Tim Ekspedisi Patriot UI Sebut Pentingnya Legalitas Lahan dan Irigasi bagi Transmigran di Tambora

Rabu, 03 Desember 2025 - 11:05 WIB
loading...
Tim Ekspedisi Patriot...
Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (UI) menggelar diseminasi hasil penelitian terhadap Kawasan Transmigrasi Tambora, Kecamatan Tambora, Nusa Tenggara Barat (NTB). Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (UI) menggelar diseminasi hasil penelitian terhadap Kawasan Transmigrasi Tambora, Kecamatan Tambora, Nusa Tenggara Barat (NTB). Hasilnya, kepastian hukum dan legalitas lahan menjadi akar permasalahan yang harus segera diselesaikan.

Hal itu dipaparkan Ketua Tim Raisye Soleh Haghia di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Bima pada Senin, 1 Desember 2025. Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bima Iwan Setiawan mewakili Bupati, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bima Aris Munandar.

Dalam paparannya bertajuk “Dari Evaluasi ke Rekomendasi Kebijakan: Analisis Holistik Kawasan Transmigrasi Tambora” ini Raisye menegaskan timnya telah menuntaskan penelitian lapangan selama tiga bulan sejak Agustus–November 2025.

Baca juga: LBH Ansor Dampingi Transmigran Muba Aksi Damai di Kementrans Tuntut Keadilan



Penelitian Tim Ekspedisi Patriot UI ini dipimpin Raisye Soleh Haghia dengan anggota tim Koordinator Lapangan Hilmizar Wahyu Wira Pradana, Analis Data Rara Rastri Widyakinasih, Enumerator Yuliana Rahmawati, dan Tim Media dan Pemetaan Kawasan Maulana Malik Ibrahim.

“Kami hadir sebagai perpanjangan tangan Kementerian Transmigrasi untuk melakukan evaluasi holistik dan memberikan rekomendasi kebijakan yang berbasis kajian akademis,” ujarnya, Rabu (3/12/2025).

Raisye menambahkan, penelitian ini sejalan dengan tujuan penyelenggaraan transmigrasi, yaitu peningkatan kesejahteraan transmigran, pemerataan pembangunan daerah, dan penguatan persatuan bangsa sesuai UU Nomor 29/2009 dan PP Nomor 2/1999.

Dalam kesempatan itu, Raisye menyoroti temuan paling krusial yang mendesak untuk segera diselesaikan adalah krisis kepastian hukum dan legalitas lahan, terutama di Satuan Permukiman (SP) 2 hingga 6. Menurut Raisye, ketiadaan Sertifikat Hak Milik (SHM) bagi warga transmigran telah menjadi akar permasalahan yang memicu isu-isu sosial dan ekonomi lain, termasuk kekhawatiran akan praktik mafia tanah.

Temuan krusial mengenai legalitas lahan di Tambora ini berkesesuaian dan sejalan dengan komitmen yang diusung oleh pemerintah pusat. Sebelumnya, Kementerian Transmigrasi telah menetapkan Peraturan Menteri Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2025 tentang Transformasi Transmigrasi pada 17 Februari 2025.

Beleid ini menjadikan penjaminan kepastian hukum dan hak atas tanah serta lahan di kawasan transmigrasi sebagai salah satu program unggulan dan prioritas utama, yang semakin memperkuat urgensi rekomendasi yang diberikan Tim Ekspedisi Patriot UI.

Selain masalah legalitas, Raisye juga memaparkan prioritas kebijakan kedua yang mendesak di Kawasan Transmigrasi Tambora yaitu perlunya pembangunan sarana irigasi pertanian. “Sejak awal penempatan transmigran pada 2001, pemaksimalan sektor pertanian yang merupakan mata pencaharian utama belum mampu tercapai secara optimal,” tegasnya.

Hal ini disebabkan sumber mata air yang tersedia di tiap Satuan Permukiman belum didukung oleh irigasi yang memadai untuk mengairi lahan pertanian warga transmigran. Pembangunan irigasi ini dianggap krusial untuk meningkatkan kesejahteraan dan keberlanjutan hidup warga.

Menyikapi hal itu, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), merespons perlunya penyusunan pedoman pelaksanaan (roadmap) yang komprehensif, mencakup rincian proses, pembiayaan, dan dinas atau aktor yang terlibat di setiap tahap untuk memastikan irigasi pembangunan dapat mewujudkan kesejahteraan.

Di sisi lain, Dinas Ketahanan Pangan mengambil solusi teknis jenis irigasi yang paling efektif. Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) menekankan urgensi penguatan peran kelembagaan masyarakat (Kelompok Tani) dan pemerintah (BUMDes) dalam skema implementasi.

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bima merekomendasikan pembangunan pabrik es batu sebagai infrastruktur pengawet hasil laut alami, dinilai krusial untuk pengembangan sektor maritim di kawasan Transmigrasi Tambora.

Bupati Bima Ady Mahyudi mendukung penuh rekomendasi yang dihasilkan dari kajian akademik tahap 1 ini. Berdasarkan peta jalan Program Eksepedisi Patriot Kementerian Transmigrasi, hasil kajian ini menjadi landasan strategi dalam perencanaan desain tata kelola kolaboratif dan desain korporasi masyarakat.

Sinergi ini merupakan langkah kunci untuk mewujudkan visi ekonomi kawasan berbasis masyarakat yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan di Transmigrasi Tambora.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
FIA UI Gelar Pengabdian...
FIA UI Gelar Pengabdian Masyarakat untuk Lansia di Sijuk Belitung
Suma UI Dukung LGBT,...
Suma UI Dukung LGBT, Universitas Indonesia Lakukan Evaluasi Internal
Penampakan Lokasi Kebakaran...
Penampakan Lokasi Kebakaran di Tambora Jakbar Hanguskan 27 Rumah
Kebakaran di Tambora...
Kebakaran di Tambora Hanguskan 27 Rumah, 250 Warga Mengungsi
Rumah di Permukiman...
Rumah di Permukiman Padat Tambora Kebakaran, 19 Unit Mobil Damkar Dikerahkan
UI Resmikan Arboretum...
UI Resmikan Arboretum Hutan, Ruang Terbuka Hijau untuk Edukasi hingga Healing
QS WUR 2027: UI Kembali...
QS WUR 2027: UI Kembali Jadi Universitas Terbaik di Indonesia, Bertahan di Top 200 Dunia
QS WUR 2027, Ini 20...
QS WUR 2027, Ini 20 Universitas Terbaik di Indonesia yang Masuk Peringkat Dunia
Rekomendasi
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Menanti 3 Rekor Der Panzer
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
Berita Terkini
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Kepala UPTD Diciptabintar...
Kepala UPTD Diciptabintar Pemkot Bandung Dorong Penegakan Aturan Pemanfaatan Ruang
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved