Ibas Ajak Masyarakat Pacitan Tingkatkan Pengelolaan Sampah
Sabtu, 29 November 2025 - 22:26 WIB
loading...
Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengajak masyarakat di Desa Wareng, Kecamatan Punung, Pacitan, Jawa Timur meningkatkan pengelolaan sampah. Foto/Ist
A
A
A
PACITAN - Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengajak masyarakat di Desa Wareng, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur meningkatkan pengelolaan sampah. Hal ini diperlukan kepedulian kolektif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Di antaranya dimulai dari langkah sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah plastik sesuai jenisnya. Dia mengingatkan bahwa sampah yang tidak terkelola menjadi ancaman serius bagi kesehatan dan dapat memicu bencana seperti banjir serta kerusakan ekosistem sungai, tanah dan pesisir.
Baca juga: Prabowo Terbitkan Aturan Pengelolaan Sampah Jadi Listrik, Ini Isinya
Oleh karena itu, Edhie Baskoro mengajak masyarakat untuk disiplin, bertanggung jawab, dan bahkan lebih dari itu untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif berbasis daur ulang. Dengan demikian kebersihan lingkungan sejalan dengan peningkatan kesejahteraan keluarga dan masa depan Pacitan yang lebih hijau dan sehat.
“Tidak boleh ada sampah-sampah berserakan di sekitar kita. Kita ingin anak-anak kita, cucu-cucu kita, keluarga kita dan masyarakat kita benar-benar peduli. Peduli dimulai dari hal yang sederhana. Tolong pastikan kita juga bisa membuang sampah pada tempatnya. Supaya kita terhindar dari bencana apakah itu banjir dan juga kerusakan alam lainnya,” kata Ibas di depan masyarakat Desa Wereng, dikutip Sabtu (29/11/2025).
Dia juga meminta masyarakat menjaga selokan, sungai dan pantai Pacitan dari cemaran limbah plastik yang dapat membunuh biota laut serta mengganggu keberlanjutan ekosistem. Selain itu, ia mendorong warga untuk mengembangkan ekonomi kreatif berbasis daur ulang plastik agar memiliki nilai tambah dan meningkatkan pendapatan masyarakat lokal.
Baca juga: Mendes PDT: Inovasi Pengelolaan Sampah Wujudkan Desa Hijau Mandiri
“Pantai kita harus dijaga dari kotoran-kotoran. Kita ingin sungai-sungai yang ada di Kabupaten Pacitan juga bersih dari sampah-sampah lingkungan, termasuk sampah-sampah plastik. Karena itu adalah salah satu cara kita untuk mencintai, menjaga Indonesia menjadi negara yang bersih dan selalu asri kehidupannya,” tegasnya.
Menurut Dewan Penasihat KADIN ini, sampah bukan hanya masalah, akan tetapi dapat menjadi peluang ekonomi. “Sampah sesungguhnya itu juga bisa bermanfaat untuk energi dan juga bahan-bahan pupuk,” jelasnya.
Lebih lanjut, Edhie Baskoro mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai komitmen menjaga lingkungan secara berkelanjutan. “Mari kita berjanji terhadap diri kita sendiri, lingkungan kita, untuk sama-sama menjaga kebersihan agar anak cucu kita mendapatkan keselamatan lahir dan batin,” ucapnya.
Ia berharap masyarakat dapat terhindar dari bencana yang dipicu oleh kerusakan alam. “Dan kita terhindar dari bencana apakah itu banjir dan juga kerusakan alam lainnya.”
Kehadiran Ibas mendapat sambutan hangat dari warga. Siti Rohmah (34), seorang pelaku UMKM kerajinan tangan, berharap program daur ulang bisa membantu ekonomi keluarga: “Sampah plastik ternyata bisa jadi peluang usaha. Kami menunggu pelatihan lanjutan untuk ibu-ibu,” ujarnya.
Di antaranya dimulai dari langkah sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah plastik sesuai jenisnya. Dia mengingatkan bahwa sampah yang tidak terkelola menjadi ancaman serius bagi kesehatan dan dapat memicu bencana seperti banjir serta kerusakan ekosistem sungai, tanah dan pesisir.
Baca juga: Prabowo Terbitkan Aturan Pengelolaan Sampah Jadi Listrik, Ini Isinya
Oleh karena itu, Edhie Baskoro mengajak masyarakat untuk disiplin, bertanggung jawab, dan bahkan lebih dari itu untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif berbasis daur ulang. Dengan demikian kebersihan lingkungan sejalan dengan peningkatan kesejahteraan keluarga dan masa depan Pacitan yang lebih hijau dan sehat.
“Tidak boleh ada sampah-sampah berserakan di sekitar kita. Kita ingin anak-anak kita, cucu-cucu kita, keluarga kita dan masyarakat kita benar-benar peduli. Peduli dimulai dari hal yang sederhana. Tolong pastikan kita juga bisa membuang sampah pada tempatnya. Supaya kita terhindar dari bencana apakah itu banjir dan juga kerusakan alam lainnya,” kata Ibas di depan masyarakat Desa Wereng, dikutip Sabtu (29/11/2025).
Dia juga meminta masyarakat menjaga selokan, sungai dan pantai Pacitan dari cemaran limbah plastik yang dapat membunuh biota laut serta mengganggu keberlanjutan ekosistem. Selain itu, ia mendorong warga untuk mengembangkan ekonomi kreatif berbasis daur ulang plastik agar memiliki nilai tambah dan meningkatkan pendapatan masyarakat lokal.
Baca juga: Mendes PDT: Inovasi Pengelolaan Sampah Wujudkan Desa Hijau Mandiri
“Pantai kita harus dijaga dari kotoran-kotoran. Kita ingin sungai-sungai yang ada di Kabupaten Pacitan juga bersih dari sampah-sampah lingkungan, termasuk sampah-sampah plastik. Karena itu adalah salah satu cara kita untuk mencintai, menjaga Indonesia menjadi negara yang bersih dan selalu asri kehidupannya,” tegasnya.
Menurut Dewan Penasihat KADIN ini, sampah bukan hanya masalah, akan tetapi dapat menjadi peluang ekonomi. “Sampah sesungguhnya itu juga bisa bermanfaat untuk energi dan juga bahan-bahan pupuk,” jelasnya.
Lebih lanjut, Edhie Baskoro mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai komitmen menjaga lingkungan secara berkelanjutan. “Mari kita berjanji terhadap diri kita sendiri, lingkungan kita, untuk sama-sama menjaga kebersihan agar anak cucu kita mendapatkan keselamatan lahir dan batin,” ucapnya.
Ia berharap masyarakat dapat terhindar dari bencana yang dipicu oleh kerusakan alam. “Dan kita terhindar dari bencana apakah itu banjir dan juga kerusakan alam lainnya.”
Kehadiran Ibas mendapat sambutan hangat dari warga. Siti Rohmah (34), seorang pelaku UMKM kerajinan tangan, berharap program daur ulang bisa membantu ekonomi keluarga: “Sampah plastik ternyata bisa jadi peluang usaha. Kami menunggu pelatihan lanjutan untuk ibu-ibu,” ujarnya.
(shf)
Lihat Juga :