Wamen Komdigi Sebut Indonesia Tengah Kembangkan Produk AI Dalam Negeri

Jum'at, 28 November 2025 - 09:19 WIB
loading...
Wamen Komdigi Sebut...
Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria mengatakan, saat ini Indonesia tengah mengembangkan produk Artificial Intelligence (AI) dalam negeri. Foto/SindoNews/agus warsudi
A A A
BANDUNG - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital ( Komdigi ) Nezar Patria mengatakan, saat ini, Indonesia tengah mengembangkan produk Artificial Intelligence (AI) dalam negeri. Proyek ini bertujuan untuk menegakkan kedaulatan AI Indonesia.

Sebab saat ini, produk AI yang mendominasi dunia berasal dari China dan Amerika Serikat. Dampaknya, sejumlah informasi yang disajikan AI dari kedua negara itu kerap bias jika berhadapan dengan isu-isu tertentu.

"Pemerintah mendorong, mendukung (pengembangan AI Indonesia). (Pemerintah) akan memberikan support besar untuk semua inisiatif membangun sovereign AI di Indonesia, AI yang berdaulat," kata Wamen Komdigi seusai diskusi MediaConnect di Kota Bandung, Kamis (27/11/2025).

Baca juga: Komdigi Susun Etika dan Peta Jalan Nasional AI, Wamen Nezar: Disiapkan Jadi Perpres

Menurut Nezar, Indonesia memang membutuhkan AI khas dalam negeri. Di tingkat global pun, tren ke arah sovereign AI juga berkembang cepat dan luas. "Jadi kita (Komdigi) mendukung untuk membuat sovereign AI," ujar Nezar.


Wamen menegaskan, telah ada perbicaraan antara Komdigi mewakili pemerintah dengan ekosistem digital di Indonesia. "Kita bergerak ke arah sana (pengembangan sovereign AI). Sejumlah tech company (perusahaan teknologi), kami juga sudah bergerak ke arah sana untuk membuat sovereign AI," tegas Wamen.

Jadi, pemerintah sebagai regulator dan akselerator coba memberikan dan melindungi dengan kerangka hukum gitu ya. "Kemudian memberikan kemudahan-kemudahan agar sovereign AI ini bisa dibuat, dikerjakan, dan dikembangkan. Sekarang saja sudah dikerjakan, kita tunggu saja prosesnya," tutur Nezar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Puluhan Siswa SMA Belajar...
Puluhan Siswa SMA Belajar Riset, AI, dan Keberlanjutan secara Langsung
Digitalisasi Perlinsos...
Digitalisasi Perlinsos Disambut Antusias di Surabaya, Komdigi Pastikan Warga Berhak Tak Terlewat Bantuan
SIT Darul Abidin Ajak...
SIT Darul Abidin Ajak Siswa Jadi Inovator di Era AI
Satelit N5 Sasar Daerah...
Satelit N5 Sasar Daerah Terpencil dan Terluar
Anak-anak Sudah Melek...
Anak-anak Sudah Melek Digital, Negara Hadir Melindungi
DDC 2026 Tegaskan Peran...
DDC 2026 Tegaskan Peran Manusia di Era Akselerasi AI
Ingin Kuliah AI? Ini...
Ingin Kuliah AI? Ini 20 Universitas di Indonesia yang Membuka Jurusan Kecerdasan Buatan
Universitas di AS Membatasi...
Universitas di AS Membatasi Mahasiswa Baru Menggunakan AI
Industri Musik Meluncurkan...
Industri Musik Meluncurkan Label AI untuk Melindungi Orisinalitas
Rekomendasi
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Wakaf, BWI Dorong Sertifikasi Nazir secara Masif
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Koperasi Boleh Kelola...
Koperasi Boleh Kelola Tambang, Menkop Ferry: Sebaiknya Bukan Kopdes Merah Putih
Berita Terkini
Ahli Sebut Penetapan...
Ahli Sebut Penetapan Tersangka Roy Suryo Sah: Penuhi Syarat Minimal Dua Alat Bukti
BSU Lanjutkan Komitmen...
BSU Lanjutkan Komitmen Dukungan Pendidikan Anak di Tahun Ajaran Baru 2026
Pemerintah Diminta Percepat...
Pemerintah Diminta Percepat Penanganan Pengungsi Konflik Papua dan Tindak Tegas KKB
Roy Suryo Bakal Ajukan...
Roy Suryo Bakal Ajukan Praperadilan Jilid III soal Penerapan Pasal 35 UU ITE
UNJ Dampingi Penguatan...
UNJ Dampingi Penguatan Kapasitas Guru PKBM Ghaisan Cendekia
Bea Cukai-Polri Bongkar...
Bea Cukai-Polri Bongkar Penyelundupan 3.336 Gram Narkotika di Bandara Soekarno-Hatta
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved