, tidak ada kompromi," tegasnya.
Penguatan fasilitas latihan berstandar nasional turut jadi prioritas, agar atlet berlatih dengan aman dan terukur. Umar mendorong jejaring nasional dengan Perbakin daerah lain agar pembinaan dan kompetisi makin berkualitas.
Dirinya memastikan sistem kompetisi harus adil dan transparan. Tak boleh ada atlet karbitan karena orang dalam.
(rca)
Lihat Juga :