Kisah Kesaktian Haji Darip, Jawara Betawi yang Bikin Pasukan Belanda dan Jepang Kocar-kacir
Jum'at, 21 November 2025 - 14:19 WIB
loading...
A
A
A
Saat itu, Klender berhasil diduduki Belanda hingga akhirnya Haji Darip hijrah ke beberapa tempat dan membentuk Barisan Pejuang Rakyat Indonesia (BPRI).
Haji Darip menyusun strategi melawan Belanda. Ia pun dianggap Belanda sebagai orang yang berbahaya sehingga dirinya dipenjara. Namun pada akhir Desember 1949, Haji Darip dibebaskan.
Jawara Bekasi ini juga dikenal sebagai ulama. Dia sempat pergi ke Mekkah dan Madinah selama dua tahun untuk memperdalam ilmu agama.
Di Mekkah dan Madinah, pria kelahiran Klender 1886 ini banyak bergaul dengan tokoh Islam dari berbagai negara. Tiba di Tanah Air, Haji Darip mengawali perjuangannya dengan berdakwah di musala kecil yang saat ini berubah menjadi Masjid Al Makmur di Klender.
Pada 13 Juni 1981, Haji Darip meninggal dunia. Saat ini, nama Haji Darip diabadikan sebagai nama, yakni Jalan Haji Darip yang sebelumnya dikenal Jalan Bekasi Timur Raya. Jalan ini terletak di sekitar Kelurahan Klender dan Cipinang, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur.
Haji Darip menyusun strategi melawan Belanda. Ia pun dianggap Belanda sebagai orang yang berbahaya sehingga dirinya dipenjara. Namun pada akhir Desember 1949, Haji Darip dibebaskan.
Jawara Bekasi ini juga dikenal sebagai ulama. Dia sempat pergi ke Mekkah dan Madinah selama dua tahun untuk memperdalam ilmu agama.
Di Mekkah dan Madinah, pria kelahiran Klender 1886 ini banyak bergaul dengan tokoh Islam dari berbagai negara. Tiba di Tanah Air, Haji Darip mengawali perjuangannya dengan berdakwah di musala kecil yang saat ini berubah menjadi Masjid Al Makmur di Klender.
Pada 13 Juni 1981, Haji Darip meninggal dunia. Saat ini, nama Haji Darip diabadikan sebagai nama, yakni Jalan Haji Darip yang sebelumnya dikenal Jalan Bekasi Timur Raya. Jalan ini terletak di sekitar Kelurahan Klender dan Cipinang, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur.
(shf)
Lihat Juga :