Dema FISIP UIN Minta Pemerintah Libatkan Mahasiswa Rumuskan Kebijakan Ketenagakerjaan
Jum'at, 05 Desember 2025 - 07:41 WIB
loading...
Ketua Dema FISIP UIN Syarif Hidayatullah Ahmad Husni meminta pemerintah libatkan mahasiswa dalam merumuskan kebijakan ketenagakerjaan dan perlindungan HAM. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta periode 2024/2025 Ahmad Husni menegaskan pentingnya peran mahasiswa sebagai pengawas kebijakan publik sekaligus mitra konstruktif pemerintah. Husni menyampaikan mahasiswa tidak hanya berkewajiban mengkritik, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga demokrasi dan memperkuat perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM).
Husni mengajak mahasiswa untuk menjaga ruang publik yang aman, tertib, dan menghormati hak setiap warga melalui kolaborasi antara masyarakat, kampus, dan pemerintah. Husni juga menyatakan dukungan terhadap penguatan mutu pendidikan tinggi serta implementasi program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM).
“Upaya tersebut diperlukan untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif dan relevan dengan kebutuhan zaman,” katanya, Jumat (5/12/2025).
Baca juga: UIN Jakarta Jadi PTKIN Terbaik di Indonesia Versi QS WUR Asia 2026
Husni juga mengapresiasi langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas nasional dan memperkuat kehidupan demokrasi. Husni menekankan mahasiswa harus menjadi pelopor literasi digital dan berperan aktif melawan disinformasi, hoaks, serta ujaran kebencian yang berpotensi mengancam hak-hak warga dan persatuan bangsa.
Husni mendukung perluasan kesempatan kerja melalui program Kartu Prakerja, penguatan ekonomi digital, dan pengembangan program magang bagi lulusan baru. Husni berharap pemerintah dapat melibatkan mahasiswa sebagai mitra dalam merumuskan kebijakan ketenagakerjaan dan perlindungan hak pemuda. “Kritik adalah bentuk cinta kepada negeri, dan dukungan adalah wujud tanggung jawab moral terhadap masa depan bangsa,” katanya.
Baca juga: Panglima TNI Lantik 1.621 Taruna di Akmil Magelang, Ini Daftar Nama Lulusan Terbaik
Dema FISIP UIN Jakarta, akan tetap menjaga independensi dan sikap akademis namun tetap membuka ruang kolaborasi untuk memperkuat kebijakan publik yang berpihak pada rakyat, menjunjung nilai kemanusiaan, serta selaras dengan prinsip demokrasi dan HAM.
“Reformasi tidak harus selalu diwujudkan melalui aksi jalanan. Reformasi juga perlu tumbuh melalui ruang dialog, riset, dan kerja sama berkelanjutan antara mahasiswa dan pemerintah,” ucapnya.
Husni mengajak mahasiswa untuk menjaga ruang publik yang aman, tertib, dan menghormati hak setiap warga melalui kolaborasi antara masyarakat, kampus, dan pemerintah. Husni juga menyatakan dukungan terhadap penguatan mutu pendidikan tinggi serta implementasi program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM).
“Upaya tersebut diperlukan untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif dan relevan dengan kebutuhan zaman,” katanya, Jumat (5/12/2025).
Baca juga: UIN Jakarta Jadi PTKIN Terbaik di Indonesia Versi QS WUR Asia 2026
Husni juga mengapresiasi langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas nasional dan memperkuat kehidupan demokrasi. Husni menekankan mahasiswa harus menjadi pelopor literasi digital dan berperan aktif melawan disinformasi, hoaks, serta ujaran kebencian yang berpotensi mengancam hak-hak warga dan persatuan bangsa.
Husni mendukung perluasan kesempatan kerja melalui program Kartu Prakerja, penguatan ekonomi digital, dan pengembangan program magang bagi lulusan baru. Husni berharap pemerintah dapat melibatkan mahasiswa sebagai mitra dalam merumuskan kebijakan ketenagakerjaan dan perlindungan hak pemuda. “Kritik adalah bentuk cinta kepada negeri, dan dukungan adalah wujud tanggung jawab moral terhadap masa depan bangsa,” katanya.
Baca juga: Panglima TNI Lantik 1.621 Taruna di Akmil Magelang, Ini Daftar Nama Lulusan Terbaik
Dema FISIP UIN Jakarta, akan tetap menjaga independensi dan sikap akademis namun tetap membuka ruang kolaborasi untuk memperkuat kebijakan publik yang berpihak pada rakyat, menjunjung nilai kemanusiaan, serta selaras dengan prinsip demokrasi dan HAM.
“Reformasi tidak harus selalu diwujudkan melalui aksi jalanan. Reformasi juga perlu tumbuh melalui ruang dialog, riset, dan kerja sama berkelanjutan antara mahasiswa dan pemerintah,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :