Kisah Pariyem, Tulang Punggung Keluarga yang Menjadi Korban Tewas Kebakaran Gedung Terra Drone Kemayoran
Rabu, 10 Desember 2025 - 11:46 WIB
loading...
Gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, terbakar pada Selasa (9/12/2025). Foto/IMG/Yudistiro Pranoto
A
A
A
JAKARTA - Pariyem (25) merupakan satu di antara 22 korban meninggal dunia dalam kebakaran Gedung Terra Drone , Kemayoran, Jakarta Pusat pada Selasa (9/12/2025) siang. Pariyem ditemukan di lantai 5 gedung tersebut.
Pada Selasa sore, jasad Pariyem bersama korban jiwa lainnya sudah dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Begitu mendengar kabar duka ini, pihak keluarga dari Lampung langsung berangkat ke Jakarta untuk memastikan identitas Pariyem.
"Keluarga dapat info itu 17.30 WIB. Kita langsung berangkat, sampai sini Subuh, kondisi seperti inilah di sini. Dari pihak rumah sakit belum ada keterangan mau kapan selesainya dan dibawa pulang kapan," kata Sulaiman, tetangga Pariyem yang menemani kakak almarhumah di RS Polri Kramat Jati , Jakarta Timur, Rabu (10/12/2025).
Sulaiman lalu menceritakan respons keluarga saat mendapat kabar duka tersebut. Dia bilang, ibu Pariyem hingga kini belum diberitahu secara detail tentang kondisi anaknya, mengingat usianya yang sudah tua.
Baca Juga: Seorang Ibu Hamil Jadi Korban Kebakaran Gedung Terra Drone Kemayoran
"Ya kita sedihlah, tapi Alhamdulillah teman-teman korban pada ke sini semua, jadi istilahnya kita ada yang menuntunlah," ucap Sulaiman.
Menurut Sulaiman, ibunda Pariyem masih di Lampung Barat. "Sementara ibunya belum diberi tahu karena sudah tua khawatir drop, cuma kalau saudara yang lain sudah dikasih informasi," katanya.
Sulaiman menceritakan bahwa Pariyem merupakan karyawan PT Terra Drone Kemayoran. Pariyem sudah bekerja selama kurang lebih tiga tahun terakhir, merantau seorang diri demi menafkahi ibundanya yang sudah tua.
"Iya, dia tulang punggung keluarga, ayahnya sudah enggak ada, ibunya sudah tua. Dia paling bungsu dari lima saudara," tuturnya.
Baca Juga: ETLE Berhasil Baik, Pemprov DKI dan KSP Apresiasi Dirlantas Polda Metro Jaya
Pariyem sempat membuat status WhatsApp sebelum kejadian nahas tersebut menimpanya. Kala itu, Sulaiman menyebut Pariyem sedang makan siang dengan keadaan sekitar yang nampak normal.
![Kisah Pariyem, Tulang Punggung Keluarga yang Menjadi Korban Tewas Kebakaran Gedung Terra Drone Kemayoran]()
Sulaiman, tetangga Pariyem. Foto/Ravie Wardani
"(Statusnya) Makan, jam makan siang, karena ada yang makan siang ada yang salat," ucap Sulaiman.
Terakhir, Sulaiman berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersedia menanggung biaya pemulangan jenazah Pariyem ke Lampung. Harapan itu timbul mengingat keluarga korban tergolong sebagai masyarakat kurang mampu.
"Iya, saya dengar dari media, katanya dari Pemprov DKI menanggung untuk transportasi ambulans, cuma kita yang dari Lampung tolong digratiskanlah dari Pemprov DKI, jangan sebelah pihak, karena kita orang enggak punya di Lampung," ucap Sulaiman.
Pada Selasa sore, jasad Pariyem bersama korban jiwa lainnya sudah dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Begitu mendengar kabar duka ini, pihak keluarga dari Lampung langsung berangkat ke Jakarta untuk memastikan identitas Pariyem.
"Keluarga dapat info itu 17.30 WIB. Kita langsung berangkat, sampai sini Subuh, kondisi seperti inilah di sini. Dari pihak rumah sakit belum ada keterangan mau kapan selesainya dan dibawa pulang kapan," kata Sulaiman, tetangga Pariyem yang menemani kakak almarhumah di RS Polri Kramat Jati , Jakarta Timur, Rabu (10/12/2025).
Sulaiman lalu menceritakan respons keluarga saat mendapat kabar duka tersebut. Dia bilang, ibu Pariyem hingga kini belum diberitahu secara detail tentang kondisi anaknya, mengingat usianya yang sudah tua.
Baca Juga: Seorang Ibu Hamil Jadi Korban Kebakaran Gedung Terra Drone Kemayoran
"Ya kita sedihlah, tapi Alhamdulillah teman-teman korban pada ke sini semua, jadi istilahnya kita ada yang menuntunlah," ucap Sulaiman.
Menurut Sulaiman, ibunda Pariyem masih di Lampung Barat. "Sementara ibunya belum diberi tahu karena sudah tua khawatir drop, cuma kalau saudara yang lain sudah dikasih informasi," katanya.
Sulaiman menceritakan bahwa Pariyem merupakan karyawan PT Terra Drone Kemayoran. Pariyem sudah bekerja selama kurang lebih tiga tahun terakhir, merantau seorang diri demi menafkahi ibundanya yang sudah tua.
"Iya, dia tulang punggung keluarga, ayahnya sudah enggak ada, ibunya sudah tua. Dia paling bungsu dari lima saudara," tuturnya.
Baca Juga: ETLE Berhasil Baik, Pemprov DKI dan KSP Apresiasi Dirlantas Polda Metro Jaya
Pariyem sempat membuat status WhatsApp sebelum kejadian nahas tersebut menimpanya. Kala itu, Sulaiman menyebut Pariyem sedang makan siang dengan keadaan sekitar yang nampak normal.

Sulaiman, tetangga Pariyem. Foto/Ravie Wardani
"(Statusnya) Makan, jam makan siang, karena ada yang makan siang ada yang salat," ucap Sulaiman.
Terakhir, Sulaiman berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersedia menanggung biaya pemulangan jenazah Pariyem ke Lampung. Harapan itu timbul mengingat keluarga korban tergolong sebagai masyarakat kurang mampu.
"Iya, saya dengar dari media, katanya dari Pemprov DKI menanggung untuk transportasi ambulans, cuma kita yang dari Lampung tolong digratiskanlah dari Pemprov DKI, jangan sebelah pihak, karena kita orang enggak punya di Lampung," ucap Sulaiman.
(zik)
Lihat Juga :