Anak Korban Banjir Sumbar Jalani Psikososial untuk Redakan Trauma Bencana
Sabtu, 06 Desember 2025 - 13:12 WIB
loading...
A
A
A
Ia mengingatkan resiko permainan digital yang bisa memicu agresivitas. Sedangkan dongeng membuka ruang imajinasi sehat dan melatih kemampuan berpikir anak. Maka orang tua diharap untuk lebih kreatif, seperti menggunakan media pendukung cerita atau memberikan hadiah kecil agar anak semakin antusias.
Dalam pendampingannya, Maia menemukan bahwa sejumlah anak korban banjir masih merasa takut ketika hujan turun atau mengingat peristiwa sebelumnya.
“Setelah mendengarkan cerita, mereka tampak lebih tenang. Dongeng menjadi salah satu bentuk terapi yang membantu anak mengurangi kecemasan,” ujarnya.
Program Mobil Dukungan Psikososial Kemkomdigi sejalan dengan implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas).
Regulasi tersebut bertujuan melindungi anak dari konten negatif di ruang digital seperti media sosial dan permainan daring (game online). PP Tunas pun mengatur akses digital berdasarkan usia, kewajiban platform menyediakan filter usia, serta perlunya persetujuan orang tua.
Kombinasi edukasi literasi dan pelindungan digital melalui PP Tunas diharapkan menjadi perisai agar anak tetap bisa tumbuh tanpa menjadi korban di ruang digital.
Dalam pendampingannya, Maia menemukan bahwa sejumlah anak korban banjir masih merasa takut ketika hujan turun atau mengingat peristiwa sebelumnya.
“Setelah mendengarkan cerita, mereka tampak lebih tenang. Dongeng menjadi salah satu bentuk terapi yang membantu anak mengurangi kecemasan,” ujarnya.
Program Mobil Dukungan Psikososial Kemkomdigi sejalan dengan implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas).
Regulasi tersebut bertujuan melindungi anak dari konten negatif di ruang digital seperti media sosial dan permainan daring (game online). PP Tunas pun mengatur akses digital berdasarkan usia, kewajiban platform menyediakan filter usia, serta perlunya persetujuan orang tua.
Kombinasi edukasi literasi dan pelindungan digital melalui PP Tunas diharapkan menjadi perisai agar anak tetap bisa tumbuh tanpa menjadi korban di ruang digital.
(shf)
Lihat Juga :