Sultan Najamudin Serukan Solidaritas Nasional bagi Korban Banjir dan Longsor di Sumatera
Sabtu, 29 November 2025 - 13:21 WIB
loading...
A
A
A
Mereka diminta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “Sejak kemarin, kami sudah mengirimkan anggota DPD RI dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk melakukan koordinasi dan memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak,” tutur Wakil Gubernur Bengkulu 2013-2015 ini.
Selain itu, DPD RI juga telah mengeluarkan fasilitasi dan dukungan kelembagaan guna mempercepat penyaluran bantuan bagi korban banjir dan longsor. Sultan mengingatkan bahwa bencana alam bisa terjadi kapan saja dan menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana.
“Banjir dan longsor bisa datang tanpa diduga. Mari kita jadikan ini sebagai pengingat untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial,” ucap Ketua HIPMI Bengkulu 2011-2014 ini.
Dirinya juga mengajak semua elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dalam membantu para korban agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan efektif. "DPD RI akan terus memantau perkembangan di lapangan dan memastikan negara hadir bersama rakyat dalam masa sulit ini. Musibah ini harus memperkuat persatuan dan kepedulian kita untuk saling menopang dan bangkit bersama,” pungkas Ketua KNPI Bengkulu 2006-2011 ini.
Diketahui, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar telah menyebabkan 174 orang meninggal dunia, 79 orang hilang, dan puluhan lainnya luka-luka, dengan wilayah terdampak paling parah berada di Sumatera Utara.
Selain itu, DPD RI juga telah mengeluarkan fasilitasi dan dukungan kelembagaan guna mempercepat penyaluran bantuan bagi korban banjir dan longsor. Sultan mengingatkan bahwa bencana alam bisa terjadi kapan saja dan menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana.
“Banjir dan longsor bisa datang tanpa diduga. Mari kita jadikan ini sebagai pengingat untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial,” ucap Ketua HIPMI Bengkulu 2011-2014 ini.
Dirinya juga mengajak semua elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dalam membantu para korban agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan efektif. "DPD RI akan terus memantau perkembangan di lapangan dan memastikan negara hadir bersama rakyat dalam masa sulit ini. Musibah ini harus memperkuat persatuan dan kepedulian kita untuk saling menopang dan bangkit bersama,” pungkas Ketua KNPI Bengkulu 2006-2011 ini.
Diketahui, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar telah menyebabkan 174 orang meninggal dunia, 79 orang hilang, dan puluhan lainnya luka-luka, dengan wilayah terdampak paling parah berada di Sumatera Utara.
(rca)
Lihat Juga :