Kisah Cinta Jenderal Bibit Waluyo, Mantan Pangkostrad yang Terpesona Gadis SMA pada Pandangan Pertama
Sabtu, 22 November 2025 - 14:25 WIB
loading...
A
A
A
“Kami menjaga komitmen. Di Medan, saya tidak pernah pacaran dengan orang lain. Kami hanya terhubung melalui surat,” kenang Bibit.
Tiga tahun menjalani hubungan jarak jauh, Bibit memberanikan diri melamar Sri ketika ia lulus SMA pada usia 19 tahun. Mereka akhirnya menikah pada Juni 1975 dalam suasana yang sangat sederhana, dengan maskawin berupa Al-Quran.
Setelah menikah, kehidupan sederhana menjadi bagian dari awal perjalanan mereka, seiring dengan karier Bibit yang perlahan menanjak di dunia militer.
Bibit sempat menjabat di berbagai posisi strategis, mulai dari Danyonif 407/Padma Kusuma, Dandim 0703/Cilacap, Danrem 043/Garuda Hitam, hingga akhirnya menjadi Pangkostrad.
Setelah pensiun dari militer, Bibit terjun ke dunia politik. Pada Pilgub Jawa Tengah 2008, ia terpilih menjadi Gubernur Jawa Tengah bersama Rustriningsih. Namun, karier politiknya tidak berlanjut setelah ia kalah dari Ganjar Pranowo pada Pilgub Jateng 2013.
Kini, Bibit menikmati masa pensiunnya dengan berbagai kegiatan sosial, sambil tetap menjaga kenangan indah dari cinta pertamanya.
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto memberikan kenaikan pangkat istimewa atau kehormatan kepada 11 purnawirawan TNI di atas Kapal Markas KRI dr Radjiman Wedyodiningrat-992 pada Kamis (2/10/2025). Lima di antaranya mendapatkan kenaikan pangkat Jenderal Kehormatan (HOR).
Salah satu dari lima nama tersebut adalah Bibit Waluyo. Selama di militer, dia pernah dipercaya mengemban beberapa jabatan setelah lulus dari AKABRI Darat Magelang tahun 1972, antara lain Dantonpur Kodam II/Bukit Barisan (1973), Danyonif 407/Padma Kusuma (1986–1988). Kemudian, Dandim 0703/Cilacap (1992–1993), Danrem 043/Garuda Hitam (1996–1997), Kasdam IV/Diponegoro[6] (1997–1999), Pangdam IV/Diponegoro (1999–2000), Komandan Seskoad (2000–2001), Panglima Kodam Jaya (2001–2002), dan Panglima Kostrad (2002–2004).
Tiga tahun menjalani hubungan jarak jauh, Bibit memberanikan diri melamar Sri ketika ia lulus SMA pada usia 19 tahun. Mereka akhirnya menikah pada Juni 1975 dalam suasana yang sangat sederhana, dengan maskawin berupa Al-Quran.
Setelah menikah, kehidupan sederhana menjadi bagian dari awal perjalanan mereka, seiring dengan karier Bibit yang perlahan menanjak di dunia militer.
Bibit sempat menjabat di berbagai posisi strategis, mulai dari Danyonif 407/Padma Kusuma, Dandim 0703/Cilacap, Danrem 043/Garuda Hitam, hingga akhirnya menjadi Pangkostrad.
Setelah pensiun dari militer, Bibit terjun ke dunia politik. Pada Pilgub Jawa Tengah 2008, ia terpilih menjadi Gubernur Jawa Tengah bersama Rustriningsih. Namun, karier politiknya tidak berlanjut setelah ia kalah dari Ganjar Pranowo pada Pilgub Jateng 2013.
Kini, Bibit menikmati masa pensiunnya dengan berbagai kegiatan sosial, sambil tetap menjaga kenangan indah dari cinta pertamanya.
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto memberikan kenaikan pangkat istimewa atau kehormatan kepada 11 purnawirawan TNI di atas Kapal Markas KRI dr Radjiman Wedyodiningrat-992 pada Kamis (2/10/2025). Lima di antaranya mendapatkan kenaikan pangkat Jenderal Kehormatan (HOR).
Salah satu dari lima nama tersebut adalah Bibit Waluyo. Selama di militer, dia pernah dipercaya mengemban beberapa jabatan setelah lulus dari AKABRI Darat Magelang tahun 1972, antara lain Dantonpur Kodam II/Bukit Barisan (1973), Danyonif 407/Padma Kusuma (1986–1988). Kemudian, Dandim 0703/Cilacap (1992–1993), Danrem 043/Garuda Hitam (1996–1997), Kasdam IV/Diponegoro[6] (1997–1999), Pangdam IV/Diponegoro (1999–2000), Komandan Seskoad (2000–2001), Panglima Kodam Jaya (2001–2002), dan Panglima Kostrad (2002–2004).
(shf)
Lihat Juga :