Rakerwil di Malut, Ahmad Ali: PSI Akan Lahirkan Pemimpin Muda Motor Perubahan Bangsa
Sabtu, 29 November 2025 - 19:49 WIB
loading...
Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali menegaskan dalam Raker di Maluku Utara bahwa pihaknya akan melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang menjadi motor perubahan bangsa. Foto/Ist
A
A
A
TERNATE - Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali menegaskan, pihaknya akan melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang menjadi motor perubahan bangsa. Hal itu disampaikan Ahmad Ali saat Rapat Kerja Wilayah (Raker) PSI di Maluku Utara (Malut), pada Sabtu (29/11/2025).
Ahmad Ali menyebut, partainya punya misi yang jauh lebih besar yakni, melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang menjadi motor perubahan bangsa seperti Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Baca juga: Tolak Jokowi Ikuti Jejak Arsul Sani Tunjukkan Ijazah Asli, PSI: Akan Terjadi Pergeseran Norma
“PSI harus menghasilkan Jokowi-Jokowi muda, pemimpin yang berasal dari rakyat, yang dekat dengan rakyat, dan yang berani menggebrak kalau harus. Negeri ini butuh keberanian baru, bukan warisan lama,” ucapnya.
Ahmad Ali menegaskan, partainya berdiri bukan untuk mengikuti pola lama yang mempersempit ruang anak muda. “Kita ini bukan partai yang mau mengulang politik kuno. Kita hadir untuk menghancurkan tembok itu, bukan untuk mewarisinya,” tegasnya.
Ahmad Ali juga menyampaikan tidak ada satu pun pihak yang berhak mengklaim sebagai pencipta atau pemilik seorang pemimpin. Menurut Ahmad Ali, sudah saatnya publik berhenti memuja narasi politik elitis yang menjadikan partai sebagai pabrik keturunan atau warisan keluarga.
Ahmad Ali menyebut, partainya punya misi yang jauh lebih besar yakni, melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang menjadi motor perubahan bangsa seperti Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Baca juga: Tolak Jokowi Ikuti Jejak Arsul Sani Tunjukkan Ijazah Asli, PSI: Akan Terjadi Pergeseran Norma
“PSI harus menghasilkan Jokowi-Jokowi muda, pemimpin yang berasal dari rakyat, yang dekat dengan rakyat, dan yang berani menggebrak kalau harus. Negeri ini butuh keberanian baru, bukan warisan lama,” ucapnya.
Ahmad Ali menegaskan, partainya berdiri bukan untuk mengikuti pola lama yang mempersempit ruang anak muda. “Kita ini bukan partai yang mau mengulang politik kuno. Kita hadir untuk menghancurkan tembok itu, bukan untuk mewarisinya,” tegasnya.
Ahmad Ali juga menyampaikan tidak ada satu pun pihak yang berhak mengklaim sebagai pencipta atau pemilik seorang pemimpin. Menurut Ahmad Ali, sudah saatnya publik berhenti memuja narasi politik elitis yang menjadikan partai sebagai pabrik keturunan atau warisan keluarga.
Lihat Juga :