Cetak Inovator Birokrasi Indonesia, LAN dan Pemprov Jatim Gelar ASN LIFT Expo 2025,
Jum'at, 28 November 2025 - 19:29 WIB
loading...
A
A
A
”Apa yang dihasilkan para ASN yang mengikuti kompetisi ini merupakan hasil dari proses belajar dan proses berinovasi,” ujarnya.
Secara umum, hadirnya kegiatan ini menunjukkan bahwa inovasi kini menjadi kebutuhan dasar dalam tata kelola pemerintahan modern. Tantangan yang terus berkembang menuntut setiap ASN untuk bergerak lebih cepat, lebih kreatif, dan lebih peka terhadap perubahan di masyarakat
Tri Widodo juga menambahkan bahwa melalui program ini diharapkan ASN dapat menjadi motor penggerak utama dalam menghasilkan kesejahteraan bagi masyarakat melalui inovasi. “ Peran pemimpin perubahan menjadi sangat penting, karena tanpa adalah peran pemimpin perubahan yang memiliki dedikasi dan visi ke depan maka kesejahteraan akan sulit diwujudkan”, Imbuhnya.
Dalam penyelenggaraannya, ASN LIFT Expo memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik antar daerah, sekaligus mendorong terciptanya sinergi dalam pengembangan inovasi pemerintahan.
Para peserta, yang merupakan perwakilan instansi pemerintah pusat maupun daerah, mempresentasikan solusi-solusi kreatif yang dirancang untuk menjawab tantangan pelayanan publik di wilayah masing-masing.
Pada tahun ini, Pameran ASN LIFT Expo menampilkan 36 booth, sementara Kompetisi Inovasi diikuti oleh 66 peserta, yang terdiri atas 9 peserta PKN II, 33 peserta PKA, dan 24 peserta PKP, berasal dari 16 lembaga pelatihan di seluruh Indonesia.
Setelah melalui proses seleksi dan penilaian yang ketat, ditetapkan para pemenang untuk masing-masing kategori sebagai berikut.
I. Kategori Kepemimpinan Nasional Tingkat II (PKN II)
Juara 1: Prof. Dr. Ahmad Suryawan, dr., Sp.A(K) asal Pemerintah Provinsi Jawa Timur
Proyek Perubahan: Percepatan Pelayanan Instalasi Gawat Darurat RSUD Dr. Soetomo melalui Pengembangan Kewaspadaan Kolektif Turn Around Time (TaT) antar Titik Pelayanan
Juara 2 : dr. Tri Muhammad Hani, MARS., MH.Kes., CGRE asal Pemerintah Kabupaten Purwakarta.
Proyek Perubahan: Kolaborasi Penta-Helix Program “BAYARIN” (Bantu Bayar Iuran Nunggak) sebagai Strategi Penurunan Jumlah Peserta BPJS Kesehatan Tidak Aktif di Kabupaten Purwakarta
Secara umum, hadirnya kegiatan ini menunjukkan bahwa inovasi kini menjadi kebutuhan dasar dalam tata kelola pemerintahan modern. Tantangan yang terus berkembang menuntut setiap ASN untuk bergerak lebih cepat, lebih kreatif, dan lebih peka terhadap perubahan di masyarakat
Tri Widodo juga menambahkan bahwa melalui program ini diharapkan ASN dapat menjadi motor penggerak utama dalam menghasilkan kesejahteraan bagi masyarakat melalui inovasi. “ Peran pemimpin perubahan menjadi sangat penting, karena tanpa adalah peran pemimpin perubahan yang memiliki dedikasi dan visi ke depan maka kesejahteraan akan sulit diwujudkan”, Imbuhnya.
Dalam penyelenggaraannya, ASN LIFT Expo memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik antar daerah, sekaligus mendorong terciptanya sinergi dalam pengembangan inovasi pemerintahan.
Para peserta, yang merupakan perwakilan instansi pemerintah pusat maupun daerah, mempresentasikan solusi-solusi kreatif yang dirancang untuk menjawab tantangan pelayanan publik di wilayah masing-masing.
Pada tahun ini, Pameran ASN LIFT Expo menampilkan 36 booth, sementara Kompetisi Inovasi diikuti oleh 66 peserta, yang terdiri atas 9 peserta PKN II, 33 peserta PKA, dan 24 peserta PKP, berasal dari 16 lembaga pelatihan di seluruh Indonesia.
Setelah melalui proses seleksi dan penilaian yang ketat, ditetapkan para pemenang untuk masing-masing kategori sebagai berikut.
I. Kategori Kepemimpinan Nasional Tingkat II (PKN II)
Juara 1: Prof. Dr. Ahmad Suryawan, dr., Sp.A(K) asal Pemerintah Provinsi Jawa Timur
Proyek Perubahan: Percepatan Pelayanan Instalasi Gawat Darurat RSUD Dr. Soetomo melalui Pengembangan Kewaspadaan Kolektif Turn Around Time (TaT) antar Titik Pelayanan
Juara 2 : dr. Tri Muhammad Hani, MARS., MH.Kes., CGRE asal Pemerintah Kabupaten Purwakarta.
Proyek Perubahan: Kolaborasi Penta-Helix Program “BAYARIN” (Bantu Bayar Iuran Nunggak) sebagai Strategi Penurunan Jumlah Peserta BPJS Kesehatan Tidak Aktif di Kabupaten Purwakarta
Lihat Juga :