Ponsel Hilang, Nama Founder GYPEM Ahmad Qomaruddin Dicatut Penipuan Miliaran Rupiah
Kamis, 04 Desember 2025 - 15:49 WIB
loading...
A
A
A
Video yang beredar, menurut Ahmad, sejatinya adalah video dokumentasi perjalanan (traveling) biasa yang diambil pelaku dari arsip percakapan (chat) di HP-nya yang hilang. "Itu video lama, isinya cuma kabar perjalanan biasa ('Saya lagi di sini'). Tapi oleh pelaku, video netral itu dibingkai ulang dengan teks godaan atau narasi vulgar, seolah-olah saya mengirimnya untuk tujuan tidak senonoh," jelas penggerak pendidikan perdamaian ini.
Menurutnya, serangan ini bermotif pembunuhan karakter (character assassination) untuk merusak citra GYPEM yang fokus pada pendidikan moral dan perdamaian.
Deepfake AI dan Penipuan Miliaran Rupiah
Selain serangan moral, pelaku juga menggunakan teknologi Deepfake Audio (rekayasa suara AI) dan identitas KTP Ahmad untuk melakukan penipuan finansial. Nilai kerugian yang diklaim korban mencapai miliaran rupiah. Baca juga: Negara Tidak Boleh Kalah Melawan Kejahatan Siber
"Saya tegaskan, saya tidak bertanggung jawab atas segala transaksi hutang-piutang atau penipuan miliaran rupiah yang mengatasnamakan saya. Itu murni kriminalitas yang memanfaatkan data curian. Saya imbau masyarakat waspada," tegasnya.
Ahmad juga mengaku sempat kesulitan memberikan klarifikasi karena akses komunikasi digitalnya diputus. Akun media sosialnya hingga milik keluarga diretas (hack) secara masif oleh pelaku agar narasi fitnah tersebut tidak terbantahkan "Saya harap klarifikasi ini bisa memulihkan nama baik saya dan menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dengan fitur lokasi di media sosial," tuturnya.
Menurutnya, serangan ini bermotif pembunuhan karakter (character assassination) untuk merusak citra GYPEM yang fokus pada pendidikan moral dan perdamaian.
Deepfake AI dan Penipuan Miliaran Rupiah
Selain serangan moral, pelaku juga menggunakan teknologi Deepfake Audio (rekayasa suara AI) dan identitas KTP Ahmad untuk melakukan penipuan finansial. Nilai kerugian yang diklaim korban mencapai miliaran rupiah. Baca juga: Negara Tidak Boleh Kalah Melawan Kejahatan Siber
"Saya tegaskan, saya tidak bertanggung jawab atas segala transaksi hutang-piutang atau penipuan miliaran rupiah yang mengatasnamakan saya. Itu murni kriminalitas yang memanfaatkan data curian. Saya imbau masyarakat waspada," tegasnya.
Ahmad juga mengaku sempat kesulitan memberikan klarifikasi karena akses komunikasi digitalnya diputus. Akun media sosialnya hingga milik keluarga diretas (hack) secara masif oleh pelaku agar narasi fitnah tersebut tidak terbantahkan "Saya harap klarifikasi ini bisa memulihkan nama baik saya dan menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dengan fitur lokasi di media sosial," tuturnya.
(poe)
Lihat Juga :