Program Upland Jadi Penggerak Pertanian di Dataran Tinggi

Jum'at, 05 Desember 2025 - 20:33 WIB
loading...
Program Upland Jadi...
Dirjen Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan, Hermanto menjelaskan percepatan peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani, antara lain melalui Program Upland. Foto/Ist
A A A
TASIKMALAYA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat pengembangan lahan pertanian di dataran tinggi. Apalagi Indonesia memiliki potensi kawasan yang luasnya mencapai 5,51 juta hektare.

Kawasan ini dinilai sangat strategis untuk pengembangan komoditas pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga: Kementan Dorong Pemasaran Digital untuk Tingkatkan Hasil Komoditas

Direktur Jenderal (Dirjen) Lahan dan Irigasi Pertanian, Hermanto menegaskan bahwa Kementan saat ini fokus pada percepatan peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani antara lain melalui program ”The Development of Integrated System in Uplnad Areas Project (Upland)”, sebuah program pengembangan kawasan pertanian dataran tinggi yang didanai oleh IFAD dan ISDB.



Program UPLAND bukan sekadar proyek biasa, ini adalah lompatan besar menuju pertanian modern yang terpadu, produktif, tangguh, dan berkelanjutan.

"Karakteristik tanah dataran tinggi sangat mendukung untuk ditingkatkan kesuburannya sehingga kemampuan tanah dalam menyediakan kondisi lingkungan untuk mendukung pertumbuhan optimal tanaman di dataran tinggi dapat terpenuhi, " ujarnya, Jumat (5/12/2025).

Baca juga: Kisah Pilu Guru di Pidie Jaya Selamatkan Diri ke Atap Rumah, Bertahan Hidup 3 Hari Hanya dengan Air Hujan

Program Upland hadir dengan pendekatan sistem pertanian terpadu yang menyentuh semua rantai produksi dan pasca panen (on-farm dan off-farm). Mulai dari dukungan lingkungan sosial dan alamiah yang terintegrasi dengan kebutuhan budidaya; pembangunan infrastruktur pendukung, seperti jaringan irigasi, jalan usaha tani, dan alat mesin pertanian.

Selain itu, penguatan produksi (on-farm) melalui penerapan teknologi, input produksi, dan praktik budidaya modern (Good Agricultural Practices atau GAP), peningkatan pascapanen (off-farm) hingga meningkatkan daya saing produk.

Penguatan kelembagaan petani, termasuk pengembangan bisnis petani dan akses permodalan (microfinance), pemberdayaan perempuan melalui pengarusutamaan gender dan penguatan nutrisi keluarga.

Menurut Hermanto, program Upland merupakan salah satu kebijakan strategis Kementan untuk mengurangi kemiskinan masyarakat dan meningkatkan ketahanan pangan di dataran tinggi melalui mata pencaharian yang menguntungkan, berkelanjutan dan tangguh.

Hermanto juga menegaskan bahwa tujuan tersebut dicapai dengan mengembangkan sejumlah kegiatan terpadu yang dapat meningkatkan produktivitas, peningkatan pendapatan, penguatan mata pencaharian, dan ketahanan petani di lokasi terpilih.

Di Kabupaten Tasikmalaya, dampak program ini sudah dirasakan langsung oleh petani. Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan setempat, Tatang Wahyudin, menyebut Upland berhasil membuka kembali peluang pertanian di wilayah selatan yang sebelumnya kekurangan air.

“Daerah yang dulu tidak bisa menanam padi, kini kembali produktif berkat ketersediaan irigasi. Program ini bahkan mendorong bangkitnya kembali potensi pertanian organik yang dulu sangat terkenal,” jelas Tatang.

Perubahan positif juga dirasakan langsung oleh petani. Ahmad Ismail, Ketua Kelompok Tani Sri Asih Mandiri, Desa Sukahening, mengaku bahwa “Produksi pertanian kelompoknya meningkat sejak mendapatkan pembinaan dan fasilitas dari Upland”.

Pengelola Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) Desa Padawaras Hendar menjelaskan lahan-lahan yang dulu terbengkalai kini sudah terairi secara normal sehingga bisa dikelola kembali. Selain itu, pengemasan pupuk organik cair dan padat di desanya kini lebih baik berkat dukungan program Upland.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Peneliti MPSI: PSN Wanam...
Peneliti MPSI: PSN Wanam Jadi Penggerak Kemajuan Papua Selatan dan Ketahanan Pangan
Gelar Rakernas di Yogyakarta,...
Gelar Rakernas di Yogyakarta, APJI Perkuat Kolaborasi dan Profesionalisme
Pembudidaya Ikan Bioflok...
Pembudidaya Ikan Bioflok Karawang Sukses Wujudkan Asta Cita Presiden Prabowo
Apkarindo Gelar Rembug...
Apkarindo Gelar Rembug Petani Karet dan Ketahanan Pangan Jagung di Kaltim
Bupati Hasbi Tegaskan...
Bupati Hasbi Tegaskan Lebak Siap Jadi Lumbung Pangan Nasional
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
Komisi IV DPR Sebut...
Komisi IV DPR Sebut PSN Wanam Harus Tetap Jalan untuk Wujudkan Ketahanan Pangan
Rekomendasi
5 Putusan Rasulullah...
5 Putusan Rasulullah SAW tentang Hak Asuh Anak Setelah Perceraian
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Berita Terkini
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved