Cegah Distorsi Informasi Papua di Medsos, Publik Diimbau Perkuat Literasi Digital
Sabtu, 29 November 2025 - 18:54 WIB
loading...
A
A
A
Rasminto menekankan derasnya arus informasi kerap tidak diiringi proses pengecekan fakta. Menurutnya, kondisi ini dapat menimbulkan bias, membangun persepsi yang keliru, bahkan meningkatkan ketegangan sosial.
“Kita harus menyadari bahwa isu Papua sangat kompleks. Informasi yang tidak akurat dapat memperburuk keadaan dan memunculkan dukungan atau sentimen publik yang tidak berdasar,” katanya.
Rasminto menjelaskan dinamika konflik di sejumlah wilayah Papua menimbulkan dampak kemanusiaan bagi banyak pihak, mulai dari warga sipil hingga aparat keamanan. Namun, narasi digital sering kali hanya menonjolkan sebagian potret, sehingga mengaburkan konteks keseluruhan.
Baca juga: Update Korban Banjir Sumut, 147 Orang Tewas dan 147 Hilang
“Warga sipil menjadi kelompok yang paling rentan. Di sisi lain, aparat keamanan juga kerap menjadi korban dalam berbagai serangan. Perspektif berimbang sangat diperlukan,” tegasnya.
“Kita harus menyadari bahwa isu Papua sangat kompleks. Informasi yang tidak akurat dapat memperburuk keadaan dan memunculkan dukungan atau sentimen publik yang tidak berdasar,” katanya.
Rasminto menjelaskan dinamika konflik di sejumlah wilayah Papua menimbulkan dampak kemanusiaan bagi banyak pihak, mulai dari warga sipil hingga aparat keamanan. Namun, narasi digital sering kali hanya menonjolkan sebagian potret, sehingga mengaburkan konteks keseluruhan.
Baca juga: Update Korban Banjir Sumut, 147 Orang Tewas dan 147 Hilang
“Warga sipil menjadi kelompok yang paling rentan. Di sisi lain, aparat keamanan juga kerap menjadi korban dalam berbagai serangan. Perspektif berimbang sangat diperlukan,” tegasnya.
Lihat Juga :