Banjir Bandang di Agam Sumbar, 2 Warga Meninggal dan 1 Hilang
Kamis, 27 November 2025 - 12:51 WIB
loading...
Bencana banjir bandang kembali melanda Malalak Timur, Kabupaten Agam. Hingga Rabu (26/11/2025), dua warga Jorong Toboh ditemukan meninggal dunia, sementara 1 orang lainnya masih dalam pencarian. Foto: Rus Akbar
A
A
A
AGAM - Bencana banjir bandang kembali melanda wilayah Malalak Timur, Kabupaten Agam. Hingga Rabu (26/11/2025), dua warga Jorong Toboh ditemukan meninggal dunia, sementara 1 orang lainnya masih dalam pencarian.
Camat Malalak Ulya Satar mengatakan, kondisi di lapangan masih sangat memprihatinkan. Material lumpur, batu, dan potongan kayu yang terbawa arus galodo membuat akses menuju lokasi terdampak terputus. Tim gabungan dari BPBD Agam, Basarnas, TNI/Polri, hingga relawan terus berupaya memperluas area pencarian meski terkendala cuaca yang belum stabil.
Baca juga: Banjir Sumbar Putus Jalur Padang-Bukittinggi, Warga Diminta Cari Jalur Alternatif
“Warga terdampak membutuhkan bantuan segera. Saat ini makanan siap saji, selimut, dapur umum, obat-obatan, dan layanan kesehatan menjadi kebutuhan paling mendesak,” ujarnya, Kamis (27/11/2025)
Pemerintah kecamatan juga telah meminta dukungan cepat dari perangkat daerah untuk memperkuat penanganan darurat di lokasi bencana.
Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Agam pada Rabu, 26 November 2025, hujan dengan intensitas tinggi sejak 19 November 2025 memicu rangkaian bencana hidrometeorologi di 14 kecamatan yakni Banuhampu, IV Koto, Tanjung Raya, Palupuh, Palembayan, Lubuk Basung, Malalak, Ampek Nagari, Tanjung Mutiara, Matur, Kamang Magek, Tilatang Kamang, Sungai Pua, dan Baso.
Bencana banjir, banjir bandang, longsor, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan ambles terjadi hampir bersamaan membuat sebagian wilayah sulit diakses. Kerusakan rumah, fasilitas umum, sawah, hingga infrastruktur masih dalam proses pendataan.
Korban di Kabupaten Agam yang masih hilang di Kecamatan Palupuh bernama M Daud (35) dan di Lubuk Basung Joni Candra (30). Upaya pencarian masih terus dilakukan oleh petugas gabungan.
Pemkab Agam bersama seluruh perangkat daerah, BPBD, TNI/Polri, dan relawan terus mengevakuasi warga, membuka akses jalan, serta asesmen kebutuhan mendesak. Untuk bencana banjir bandang di Malalak, tim gabungan telah berada di lokasi sejak dini hari.
Camat Malalak Ulya Satar mengatakan, kondisi di lapangan masih sangat memprihatinkan. Material lumpur, batu, dan potongan kayu yang terbawa arus galodo membuat akses menuju lokasi terdampak terputus. Tim gabungan dari BPBD Agam, Basarnas, TNI/Polri, hingga relawan terus berupaya memperluas area pencarian meski terkendala cuaca yang belum stabil.
Baca juga: Banjir Sumbar Putus Jalur Padang-Bukittinggi, Warga Diminta Cari Jalur Alternatif
“Warga terdampak membutuhkan bantuan segera. Saat ini makanan siap saji, selimut, dapur umum, obat-obatan, dan layanan kesehatan menjadi kebutuhan paling mendesak,” ujarnya, Kamis (27/11/2025)
Pemerintah kecamatan juga telah meminta dukungan cepat dari perangkat daerah untuk memperkuat penanganan darurat di lokasi bencana.
Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Agam pada Rabu, 26 November 2025, hujan dengan intensitas tinggi sejak 19 November 2025 memicu rangkaian bencana hidrometeorologi di 14 kecamatan yakni Banuhampu, IV Koto, Tanjung Raya, Palupuh, Palembayan, Lubuk Basung, Malalak, Ampek Nagari, Tanjung Mutiara, Matur, Kamang Magek, Tilatang Kamang, Sungai Pua, dan Baso.
Bencana banjir, banjir bandang, longsor, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan ambles terjadi hampir bersamaan membuat sebagian wilayah sulit diakses. Kerusakan rumah, fasilitas umum, sawah, hingga infrastruktur masih dalam proses pendataan.
Korban di Kabupaten Agam yang masih hilang di Kecamatan Palupuh bernama M Daud (35) dan di Lubuk Basung Joni Candra (30). Upaya pencarian masih terus dilakukan oleh petugas gabungan.
Pemkab Agam bersama seluruh perangkat daerah, BPBD, TNI/Polri, dan relawan terus mengevakuasi warga, membuka akses jalan, serta asesmen kebutuhan mendesak. Untuk bencana banjir bandang di Malalak, tim gabungan telah berada di lokasi sejak dini hari.
(jon)
Lihat Juga :