Kiai Imaduddin Banten Minta Pemerintah Tak Ikut Campur dalam Konflik Elite PBNU

Senin, 08 Desember 2025 - 22:35 WIB
loading...
A A A
Kiai Imaduddin mengingatkan agar negara tidak menyusupkan kepentingan tersembunyi dalam proses konflik PBNU, termasuk mendorong figur calon ketua umum yang dianggap dekat dengan kekuasaan.

"Misalnya orang-orang berkuasa ikut masuk konflik dan mengatakan 'ini orangnya RI-1 harus jadi ketua'. Itu bunuh diri secara politik. Luka seperti itu sulit sembuh bagi warga NU," tegasnya.

Konflik NU Bukan Hal Baru

Kiai Imaduddin mengingatkan bahwa NU memiliki sejarah panjang ketegangan, terutama di era Orde Baru. Mulai dari pembubaran Partai NU yang dilebur ke PPP pada 1973, represi terhadap basis massa NU, hingga intervensi pemerintah dalam Muktamar Cipasung 1994 yang berupaya menjegal KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) melalui dukungan kepada calon alternatif.

Namun, ia menilai konflik saat ini berbeda karena dipicu oleh benturan kepentingan elite internal, bukan semata tekanan eksternal.

Meski menolak intervensi politis, Kiai Imaduddin membuka ruang bagi pemerintah untuk membantu proses rekonsiliasi, asal dilakukan secara netral dan melibatkan tokoh-tokoh NU sendiri. "Negara boleh membantu, tapi hanya sebagai mentor, pendamai, fasilitator. Agar ada rekonsiliasi, konsolidasi, dan penguatan organisasi NU," katanya.

Kiai Imaduddin menegaskan bahwa konflik elite PBNU justru memberi peluang kepada pihak-pihak yang ingin melemahkan NU dan pada akhirnya mengganggu ketahanan nasional. "Musuh NU senang melihat kondisi ini. Untuk menghancurkan NKRI, yang pertama ingin mereka hancurkan adalah NU karena selama ini NU adalah tameng utama negara," ujarnya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wilayah dan Cabang Desak...
Wilayah dan Cabang Desak Perubahan Total PBNU, Minta Muktamar ke-35 NU Digelar di Jakarta
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Seruan Masyayikh NU...
Seruan Masyayikh NU di Ponpes Al Falah Ploso Redam Ketegangan di PBNU
13 Kiai Berkumpul di...
13 Kiai Berkumpul di Ponpes Al Falah Ploso, Serukan Muktamar NU Digelar di Pesantren
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh...
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh Yusuf Sebut Gus Salam Layak Jadi Ketum PBNU
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
Pertajam DIM RUU Pemilu,...
Pertajam DIM RUU Pemilu, DPR Buka Peluang Kunjungi NU, Muhammadiyah, hingga Walubi
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Rekomendasi
IHSG Masih Berlari di...
IHSG Masih Berlari di Zona Hijau, Pagi Ini Bertengger pada Level 5.893
Kasus Syah Afandin Jadi...
Kasus Syah Afandin Jadi Alarm, Anggaran Pendidikan Masih Ladang Korupsi
Maternity Shoot Angga...
Maternity Shoot Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon, Perhiasan Rp2,88 Miliar Jadi Sorotan
Berita Terkini
Gunung Semeru Erupsi...
Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik Setinggi 1.000 Meter
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Awan Panas Meluncur Sejauh 1,7 Km dari Puncak, Status Siaga!
Kolaborasikan Musik-UMKM,...
Kolaborasikan Musik-UMKM, Konser HS Hey Slank Bandung Dipadati 25 Ribu Slankers
Lansia Tewas dalam Kebakaran...
Lansia Tewas dalam Kebakaran di Palmerah Utara
Usai Viral, Bang Jago...
Usai Viral, Bang Jago Pakai Ninja yang Pukul Pemotor Lain di Jagakarsa Ditangkap
8 Ruas Jalan Bakal Dilalui...
8 Ruas Jalan Bakal Dilalui Rombongan PM Singapura saat Bertemu Presiden Prabowo Hari Ini
Infografis
3 Fakta Ukraina Tak...
3 Fakta Ukraina Tak Memiliki Masa Depan dalam Konflik Lawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved