Mendes PDT: Inovasi Pengelolaan Sampah Wujudkan Desa Hijau Mandiri
Kamis, 13 November 2025 - 18:48 WIB
loading...
Mendes PDT Yandri Susanto mengapresiasi desa yang berhasil menciptakan inovasi pengelolaan sampah. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengapresiasi desa yang berhasil menciptakan inovasi pengelolaan sampah. Inovasi tersebut diharapkan bisa mewujudkan Desa Hijau Mandiri.
Hal itu disampaikan Yandri Susanto saat pengumuman para pemenang Lomba Inovasi Pengelolaan Sampah Desa 2025 yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan (Ditjen PDP) Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.
“Harapan kami, praktik baik dari desa-desa pemenang dapat menjadi inspirasi dan model bagi seluruh desa di Indonesia untuk menciptakan lingkungan yang bersih, produktif, dan lestari,” katanya, Kamis (13/11/2025).
Baca juga: DPD IMM Jakarta Siap Berkolaborasi Bangun Desa dan Daerah Tertinggal
Yandri Susanto juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta lomba yang telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam menciptakan solusi nyata untuk pengelolaan sampah di tingkat desa.
“Lomba ini bukan sekadar kompetisi, melainkan gerakan bersama untuk menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab lingkungan di tingkat akar rumput. Kami ingin mendorong desa agar mampu mengelola sampah secara mandiri, berkelanjutan, serta memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Hal itu disampaikan Yandri Susanto saat pengumuman para pemenang Lomba Inovasi Pengelolaan Sampah Desa 2025 yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan (Ditjen PDP) Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.
“Harapan kami, praktik baik dari desa-desa pemenang dapat menjadi inspirasi dan model bagi seluruh desa di Indonesia untuk menciptakan lingkungan yang bersih, produktif, dan lestari,” katanya, Kamis (13/11/2025).
Baca juga: DPD IMM Jakarta Siap Berkolaborasi Bangun Desa dan Daerah Tertinggal
Yandri Susanto juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta lomba yang telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam menciptakan solusi nyata untuk pengelolaan sampah di tingkat desa.
“Lomba ini bukan sekadar kompetisi, melainkan gerakan bersama untuk menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab lingkungan di tingkat akar rumput. Kami ingin mendorong desa agar mampu mengelola sampah secara mandiri, berkelanjutan, serta memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Lihat Juga :