Kepedulian Dokter asal NTT terhadap Tanah Kelahirannya Dipuji
Rabu, 26 November 2025 - 17:01 WIB
loading...
Dokter spesialis kandungan asal Nusa Tenggara Timur (NTT) dr. Fransiska Mochtar bersama Lesti Kejora. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Kepedulian dokter spesialis kandungan asal Nusa Tenggara Timur (NTT) dr. Fransiska Mochtar terhadap tanah kelahirannya mendapat pujian. Tidak hanya peduli dengan pasien, Fransiska juga peduli terhadap lingkungan sosial.
Dokter kebidanan dan kandungan subspesialis Obstetri dan Ginekologi Sosial yang praktik di salah satu rumah sakit di Jakarta ini pernah membantu warga Desa Warloka, Golo Pongkor, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, NTT.
Kisah tersebut bermula ketika ada bendungan di desa warloka yang mangkrak lima tahun lebih yang sejatinya berfungsi untuk sumber pengairan sawah puluhan hektare di wilayah tersebut rusak dalam waktu lama yang disebabkan oleh satu dan lain hal.
Baca juga: iNews Media Group Gelar ICC di Untar, Ajak Anak Muda Berkolaborasi Bangun Ruang Digital Sehat
Namun sekian lama tak berfungsi, bendungan tersebut belum juga mendapat perhatian dari pemerintah setempat, hingga akhirnya sawah puluhan hektare pun nyaris terbengkalai lantaran pasokan airnya tidak berjalan normal.
Setelah melihat kondisi seperti itu, dr. Fransiska Mochtar merasa terpanggil dan dengan beragam upaya yang ia lakukan, akhirnya bendungan tersebut dapat diperbaiki. "Kami sangat terbantu dengan adanya bantuan perbaikan bendungan ini. Aktivitas bertani berjalan dengan baik dan hasil panen juga menjadi sangat baik," ujar salah satu warga Desa Warloka Alex, dikutip Rabu (26/11/2025).
Hasilnya puluhan hektare sawah yang nyaris kekeringan lantaran pengairan tak berfungsi dengan normal dapat kembali mengairi sawah di wilayah tersebut. Selain itu, dr. Fransiska juga membuka kursus bahasa Inggris bagi anak-anak SD serta pelatihan cara pembuatan kue untuk warga Desa Warloka.
Kisah inspiratifnya untuk membantu sesama ini juga diamini oleh Romo Yuvensius Rugi. Dia mengatakan bahwa Fransiska adalah seorang sosok yang memiliki hati untuk berbagi.
"Kepeduliaan hatinya yang telah menghadirkan beberapa karya kemanusiaan di beberapa tempat. Dan karya-karya itu telah menyapa hati dan hidup orang-orang yang menerima dan mendapatkannya," ujar Romo Yuvens.
Romo Yuvens juga mengungkapkan bahwa dr. Fransiska juga memberikan bantuan di Desa Golo Pongkor, Stasi Sok Rutung, Kabupaten Manggarai. Ia membangun Gua Maria, menyiapkan komputer untuk kursus gratis bagi anak-anak muda di Sok Rutung, hingga menyiapkan patung-patung untuk didistribusikan ke Paroki-Paroki yang ada di Keuskupan Labuan Bajo.
"Segala usaha dan karya dokter Fransiska senantiasa diberkati dan teruslah bercahaya dan bersinar. Begitu banyak hati telah tersapa. Dan tentu masih banyak juga yang sedang menanti dan berharap. Doa kami menyertai setiap karya kemanusiaan ini," pungkasnya.
Meski saat ini dr. Fransiska lebih banyak berada dan tinggal di Jakarta untuk menjalankan rutinitas sehari-hari, namun ia masih menyempatkan waktu datang dan berkontribusi nyata untuk tanah kelahirannya itu.
Fransiska kala menangani pasien yang melalui proses melahirkan sering menekankan bahwa kepercayaan dan pantang menyerah adalah kunci utama bagi setiap orang tua khususnya ibu dalam melalui proses melahirkan. Bagi dokter yang kerap menjadi langganan para artis seperti Lesti Kejora hingga Denies Chariesta itu, persiapan fisik dan mental bagi ibu hamil menjelang proses persalinan sangatlah penting.
Dia mengungkapkan bahwa pemeriksaan rutin merupakan langkah utama yang tidak boleh dilewatkan. Dalam menjalani proses pekerjaannya, Fransiska tak pernah lelah memberi motivasi dan dukungan ke pasien-pasiennya.
Setidaknya, dia menyebutkan beberapa poin penting yang perlu diperhatikan calon ibu:
1. Kontrol rutin ke dokter - Pemeriksaan kehamilan minimal sekali sebulan pada trimester pertama dan kedua, serta dua minggu sekali di trimester ketiga.
2. Jaga pola makan - Asupan gizi seimbang, terutama protein, zat besi, dan vitamin, diperlukan untuk menjaga kesehatan ibu dan janin.
3. Aktif bergerak - Olahraga ringan seperti jalan kaki atau senam hamil membantu memperkuat otot dan memperlancar sirkulasi darah.
4. Kenali tanda persalinan - Calon ibu perlu memahami tanda kontraksi asli, pecah ketuban, hingga perubahan posisi janin.
5. Dukungan keluarga - Suasana tenang dengan dukungan pasangan atau keluarga terdekat berperan penting dalam meminimalkan stres.
Sekadar informasi, Fransiska lahir di Ruteng, Nusa Tenggara Timur dan menamatkan pendidikan Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Universitas Jose R. Reyes Memorial Medical Center. Ia juga berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (Unud).
Dokter yang dikenal sangat ramah ini menjadi promovendus yang sukses meraih gelar doktor dengan memperoleh predikat sangat memuaskan.
Dokter kebidanan dan kandungan subspesialis Obstetri dan Ginekologi Sosial yang praktik di salah satu rumah sakit di Jakarta ini pernah membantu warga Desa Warloka, Golo Pongkor, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, NTT.
Kisah tersebut bermula ketika ada bendungan di desa warloka yang mangkrak lima tahun lebih yang sejatinya berfungsi untuk sumber pengairan sawah puluhan hektare di wilayah tersebut rusak dalam waktu lama yang disebabkan oleh satu dan lain hal.
Baca juga: iNews Media Group Gelar ICC di Untar, Ajak Anak Muda Berkolaborasi Bangun Ruang Digital Sehat
Namun sekian lama tak berfungsi, bendungan tersebut belum juga mendapat perhatian dari pemerintah setempat, hingga akhirnya sawah puluhan hektare pun nyaris terbengkalai lantaran pasokan airnya tidak berjalan normal.
Setelah melihat kondisi seperti itu, dr. Fransiska Mochtar merasa terpanggil dan dengan beragam upaya yang ia lakukan, akhirnya bendungan tersebut dapat diperbaiki. "Kami sangat terbantu dengan adanya bantuan perbaikan bendungan ini. Aktivitas bertani berjalan dengan baik dan hasil panen juga menjadi sangat baik," ujar salah satu warga Desa Warloka Alex, dikutip Rabu (26/11/2025).
Hasilnya puluhan hektare sawah yang nyaris kekeringan lantaran pengairan tak berfungsi dengan normal dapat kembali mengairi sawah di wilayah tersebut. Selain itu, dr. Fransiska juga membuka kursus bahasa Inggris bagi anak-anak SD serta pelatihan cara pembuatan kue untuk warga Desa Warloka.
Kisah inspiratifnya untuk membantu sesama ini juga diamini oleh Romo Yuvensius Rugi. Dia mengatakan bahwa Fransiska adalah seorang sosok yang memiliki hati untuk berbagi.
"Kepeduliaan hatinya yang telah menghadirkan beberapa karya kemanusiaan di beberapa tempat. Dan karya-karya itu telah menyapa hati dan hidup orang-orang yang menerima dan mendapatkannya," ujar Romo Yuvens.
Romo Yuvens juga mengungkapkan bahwa dr. Fransiska juga memberikan bantuan di Desa Golo Pongkor, Stasi Sok Rutung, Kabupaten Manggarai. Ia membangun Gua Maria, menyiapkan komputer untuk kursus gratis bagi anak-anak muda di Sok Rutung, hingga menyiapkan patung-patung untuk didistribusikan ke Paroki-Paroki yang ada di Keuskupan Labuan Bajo.
"Segala usaha dan karya dokter Fransiska senantiasa diberkati dan teruslah bercahaya dan bersinar. Begitu banyak hati telah tersapa. Dan tentu masih banyak juga yang sedang menanti dan berharap. Doa kami menyertai setiap karya kemanusiaan ini," pungkasnya.
Meski saat ini dr. Fransiska lebih banyak berada dan tinggal di Jakarta untuk menjalankan rutinitas sehari-hari, namun ia masih menyempatkan waktu datang dan berkontribusi nyata untuk tanah kelahirannya itu.
Fransiska kala menangani pasien yang melalui proses melahirkan sering menekankan bahwa kepercayaan dan pantang menyerah adalah kunci utama bagi setiap orang tua khususnya ibu dalam melalui proses melahirkan. Bagi dokter yang kerap menjadi langganan para artis seperti Lesti Kejora hingga Denies Chariesta itu, persiapan fisik dan mental bagi ibu hamil menjelang proses persalinan sangatlah penting.
Dia mengungkapkan bahwa pemeriksaan rutin merupakan langkah utama yang tidak boleh dilewatkan. Dalam menjalani proses pekerjaannya, Fransiska tak pernah lelah memberi motivasi dan dukungan ke pasien-pasiennya.
Setidaknya, dia menyebutkan beberapa poin penting yang perlu diperhatikan calon ibu:
1. Kontrol rutin ke dokter - Pemeriksaan kehamilan minimal sekali sebulan pada trimester pertama dan kedua, serta dua minggu sekali di trimester ketiga.
2. Jaga pola makan - Asupan gizi seimbang, terutama protein, zat besi, dan vitamin, diperlukan untuk menjaga kesehatan ibu dan janin.
3. Aktif bergerak - Olahraga ringan seperti jalan kaki atau senam hamil membantu memperkuat otot dan memperlancar sirkulasi darah.
4. Kenali tanda persalinan - Calon ibu perlu memahami tanda kontraksi asli, pecah ketuban, hingga perubahan posisi janin.
5. Dukungan keluarga - Suasana tenang dengan dukungan pasangan atau keluarga terdekat berperan penting dalam meminimalkan stres.
Sekadar informasi, Fransiska lahir di Ruteng, Nusa Tenggara Timur dan menamatkan pendidikan Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Universitas Jose R. Reyes Memorial Medical Center. Ia juga berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (Unud).
Dokter yang dikenal sangat ramah ini menjadi promovendus yang sukses meraih gelar doktor dengan memperoleh predikat sangat memuaskan.
(rca)
Lihat Juga :