Listrik Sumbar Sudah Menyala 100%, Infrastruktur Terdampak Bencana Kembali Pulih
Sabtu, 06 Desember 2025 - 08:42 WIB
loading...
Infrastruktur listrik wilayah Sumatera Barat (Sumbar) berfungsi 100 persen sejak Jumat (5/12/2025) pascabencana. Secara bertahap kerusakan infrastruktur di wilayah terdampak kembali pulih. Foto: Ist
A
A
A
PADANG - Infrastruktur listrik wilayah Sumatera Barat (Sumbar) berfungsi 100 persen sejak Jumat (5/12/2025) pascabencana. Secara bertahap kerusakan infrastruktur di wilayah terdampak kembali pulih.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, pemulihan jaringan listrik tersebut berada di 19 kabupaten dan kota di wilayah Sumbar. Satu wilayah terakhir yang menyala di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.
Baca juga: UEA Siap Bantu Warga Terdampak Bencana Sumatera
"Perbaikan yang dihadapi karena kondisi jalur berlumpur. Namun, petugas bekerja keras untuk mengoptimalkan pemulihan jaringan listrik. Pasokan PLN berhasil memulihkan 99,8% kelistrikan sejak Senin (1/12/2025)," ujar Aam, sapaan Abdul Muhari, Sabtu (6/12/2025).
Sebanyak 19 kabupaten dan kota yang sudah dipulihkan jaringan listriknya yaitu Kota Padang, Bukittinggi, Padang Panjang, Pariaman, Payakumbuh, Sawahlunto, Solok, Kabupaten Dharmasraya, Kepulauan Mentawai, Lima Puluh Kota, Padang Pariaman, Pasaman, Pasaman Barat, Pesisir Selatan, Sijunjung, Solok, Solok Selatan, Tanah Datar, serta Agam.
Penanganan darurat untuk jalan dan jembatan terus dikebut oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan dinas terkait di daerah. Data hingga Jumat (5/12/2025), terdapat sejumlah titik di Sumbar yang terdampak banjir dan tanah longsor.
"Dampak terhadap infrastruktur jalan dan jembatan mencakup 30 ruas jalan nasional dan 12 jembatan nasional. Jalan terdampak longsor di 63 titik, sedangkan terdampak banjir di 32 titik," kata Aam.
Di luar itu, penanganan darurat juga menyasar 80 ruas jalan non-nasional dan 32 jembatan non-nasional.
Ruas jalan yang masih terputus atau belum dapat dilalui di antaranya Sicincin dan batas Kota Padang Panjang KM 63+500 yang putus total. Terdapat 12 titik longsor tambahan yang menggerus bahu jalan dan satu jalur. Parahnya kondisi kerusakan, perbaikan ditargetkan berlangsung selama 14 hari dengan membuka satu lajur untuk kendaraan ringan.
Sedangkan akses utama yang sudah dapat diakses di antaranya Padang–Pariaman–Pasbar–Batas Sumatera Utara, Padang Panjang–Bukittinggi–Batas Riau, Padang–Painan–Batas Bengkulu, serta Padang–Solok–Dharmasraya–Batas Jambi.
Saat ini terdapat 23 eskavator, 11 dump truck, dan 6 wheel loader yang dikerahkan untuk perbaikan darurat di semua titik. Sejumlah kendaraan pendukung dimobilisasi untuk percepatan penanganan di lapangan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, pemulihan jaringan listrik tersebut berada di 19 kabupaten dan kota di wilayah Sumbar. Satu wilayah terakhir yang menyala di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.
Baca juga: UEA Siap Bantu Warga Terdampak Bencana Sumatera
"Perbaikan yang dihadapi karena kondisi jalur berlumpur. Namun, petugas bekerja keras untuk mengoptimalkan pemulihan jaringan listrik. Pasokan PLN berhasil memulihkan 99,8% kelistrikan sejak Senin (1/12/2025)," ujar Aam, sapaan Abdul Muhari, Sabtu (6/12/2025).
Sebanyak 19 kabupaten dan kota yang sudah dipulihkan jaringan listriknya yaitu Kota Padang, Bukittinggi, Padang Panjang, Pariaman, Payakumbuh, Sawahlunto, Solok, Kabupaten Dharmasraya, Kepulauan Mentawai, Lima Puluh Kota, Padang Pariaman, Pasaman, Pasaman Barat, Pesisir Selatan, Sijunjung, Solok, Solok Selatan, Tanah Datar, serta Agam.
Penanganan darurat untuk jalan dan jembatan terus dikebut oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan dinas terkait di daerah. Data hingga Jumat (5/12/2025), terdapat sejumlah titik di Sumbar yang terdampak banjir dan tanah longsor.
"Dampak terhadap infrastruktur jalan dan jembatan mencakup 30 ruas jalan nasional dan 12 jembatan nasional. Jalan terdampak longsor di 63 titik, sedangkan terdampak banjir di 32 titik," kata Aam.
Di luar itu, penanganan darurat juga menyasar 80 ruas jalan non-nasional dan 32 jembatan non-nasional.
Ruas jalan yang masih terputus atau belum dapat dilalui di antaranya Sicincin dan batas Kota Padang Panjang KM 63+500 yang putus total. Terdapat 12 titik longsor tambahan yang menggerus bahu jalan dan satu jalur. Parahnya kondisi kerusakan, perbaikan ditargetkan berlangsung selama 14 hari dengan membuka satu lajur untuk kendaraan ringan.
Sedangkan akses utama yang sudah dapat diakses di antaranya Padang–Pariaman–Pasbar–Batas Sumatera Utara, Padang Panjang–Bukittinggi–Batas Riau, Padang–Painan–Batas Bengkulu, serta Padang–Solok–Dharmasraya–Batas Jambi.
Saat ini terdapat 23 eskavator, 11 dump truck, dan 6 wheel loader yang dikerahkan untuk perbaikan darurat di semua titik. Sejumlah kendaraan pendukung dimobilisasi untuk percepatan penanganan di lapangan.
(jon)
Lihat Juga :