Kunjungi Banda Neira, Mendagri Tegaskan Komitmen Pelestarian Warisan Sejarah
Rabu, 26 November 2025 - 19:01 WIB
loading...
A
A
A
"Dia (Tito Karnavian) menyempatkan datang ke sini, berarti memahami apa makna dari pulau kecil ini bagi berdirinya negara Indonesia ini. Kehadiran Tito Karnavian sebagai Menteri Dalam Negeri dan pembina pemda (pemerintah daerah) semoga bisa membuka aspirasi bagi warga Banda Neira," kata Budi, Rabu (26/11/2025).
Warga Banda Neira lainnya, La Bainuru (57) berpesan agar Mendagri dapat membangun kedekatan dengan masyarakat Banda Neira sebagaimana hubungan historis antara para tokoh seperti Hatta, Sjahrir, dan Cipto Mangunkusumo dengan warga saat masa pengasingan.
"Ketertaputan kita harus tersambung dalam koridor NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Kami memang selama ini punya pekerjaan rumah untuk mengejar ketertinggalan dalam pembangunan. Tapi generasi Banda Neira harus bisa memimpin Banda Neira sendiri ke depan, dalam bingkai NKRI. Saya yakin kalau didampingi, generasi Banda Neira bisa memimpin Banda Neira, dengan mandiri," kata La Bainuru.
Dari sektor pendidikan, Rusdan Lataro (49), pengajar Filsafat Sejarah di Universitas Banda Neira mengatakan, bisa bercengkerama dengan salah satu menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM) merupakan kesempatan langka. Dia menyampaikan aspirasi agar kampus tersebut dapat didorong menjadi perguruan tinggi negeri.
Rusdan meyakini Tito Karnavian merupakan intelektual dengan rekam jejak pendidikan tinggi yang mumpuni. Dia optimistis Tito memahami pentingnya pendidikan suatu daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan perannya dalam mendorong kemajuan daerah.
“Kami berharap Mendagri dapat menyampaikan aspirasi ini ke kementerian terkait demi kemajuan pendidikan di Banda Neira,” katanya.
Warga Banda Neira lainnya, La Bainuru (57) berpesan agar Mendagri dapat membangun kedekatan dengan masyarakat Banda Neira sebagaimana hubungan historis antara para tokoh seperti Hatta, Sjahrir, dan Cipto Mangunkusumo dengan warga saat masa pengasingan.
"Ketertaputan kita harus tersambung dalam koridor NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Kami memang selama ini punya pekerjaan rumah untuk mengejar ketertinggalan dalam pembangunan. Tapi generasi Banda Neira harus bisa memimpin Banda Neira sendiri ke depan, dalam bingkai NKRI. Saya yakin kalau didampingi, generasi Banda Neira bisa memimpin Banda Neira, dengan mandiri," kata La Bainuru.
Dari sektor pendidikan, Rusdan Lataro (49), pengajar Filsafat Sejarah di Universitas Banda Neira mengatakan, bisa bercengkerama dengan salah satu menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM) merupakan kesempatan langka. Dia menyampaikan aspirasi agar kampus tersebut dapat didorong menjadi perguruan tinggi negeri.
Rusdan meyakini Tito Karnavian merupakan intelektual dengan rekam jejak pendidikan tinggi yang mumpuni. Dia optimistis Tito memahami pentingnya pendidikan suatu daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan perannya dalam mendorong kemajuan daerah.
“Kami berharap Mendagri dapat menyampaikan aspirasi ini ke kementerian terkait demi kemajuan pendidikan di Banda Neira,” katanya.
Lihat Juga :