Kampung Berseri Sukses Berdayakan Masyarakat Enggros di Papua
Sabtu, 29 November 2025 - 21:11 WIB
loading...
A
A
A
Dia menyebut, saat ini perubahan nyata mulai terlihat di Enggros. Penguatan yang diberikan tidak hanya berupa bantuan fisik, tetapi juga membangun kapasitas warga untuk memimpin perubahan di kampungnya sendiri. Salah satu simbol perubahan itu adalah Petronela Merauje, tokoh penggerak Kampung Berseri Astra Enggros.
Gerakan kecil Petronela kemudian berkembang menjadi gerakan yang lebih luas dan memberi dampak pada berbagai aspek kehidupan masyarakat di Kampung Berseri. Masyarakat memusatkan upaya pada pemulihan Hutan Perempuan hutan mangrove adat seluas lebih dari 20 hektare yang mulai rusak akibat penumpukan sampah dan penebangan.
“Kini, warga telah menyemai lebih dari 8.000 bibit mangrove yang dirawat selama 5 hingga 7 bulan sebelum ditanam kembali,” ujarnya.
Kegiatan bersih pantai telah menurunkan volume sampah yang menumpuk di area pesisir hingga sekitar 30% dan berdampak langsung pada ketersediaan kerang dan kepiting, yang kembali meningkat dan menjadi sumber pangan serta pendapatan harian bagi keluarga.
Begitu juga dengan fasilitas belajar untuk PAUD dan SD di Enggros yang sebelumnya sangat terbatas. Lebih dari 70 anak PAUD dan SD tidak memiliki akses terhadap buku, perlengkapan belajar layak, maupun kegiatan literasi rutin. Melalui dukungan Kampung Berseri Astra, fasilitas pendidikan, perlengkapan belajar, buku bacaan, dan kegiatan literasi terstruktur kini hadir dan membantu peningkatan kualitas pembelajaran, termasuk renovasi PAUD.
“Kaum perempuan juga mulai mengembangkan usaha berbasis olahan mangrove dan kerajinan daur ulang. Sebelum pendampingan, sebagian besar usaha warga hanya memberikan pemasukan harian yang sangat kecil. Dukungan alat produksi dan pelatihan membuat usaha kecil ini tumbuh lebih stabil, dengan rata-rata produksi harian kerajinan dan olahan mangrove meningkat dua hingga tiga kali lipat dibandingkan sebelumnya,” paparnya.
Gerakan kecil Petronela kemudian berkembang menjadi gerakan yang lebih luas dan memberi dampak pada berbagai aspek kehidupan masyarakat di Kampung Berseri. Masyarakat memusatkan upaya pada pemulihan Hutan Perempuan hutan mangrove adat seluas lebih dari 20 hektare yang mulai rusak akibat penumpukan sampah dan penebangan.
“Kini, warga telah menyemai lebih dari 8.000 bibit mangrove yang dirawat selama 5 hingga 7 bulan sebelum ditanam kembali,” ujarnya.
Kegiatan bersih pantai telah menurunkan volume sampah yang menumpuk di area pesisir hingga sekitar 30% dan berdampak langsung pada ketersediaan kerang dan kepiting, yang kembali meningkat dan menjadi sumber pangan serta pendapatan harian bagi keluarga.
Begitu juga dengan fasilitas belajar untuk PAUD dan SD di Enggros yang sebelumnya sangat terbatas. Lebih dari 70 anak PAUD dan SD tidak memiliki akses terhadap buku, perlengkapan belajar layak, maupun kegiatan literasi rutin. Melalui dukungan Kampung Berseri Astra, fasilitas pendidikan, perlengkapan belajar, buku bacaan, dan kegiatan literasi terstruktur kini hadir dan membantu peningkatan kualitas pembelajaran, termasuk renovasi PAUD.
“Kaum perempuan juga mulai mengembangkan usaha berbasis olahan mangrove dan kerajinan daur ulang. Sebelum pendampingan, sebagian besar usaha warga hanya memberikan pemasukan harian yang sangat kecil. Dukungan alat produksi dan pelatihan membuat usaha kecil ini tumbuh lebih stabil, dengan rata-rata produksi harian kerajinan dan olahan mangrove meningkat dua hingga tiga kali lipat dibandingkan sebelumnya,” paparnya.
Lihat Juga :