Bane Kirim 5 Ton Beras dan Pakaian ke Korban Bencana di Tapteng
Kamis, 27 November 2025 - 18:21 WIB
loading...
Anggota Komisi VII DPR Bane Raja Manalu menerjunkan tim kemanusiaan untuk mengirim bantuan kepada korban bencana alam di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Foto/Istimewa
A
A
A
TAPANULI TENGAH - Anggota Komisi VII DPR Bane Raja Manalu menerjunkan tim kemanusiaan untuk mengirim bantuan kepada korban bencana alam di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Bantuan yang dikirimkan Bane berupa lima ton beras serta 500 pakaian bersih layak pakai.
“Saya turut prihatin atas penderitaan yang dialami masyarakat Tapanuli Tengah. Cuaca ekstrem yang terjadi, hujan deras yang membuat banjir dan bahkan ada yang kehilangan nyawa. Saya turut berduka cita, turut prihatin,” ujar Bane dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan pada Kamis (27/11/2025).
Banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah terjadi pada Selasa (25/11/2025). Hingga saat ini dilaporkan bencana itu menimbulkan korban jiwa, ribuan rumah terandam, dan sejumlah akses jalan terputus.
Baca juga: Banjir Bandang dan Longsor Terjang Humbang Hasundutan, 5 Orang Meninggal dan 4 Hilang
Tim kemanusiaan yang diterjunkan Bane berangkat menuju Tapanuli Tengah dari Kota Pematangsiantar pada Rabu (26/11/1015) malam. Saat ini bantuan kemanusiaan masih dalam perjalanan menembus cuaca yang sedang ekstrem dan mencari jalur alternatif karena akses utama menuju Tapanuli Tengah dikabarkan terputus.
“Kita bergotong royong membantu saudara kita yang kesulitan. Kita semua marah dengan kerusakan alam, tapi saat ini fokus utama kita adalah membantu rakyat yang terdampak,” ujar Bane.
“Saya harap bisa meringankan beban penderitaan yang sedang terjadi di masyarakat Tapanuli Tengah. Ini juga sekaligus pengingat bagi kita semua bahwa aktivitas yang merusak lingkungan, perambahan hutan, inilah dampak dari semua aktivitas yang terjadi. Dan yang mengalami penderitaan adalah masyarakat, bukan pengusahanya,” sambungnya.
Dia mengaku telah berkomunikasi dengan Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu untuk koordinasi dan bergotong royong. Hal ini sesuai instruksi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri agar seluruh kader PDIP membantu masyarakat miskin, penyandang disabilitas, anak yatim piatu, serta korban bencana.
“Inilah wujud pengamalan Pancasila, kita perkuat solidaritas sosial, saling meringankan beban saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana,” pungkasnya.
“Saya turut prihatin atas penderitaan yang dialami masyarakat Tapanuli Tengah. Cuaca ekstrem yang terjadi, hujan deras yang membuat banjir dan bahkan ada yang kehilangan nyawa. Saya turut berduka cita, turut prihatin,” ujar Bane dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan pada Kamis (27/11/2025).
Banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah terjadi pada Selasa (25/11/2025). Hingga saat ini dilaporkan bencana itu menimbulkan korban jiwa, ribuan rumah terandam, dan sejumlah akses jalan terputus.
Baca juga: Banjir Bandang dan Longsor Terjang Humbang Hasundutan, 5 Orang Meninggal dan 4 Hilang
Tim kemanusiaan yang diterjunkan Bane berangkat menuju Tapanuli Tengah dari Kota Pematangsiantar pada Rabu (26/11/1015) malam. Saat ini bantuan kemanusiaan masih dalam perjalanan menembus cuaca yang sedang ekstrem dan mencari jalur alternatif karena akses utama menuju Tapanuli Tengah dikabarkan terputus.
“Kita bergotong royong membantu saudara kita yang kesulitan. Kita semua marah dengan kerusakan alam, tapi saat ini fokus utama kita adalah membantu rakyat yang terdampak,” ujar Bane.
“Saya harap bisa meringankan beban penderitaan yang sedang terjadi di masyarakat Tapanuli Tengah. Ini juga sekaligus pengingat bagi kita semua bahwa aktivitas yang merusak lingkungan, perambahan hutan, inilah dampak dari semua aktivitas yang terjadi. Dan yang mengalami penderitaan adalah masyarakat, bukan pengusahanya,” sambungnya.
Dia mengaku telah berkomunikasi dengan Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu untuk koordinasi dan bergotong royong. Hal ini sesuai instruksi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri agar seluruh kader PDIP membantu masyarakat miskin, penyandang disabilitas, anak yatim piatu, serta korban bencana.
“Inilah wujud pengamalan Pancasila, kita perkuat solidaritas sosial, saling meringankan beban saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :